Mahasiswi Unimor Tewas di Kos – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Mahasiswi Unimor Tewas di Kos

Dalami Motif, Polisi Amankan Obat Datang Bulan

KEFAMENANU, TIMEX-Naas menimpa Fransiska F. Maria Seran, mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Timor (FE Unimor). Dia ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di kamar kosnya dibilangan KM 9, perumahan BTN Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU, Rabu (1/11).

Korban Fransiska asal kampung Kamanasa, Kabupaten Malaka ditemukan sekira pukul 18.00 wita di kamar kos Galilea. Korban awalnya ditemukan seorang teman pria korban, Jems yang diduga sebagai pacarnya. Setelah mengetahui kekasihnya dalam keadaan tak bernyawa sehingga memanggil teman kos korban. Informasi cepat menyebar sehingga warga mulai berdatangan memadati lokasi untuk melihat peristiwa tragis itu.

Tak lama berselang Anggota Polres TTU, tiba dilokasi melakukan memasang Police Line dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Sekira pukul 20.45 wita jenazah korban dibawa ke RSUD Kefamenanu untuk dilakukan otopsi.

Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto saat dikonfirmasi wartawan di lokasi TKP, menuturkan, kondisi korban saat ditemukan sudah kaku dan dalam posisi tidur telentang tertutup selimut dan dari mulutnya keluar busa.

Belum dipastikan penyebab kematian korban, sehingga Polisi masih mendalami motifnya. Dari hasil olah TKP sudah diamankan sejumlah barang bukti seperti makanan, obat vitamin C, obat datang bulan dan obat berbentuk pil. “Belum tahu motifnya apa, kita masih dalami. Masih pemeriksa saksi kumpulkan barang bukti kalau sudah cukup baru disimpulkan,” tandasnya.

Sementara pemilik Kos Galilea, Elisabet Taena mengaku baru mengetahui meninggalnya korban dari sesama teman kosnya. Kendati setiap hari selalu mengontrol anak kosnya tapi dirinya tidak tahu apa yang menyebabkan korban meninggal di dalam kamar.

Menurut Elisabet, semua penghuni kamar kos hanya ditempati perempuan. Korban baru satu tahun menempati asramannya.
“Semua kamar khusus dihuni perempuan. Aturan disini ketat saya tempel di situ. Saya hampir setiap hari disini datang lihat, tapi saya tidak tahu apa masalah sehingga (korban) harus meninggal,” ungkapnya (mg24/ays/aln)

 

Click to comment

Most Popular

To Top