‘Joker Merah’ Terancam Mati di Tangan – Timor Express

Timor Express

POLITIK

‘Joker Merah’ Terancam Mati di Tangan

RESMI. Dari kiri, benny K. Harman, Ketum PKPI A.M Hendropriyono, Benny Alexsander liteloni dan ketua PKPI Provinsi NTT yan mboik pose bersama di kediaman ketum PKPI,jakarta, belum lama ini.

IST

PKB Penentu Nasib PDIP

PKPI Resmi Dukung BKH-Litelnoni

KUPANG, TIMEX-Nasib PDI Perjuangan untuk bisa bertarung dalam Pilgub NTT 2018 ada di tangan PKB. Partai pemenang kedua DPRD NTT dengan 10 kursi itu akan lolos di Pilgub NTT jika berkoalisi dengan PKB yang memiliki lima kursi. Sebenarnya masih ada satu Parpol yakni PKS, namun hanya memiliki dua kursi. Jika PDIP-PKS berkoalisi pun tidak memenuhi syarat untuk mengajukan calon gubernur/wakil gubernur. Karena itu, PDIP harus berjuang mati-matian agar bisa berkoalisi dengan PKB. Memang, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Parera mengatakan dirinya sudah bertemu dengan Sekjen DPP PKB Abdul Kadir Karding.

Namun, belum ada jaminan PKB akan berkoalisi dengan PDIP. Belum ada SK yang dikeluarkan DPP PKB. KUPANG, TIMEX-Nasib PDI Perjuangan untuk bisa bertarung dalam Pilgub NTT 2018 ada di tangan PKB. Partai pemenang kedua DPRD NTT dengan 10 kursi itu akan lolos di Pilgub NTT jika berkoalisi dengan PKB yang memiliki lima kursi. Sebenarnya masih ada satu Parpol yakni PKS, namun hanya memiliki dua kursi. Jika PDIP-PKS berkoalisi pun tidak memenuhi syarat untuk mengajukan calon gubernur/wakil gubernur. Karena itu, PDIP harus berjuang mati-matian agar bisa berkoalisi dengan PKB. Memang, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Parera mengatakan dirinya sudah bertemu dengan Sekjen DPP PKB Abdul Kadir Karding.

Namun, belum ada jaminan PKB akan berkoalisi dengan PDIP. Belum ada SK yang dikeluarkan DPP PKB. Sebagaimana diberitakan sebelum, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang mengatakan bahwa PDIP bisa saja tidak ikut dalam Pilgub NTT 2018 jika tidak sanggup berkoalisi. Bisa saja ‘Joker Merah’ PDIP mati di tangan jika tidak mendapat dukungan dari PKB. Karena figur lain juga gencar melakukan komunikasi dengan PKB. Sebut saja BKH yang juga mendaftar di PKB gencar melakukan komunikasi dengan petinggi PKB.

PDIP sudah menyiapkan dua paket dengan menggandeng dua kader PKB untuk disanding sebagai Cagub-Cawagub. Kristo Blasin yang akan disandingkan dengan Noviyanto Umbu Lende dan Daniel Tagu Dedo yang berpasangan dengan Anton Doni Dihen. Namun, sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari PKB soal ini. Meski demikian, ada desas desus bahwa PKB bakal mengajukan Bupati Ngada, Marianus Sae sebagai calon gubernur.Karena itu, peluang PDIP untuk membangun koalisi semakin kecil dan hanya menyisahkan satu kesempatan yakni dengan PKB setelah Jumat kemarin, PKPI memberikan dukungan untuk BKH-Litelnoni.

Resmi PKPI berkoalisi dengan Demokrat dan Hanura. Karena posisi PKPI dengan tiga kursi juga sangat strategis bagi PDIP karena keduanya bisa berkoalisi dan membentuk satu poros. PKB yang diprediksi punya kans besar bekerja sama politik dengan DPP PDIP di Pilgub NTT, hingga saat ini belum juga memfinalisasi arah koalisinya. Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Parera kepada Koran ini mengaku telah melakukan penjajakan lewat komunikasi intensif dengan Sekjen DPP PKB Abdul Kadir Karding.DPP PDIP menurut Andreas, memang saat ini lebih fokus mencari kawan koalisi di Pilgub NTT. Untuk itu keputusan mengusung Paslon bakal dikeluarkan setelah memastikan parpol koalisi. Terkait keterangan Andreas yang juga anggota Komisi I DPR RI itu, Sekjen Karding yang dikonfirmasi Jumat kemarin mengatakan, hingga saat ini komunikasi politik terus dilakukan DPP PKB dengan sejumlah parpol.”Kita masih terus memperlajari dan berkomunikasi dengan semua pihak,” singkat Karding.

PKPI Usung Duo Benny

PKPI memfinalisasi keputusannya mengusung pasangan calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) Benny Kabur Harman (BKH) dan Benny Alexander Litelnoni.Dengan bergabungnya PKPI yang mengantongi 3 kursi legislatif, maka Paslon Duo Benny bakal maju bertarung di hajatan demokrasi lima tahunan tingkat NTT itu dengan kekuatan 16 kursi. Demokrat memiliki 8 kursi di DPRD Provinsi NTT, sementara Hanura dengan kekuatan 5 kursi. Sekjen DPP PKPI, Imam Anshori Saleh yang dikonfirmasi Koran ini kemarin, Jumat (27/10), membenarkan dukungan itu.Ia mengatakan, DPP PKPI telah memfinalisasi dukungan ke Paslon Duo Benny. “Ya (finalisasi dukungan ke Duo Benny). Sudah ada rekomendasi, tinggal penyerahan saja,” kata Imam.Menurut dia, penyerahan Surat Keputusan (SK) mengusung Duo Benny dari DPP PKPI segera dilakukan dalam waktu dekat. “Kita segera serahkan SK. Tergantung kesiapan calon,” imbuh dia.

PDIP Mengerucut Enam Nama

Hingga Jumat (27/10), DPP PDIP belum menyelesaikan proses penetapan calon gubernur NTT. Ketua DPP PDIP, Herman Heri dikonfirmasi di Kupang, kemarin, menjelaskan dari 15 nama calon yang mendaftar ke PDIP sudah dikerucutkan menjadi enam nama. Pekan depan tinggal dua atau tiga nama. Sementara itu, untuk penetapan, Herman menargetkan dua minggu dari sekarang. “Dua minggu lagi penetapan karena sekarang masih difinalisasi di DPP,” kata Herman Heri saat menghadiri acara launching buku Merah Putih Tergadai di Perbatasan di Sotis Hotel, kemarin. Ditanya soal enam nama tersisa yang masih ada di tangan DPP, Herman Heri enggan menyebutkannya. Menurutnya, PDIP masih terus berproses. Dan ini sudah sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Tentunya PDIP punya strategi sendiri sehingga saya kira tidak terlambat,” katanya.Herman Heri juga menjelaskan PDIP pasti menetapkan calon tidak di luar dari 15 nama yang telah mendaftar sebelumnya. Bahkan, ia juga mengatakan nama-nama yang ada di DPP punya peluang yang sama. Tidak mesti kader murni PDIP. “Bagi PDIP prinsip kader itu macam-macam. Tidak mesti harus dari dalam. Orang luar pun kalau dia masuk, kita bajumerahkan dulu. Tidak mutlak dari dalam. Dan banyak juga kader lama yang sudah tercecer keluar kita tarik bisa tarik masuk,” kata anggota Komisi III DPR RI ini.Untuk diketahui, sebanyak 15 calon yang mendaftar ke DPD PDIP NTT, yakni Kristo Blasin, Raymundus Sau Fernandes, Ibrahim Agustinus Medah, Daniel Tagu Dedo, Ayub Titu Eki, Hyronimus Agustinus Fernandes, Honing Sanny, Daniel Herison Wadu, Johanes Sunny, Aloysius Lele Madja, Robert Soter Marut, Marianus Sae, Mikael Umbu Zasa, Ignatius Iryanto Djou dan Novianto Umbu Lende. (joo/fmc/sam/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top