‘Kandang Banteng’ Mulai Panas – Timor Express

Timor Express

POLITIK

‘Kandang Banteng’ Mulai Panas

ilustrasi marten lado/timex

15 Balon Jalani Fit and Proper Test di DPP PDIP

JAKARTA, TIMEX-Langkah awal para bakal calon gubernur dan wakil gubernur NTT untuk mendapat pintu PDIP memasuki tahapan resmi di internal partai. Persaingan tentu semakin panas. Masing-masing figur berusaha mengambil hati DPP PDIP dalam momen fit and proper test yang dilaksanakan di Kantor DPP PDIP, Selasa (17/10).

Penyaringan bakal calon kepala daerah (Balon Kada) Provinsi NTT telah dilakukan DPP PDIP ini dilaksanakan sejak pagi hingga petang kemarin. Sebanyak 12 bakal calon gubernur (Balongub) dan 3 bakal calon wakil gubernur (Balonwagub) yang melamar, mengikuti fit and proper test.

Pantauan Timor Express di Kantor DPP PDIP, Jl. Diponegoro, Menteng, Jakarta, Balongub yang paling awal menyelesaikan fit and proper test adalah Raymundus Sau Fernandez. Bupati TTU dua periode itu saat diwawancarai, mengatakan, proses tersebut merupakan sebuah langkah maju yang dilakukan partainya dalam melakukan seleksi untuk menemukan Cagub yang aspiratif dan bisa menjembatani berbagai kepentingan politik dan partai di daerah.

Raymundus menjelaskan, dalam tahap seleksi tersebut, ia menjalani tes psikologi dan wawancara. “DPP ingin dengar pandangan kita membangun NTT. Juga konsolidasi dan berbagai persiapan lainnya,” ungkap dia.

Menurutnya, semua figur yang mengikuti tahapan seleksi tersebut memiliki peluang yang sama. Sehingga ia berkomitmen menghargai apa pun keputusan DPP nanti.

Pasca tahapan seleksi itu, lanjut dia, DPP PDIP bakal melakukan survei dan menetapkan figur yang akan direkomendasikan sebagai Cagub dan Cawagub.
Sementara itu, Kristo Blasin, menilai uji kelayakan dan kepatutan itu lebih kepada upaya DPP PDIP mendalami komitmen kepemimpinan para bakal calon.
“Kami ditanyakan tentang komitmen dan bagaimana kedalaman pemahaman tentang birokrasi serta solusi-solusi yang ditawarkan untuk membangun daerah serta mengatasi berbagai persoalan daerah,” ungkap bekas anggota DPRD Provinsi NTT itu.

Politisi PDIP itu juga menyampaikan bahwa yang utama di partainya adalah komitmen ideologis para calon harus searah dengan komitmen partai. Kristo mengaku memaparkan visi-misi pada tes psikologi guna diorientasikan sesuai visi-misi PDIP dan memihak pada rakyat.

Bagi dia, komitmen memihak pada rakyat tidak sekadar mimpi, namun harus dielaborasi menjadi sesuatu yang bisa dimengerti dan dijalankan secara bersama.
“Saya ditanya, jika terpilih, seperti apa menggambarkan peta kekuatan dan persiapan-persiapan untuk bersaing. Dan kalau nanti menang, apa yang akan dibuat untuk masyarakat dan partai,” ungkap dia.

Mengenai figur Cawagub yang diinginkan, Kristo enggan menjelaskan lebih jauh. Bagi dia, soal Wagub harus didiskusikan dengan partai-partai yang bakal berkoalisi.

“PDIP punya 10 kursi sehingga butuh partai koalisi. Siapa pun yang nanti dibicarakan partai koalisi, saya siap bekerja sama. Intinya orang yang bisa jadi mitra sesungguhnya untuk mengurus masyarakat dan tidak sekadar simbolisasi kepemimpinan,” ungkap Kristo yang mengaku gencar berkomunikasi dengan Novianto Lende dari PKB itu.

Ia menambahkan, pasca fit and proper test, selain melalukan survei, DPP PDIP juga bakal melakukan tahap Sekolah Partai. Setelah itu keputusan akan diambil.
Harapannya, semua tahapan berlangsung dalam waktu yang tidak terlalu lama. Ia juga menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan partai. “Tugas saya hanya memperkenalkan diri kepada masyarakat,” kata dia.

Terkait konsep membangun NTT yang dipaparkan di tahapan seleksi itu, Kristo mengatakan NTT memiliki sumber daya yang banyak namun terbatas sumber dana.
“Sumber daya manusia adalah hal utama, setelah itu infrastruktur dan ekonomi. Ini tiga hal yang perlu terus didialogkan dengan berbagai elemen masyarakat. Kalau ada hal lain yang lebih prioritas tentu diutamakan juga dan harus dilaksanakan bersama oleh pemerintah dan seluruh simpul masyarakat di daerah,” terang dia.

Bagi Kristo, membangun NTT tidak bisa dilakukan sendiri tetapi harus berjejaring dengan pemerintah pusat dan lembaga-lembaga non pemerintah. “Tadi saya sampaikan bahwa nanti yang akan membedahkan adalah bagaimana cara kami memimpin,” tandas dia.

Menurut dia, pemimpin NTT harus punya keberanian untuk berhenti memikirkan dirinya dan berorientasi sepenuhnya kepada kepentingan masyarakat. “Ini memang tidak gampang. Harus ajak semua pihak, tidak hanya gubernur tapi semua lapisan masyarakat,” jelas dia.

Sementara Daniel Tagu Dedo mengatakan, selain memaparkan visi-misi, dirinya juga ditanyakan tentang komitmen memenangkan partai.
“Penguji juga mendalami penguasaan kita akan aturan-aturan, wilayah dan berbagai tantangan yang ada serta bagaimana upaya penyelesaiannya. Termasuk bagaimana kita mengimplementasikan kebijakan yang disinergikan dengan kabupaten/kota,” ungkap mantan Dirut Bank NTT itu.

Sementara Marianus Sae, mengaku dalam tahapan itu dicecar sejumlah pertanyaan terkait visi-misi membangun NTT. “Saya diminta paparkan konsep membangun NTT, agar masyarakat lebih sejahtera ke depan,” singkat Bupati Ngada dua periode itu.

Balongub Aloysius Lele Madja juga mengatakan, DPP PDIP telah menggali darinya konsep pemecahan terhadap berbagai masalah yang terjadi di NTT.
“Masalah utama NTT ada kemiskinan dan pembangunan yang terbelakang. Terhadap masalah ini saya ditanya bagaimana konsep penyelesaiannya yang dijabarkan melalui program. Saya juga diuji bagaimana membaca peta politik NTT dan kesiapan diri saat ini,” jelas Aloysius.

Harapannya, tahapan tersebut tidak sekadar formalitas, namun benar-benar merupakan rangkaian proses seleksi untuk menemukan figur terbaik.
Ibrahim Agustinus Medah juga mengapreasiasi tahapan seleksi yang dilakukan DPP PDIP. “Mereka menggali mimpi kami terhadap NTT. Kami juga ditanyakan komitmen terhadap NKRI dan Pancasila dan bagaimana aplikasinya,” sebut bekas Bupati Kupang dua periode itu.

Terpisah, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Parera kepada Koran ini mengatakan, uji kelayakan dan kepatutan merupakan rangkaian proses yang dilakukan partainya untuk menentukan Cagub dan Cawagub yang akan direkomendasikan.

Andreas menjelaskan, dalam tahapan itu, setiap bakal calon mengikuti dua tahapan wawancara. Wawancara yang pertama dilakukan oleh HIMPSI untuk melihat kemampuan kepemimpinan, kemampuan menyelesaikan masalah dan intergritas dari setiap bakal calon.

Selanjutnya, wawancara yang kedua dilakukan oleh pengurus DPP PDIP untuk mengetahui pengetahuan dan pemahaman setiap bakal calon tentang ideologi Pancasila, kepartaian, serta visi dan misi dari setiap bakal calon.

Andreas menambahkan, DPP PDIP sedang melakukan survei untuk melihat elektabilitas dari setiap balongub dan balonwagub.
“Survei ini dibiayai secara gotong royong oleh seluruh bakal calon. Setelah hasil wawancara dan survei keluar maka DPP akan melakukan rapat untuk menentukan siapa Cagub dan Cawagub yang akan direkomendasikan oleh PDIP,” pungkas dia.

12 Balongub yang mengikuti fit and proper test adalah Blasin Kristoforus, Raymundus Sau Fernandez, Ibrahim Agustinus Medah, Daniel PMD. Tagu Dedo, Ayub Titu Eki, Dr. dr. Hyronimus Agustinus Fernandez, Fransiskus Honing Sanny, Daniel Herison Wadu, Johanes J. Sunny, Aloysius Lele Madja, Marsekal Muda TNI (Purn) Robert Soter Manu dan Marianus Sae.

Sementara Balonwagub adalah Noviyanto U.P.S.A. Lende, Mikael Umbu Zasa dan Ignatius Iryanto Djou. (joo/fmc/ito)

 

Click to comment

Most Popular

To Top