Tidak Ada Adegan Bakar Rumah – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Tidak Ada Adegan Bakar Rumah

REKONSTRUKSI. Tersangka Deni Malelak memperagakan saat memukul Danial Selan menggunakan sekop.

Rekonstruksi Calo Angkot Tewas Terbakar

SOE, TIMEX – Penyidik Polres TTS, Kamis (19/10) menggelar rekonstruksi kasus calo angkot, Danial Selan yang tewas terbakar di rumah milik Ferderika Banunaek, 31 Juli lalu.

Pada rekonstruksi yang dilakukan di TKP di RT 05/RW 03 Kelurahan Nunumeu Kecamatan Kota SoE, dari 19 adegan yang diperagakan tidak ada satupun adegan membakar korban oleh Deni Malelak yang ditetapkan sebagai tersangka pada kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres TTS, AKP Yohanis Suhardi usai rekonstruksi kepada wartawan mengatakan, pihaknya hanya memperagakan ulang apa yang disampaikan tersangka maupun saksi dalam BAP. Karena pelaku maupun saksi tidak pengakui siapa pelaku pembakaran rumah, hingga menewaskan korban di dalam rumah yang sebelumnya dianiaya oleh tersangka menggunakan sekop pada bagian kepala, rusuk dan kaki.

“Karena tersangka dan saksi tidak mengakui siapa yang bakar, makanya dalam rekonstruksi ini tidak ada adegan membakar,” jelas Yohanis.

Dikatakan, tidak mengakui siapa yang membakar, itu merupakan hak tersangka maupun saksi untuk membela diri. Namun tentu fakta dalam penyelidikan dan penyidikan akan membuktikan apakah rumah semi permanen itu dibakar atau terbakar. Namun dari hasil forensik menyebutkan bahwa rumah tersebut dibakar, sehingga dalam proses penyidikan kasus itu pihaknya akan berupaya untuk mengetahui siapa pelaku pembakaran rumah tersebut.

“Kami juga sudah konfirmasi ke PLN terkait jaringan listrik di rumah itu, katanya tidak ada hubungan arus pendek di sana,” bilang dia.
Sementara, Kasubag Humas Polres TTS, AKP J Lasarus mengatakan, terkait kasus penganiayaan berat hingga mengakibatkan kehilangan nyawa orang lain yang dilakukan tersangka Deni Malelak, dijerat dengan Pasal 187 ke-3 KUHP, Pasal 352 ayat (1) dan (3) dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Sebagaimana diketahui, tersangka menganiaya korban ketika korban hendak melerai pelaku yang saat itu dalam keadaan mabuk, menganiaya ibu kandungnya karena memaksakan diri untuk tidur bersama ibu dan adik tirinya bernama Febi Magang. Korban maupun pelaku saat itu sama-sama dalam keadaan mabuk miras, karena malam itu Febi menggelar pesta ulang tahunnya. (yop/ays)

Click to comment

Most Popular

To Top