Habiskan Miliaran, Lasiana Sepi Pengunjung – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Habiskan Miliaran, Lasiana Sepi Pengunjung

SEPI. Inilah kawasan wisata Pantai Lasiana di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima yang sepi pengunjung. Diabadikan Selasa (24/10).

IMRAN LIARIAN/TIMEX

Karcis Masuk Terlalu Mahal

LASIANA, TIMEX – Kawasan wisata Pantai Lasiana yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi NTT menelan anggaran sekira Rp 9 miliar. Namun, sampai saat ini, pantai ini sepi peminat.

Kawasan ini dibangun selama dua tahun anggaran, yakni tahun 2015 dan 2016. Pemprov sebelumnya bertekad menjadikan kawasan ini menjadi pusat ekonomi baru. Namun memasuki akhir 2017, belum ada denyut nadi ekonomi di Pantai Lasiana. Masih sepi peminat.

Lurah Lasiana, Yesriel Henuk kepada Timor Express, di ruang kerjanya, Selasa (24/10) mengatakan salah satu strategi untuk menarik para pengunjung untuk datang ke tempat wisata yakni harus menyelenggarakan event setiap hari libur. Seperti pentas seni budaya lokal. Menurutnya, NTT kaya akan budaya, sehingga perlu dipentaskan.

Banyak tarian dan musik daerah yang bisa menjadi daya tarik di kawasan wisata. Jika budaya lokal ini diangkat, maka akan banyak peminat dari luar daerah. “Saya kira rutin dilaksanakan maka pengunjung akan datang. Saat ini memang harus dituntut untuk menjalankan program inovasi, kalau tidak maka wisata Pantai Lasiana hanya dengar namanya saja,” katanya.

Ia mengatakan, jika pemerintah menggelar event di kawasan ini, dipastikan akan ada pengunjung. Apalagi event digelar secara rutin.

Menurutnya, salah satu manfaat dari banyaknya pengunjung adalah dapat menghidupkan ekonomi Kota Kupang, khususnya masyarakat yang ada di Pantai Lasiana. Karena saat ini, masih sepi pengunjung, maka para pedagang pun tidak mendapatkan keuntungan.

Selain itu, kebersihan pantai juga harus menjadi perhatian pemerintah. Sampah-sampah di kawasan ini masih cukup banyak. Tidak sedikit pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Padahal, di kawasan ini telah disiapkan tempat sampah.
Yesril juga mengatakan para petugas juga harus berinisiatif menyiapkan kantong plastik untuk para pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan. “Karena bersih itu indah. Bersih itu sehat.

Marilah kita bersama-sama menciptakan hidup bersih. Marilah kita angkat wisata ini menjadi lebih baik, ” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Lasiana, Benyamin Salmon mengatakan pemerintah jangan membebani masyarakat dengan tingginya harga karcis masuk. Saat ini karcis masuk Pantai Lasiana per orang Rp 5.000 ditambah dengan kendaraan Rp 5.000, sedangkan kendaraan roda empat Rp 10. 000. “Kalau bisa harga karcis masuk juga diturunkan,” ungkap Ketua LPM Lasiana.

Selain itu, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) memasang papan pengumuman yang mengatakan daerah rawan buaya. Ini sebagai salah satu penyebab warga takut datang ke kawasan wisata tersebut. Ia mengatakan, perlu disiasati sehingga pengumuman ini terkesan tidak menakut-nakuti pengunjung yang datang. (mg22/sam)

Click to comment

Most Popular

To Top