PLN Investasi Rp 1,8 Triliun di NTT – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

PLN Investasi Rp 1,8 Triliun di NTT

MULAI DIBANGUN.Gubernur NTT, Frans Lebu Raya didampingi GM PLN Wilayah NTT, Christyono dan sejumlah pejabat memencet bell tanda dimulainya pembangunan tiga pembangkit listrik di NTT yang berlangsung di Dusun Panaf Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang, Jumat (20/10).

Bangun PLTMG dan MPP

KUPANG, TIMEX-PT.PLN kembali mendapat tambahan amunisi untuk mendukung kelistrikan di Provinsi NTT. Kali ini, perusahaan pelat merah itu membangun tiga pembangkit listrik dengan menggelontorkan dana hingga Rp 1,8 triliun.

Peletakan batu pertama pembangunan tiga pembangkit listrik tersebut dilakukan oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Dusun Panaf, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Jumat (20/10). Acara tersebut digelar secara bersamaan dengan peletakan batu pertama pembangunan tiga pembangkit listrik di Provinsi NTB oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan.

General Manager (GM) PLN Wilayah NTT, Christyono pada kesempatan itu menjelaskan, PLTMG Kupang Peaker memiliki kapasitas 40 MW. Pembangkit ini ditargetkan akan selesai pada November 2018. Dengan total investasi lebih dari Rp 700 miliar, pembangkit ini menyerap tenaga kerja lebih dari 300 orang.

Untuk mendukung kelistrikan di Pulau Flores, PLN membangun Mobile Power Plant (MPP) Flores berkapasitas 20 MW. MPP berlokasi di Dusun Rangko, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat. Proyek tersebut direncanakan menelan investasi lebih dari Rp 427 miliar dan menyerap tenaga kerja hingga 210 orang selama masa konstruksi dan 25 orang selama fase operasi.

“PLTMG Maumere punya kapasitas 40 MW yang berlokasi di Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka-Flores NTT. Selama masa konstruksinya proyek ini menyerap tenaga kerja sekira 285 orang dengan nilai investasi lebih dari Rp 694 miliar,” papar Christyono.

Sementara Gubernur NTT, Frans Lebu Raya pada kesempatan itu mengatakan listrik bukan barang mewah lagi, namun menjadi kebutuhan sehari-hari. Menurut gubernur, PLN di Jawa berbeda dengan PLN di NTT. Misalnya terkait jarak antar rumah pelanggan yang saling berjauhan karena daerahnya masih terpencil.

“Di Jawa, 1 tiang listrik bisa untuk memenuhi kebutuhan listrik di puluhan rumah. Namun di NTT, 10 tiang listrik baru satu rumah,” ungkap Frans. Untuk mendukug investasi di NTT, gubernur tegaskan, masyarakat harus merelakan lahan yang dimilik, misalnya untuk pemancangan tiang listrik.

Saat ini, total pelanggan PLN di NTT sebanyak 661.068 sementara pelanggan yang terdiri dari 595.852 pelanggan rumah tangga, 25.151 pelanggan tarif sosial, 33.205 pelanggan bisnis, 170 pelanggan industri dan 6.371 pelanggan pemerintah.

Sementara, rasio elektrifikasi NTT per September 2017 sebesar 59,56 persen dengan target 61,93 persen di akhir 2017. Selain itu melalui program listrik pedesaan di 2017 ini PLN ditargetkan melistriki 573 desa di NTT.(*/cel)

Click to comment

Most Popular

To Top