KTM Targetkan Pejualan Paket Tour Senilai 10 Miliar – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

KTM Targetkan Pejualan Paket Tour Senilai 10 Miliar

KOMODO Travel Mart (KTM) 2017 yang merupakan ajang temu bisnis pariwisata manergetkan penjualan paket wisata senilai Rp10 miliar. Target itu belum termasuk dampak ikutan jika wisatawan mengunjungi destinasi pariwisata di seluruh Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT DR. Marius Ardu Jelamu di sela-sela Kegiatan Pelatihan Penyusunan Paket Wisata yang digelar DPD Asita NTT bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT dan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai agen travel di NTT serta pelajar dan mahasiswa jurusan Pariwisata. Kegiatan ini digelar di Hotel On The Rock, Rabu (18/10) kemarin.

Lebih jauh Marius mengakui bahwa untuk ukuran NTT yang sangat banyak memiliki destinasi pariwisata dan tersebar di seluruh NTT, baru terdapat 30 paket wisata dan ke depannya harus terus diperbanyak sehingga bisa menjangkau semua destinasi yang ada tersebut.

Selama ini, lanjutnya, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan instansinya dengan bekerjasama dengan DPD Asita NTT, NTT masih kekurangam travel agent, terutama di kabupaten/kota. Padahal, bisnis travel agent sangat menguntungkan.

Oleh karena itu, lanjut Marius, pelaksanaan KTM yang sudah berjalan dua kali ini diharapkan menjadi salah satu bentuk untuk menghasilkan travel agent guna berpartisipasi menjual paket wisata. Selain itu, forum KTM menjadi ajang diskusi  bagaimana cara membentuk, menyusun paket perjalanan wisata. Apalagi, kegiatan itu digagas Asita dengan bekerjasama dengan Asita Pusat dan Kementrian Pariwisata sehingga lebih muda berkoordinasi untuk meng-handle kegiatan.

“Saya melihat  Asita d kabupaten/kota belum bergerak dengan serius, padahal bisnis ini sangat menjanjikan,”ujarnya.

Ke depan, demikian lanjut Marius, Pemprov NTT khususnya Dinas Pariwisata NTT terus mendorong Asita NTT untuk terus berkordinasi dengan Asita kabupaten,/kota,  bekerjasama, berdiskusi antara satu sama lain dengan pemerintah.

“Pemerintah tidak bisa jalan sendiri, Asita juga tidak bisa jalan sendiri, Asita juga demikian.  Semua stakeholder harus bersama untuk tujuan atau goal yang sama, yakni memajukan pariwisata NTT ke arah yang lebih baik,”pintanya.

Selain menargetkan nilai penjualan paket wisata Rp10 miliar, kata Marius lagi, pelaksanaan KTM diharapkan terjalinnya  kerjasama antara travel agen luar negeri dan NTT sehingga penanganan wisatawan dilakukan bersama sehingga travel agen dari luar negeri tidak harus datang,  tapi travel agen kita yang handel.

“Kita sudah melakukan hitung-hitungan bisnisnya. Selain itu, dengan adanya KTM ini,  NTT dikenal di dunia. Konten parisiswata ini akan mendrong sektor lain di NTT untuk maju. Kita bisa mengatakan bahwa inilah potensi-potensi di NTT, bukan hanya pariwisatanya tapi  semua sektor,”demikian katanya. Kita berharap buyer dari luar negeri membeli paket kita, terutama ke Labuan Bajo, Danau Kelimutu dan destinasi lainnya,”tambahnya.

Pada hari pertama KTM kemarin, digelar pelatihan penyusunan paket wisata yang diikuti sekitar 80-an orang dari berbagai kabupaten. Kegiatan di Hotel On The Rock ini dibuka Kadis Pariwisata NTT.

Pelatihan ini bermaksud untuk memberikan ilmu kepada para pelaku pariwisata bagaimana menyusun paket tour. “Kita beri aperiasi kepada DPD Asita NTT yang  menggagas kegiatan ini. Kita harapkan kegiatan ini dilakukan setiap tahun,”pungkasnya. (opi/sps)

Click to comment

Most Popular

To Top