Peringati Kemenangan Dharma melawan Andharma – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Peringati Kemenangan Dharma melawan Andharma

GALUNGAN. Umat Hindu se-Kota dan Kabupaten Kupang saat dipimpin Pinanditha melakukan persembahyangan merayakan hari raya Galungan di Pura Oebanantha, Kelurahan Fatubesi, Rabu (1/11).

IMRAN LIARIAN/TIMEX

Umat Hindu di Kupang Gelar Perayaan Galungan

KUPANG, TIMEX-Umat Hindu di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang merayakan hari raya suci Galungan di Pura Oebanantha, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Rabu (1/11).

Perayaan hari raya yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali atau menurut kalender Bali yakni setiap 210 hari itu dilakukan dengan khidmat.
Ketua Pengempon Pura Oebanantha Kupang, I Nyoman Berati Antara, kepada koran ini di pura Oebanantha kemarin menjelaskan, perayaan Galungan ini merupakan wujud memperingati kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan) yang ada pada diri manusia.

Untuk itu, lanjut Nyoman, rangkaian kegiatan perayaan Galungan ini dilakukan sejak pukul 09.00 Wita dimulai dengan upacara Melasti di Pura Manik Segara Oeba. Upacara ini dilakukan dengan mengambil Tirtha Amertha di tengah lautan dengan menghaturkan persembahan ayam hitam dan bebek hitam. Setelah itu dilanjutkan dengan memberikan Air Tirtha yang diambil dari tengah lautan kemudian diberikan kepada semua Pralingga Pura-Pura yang ada di Kupang dan Kabupaten Kupang.

Sesudah itu, jelas Nyoman, Umat Hindu melakukan tradisi mengitari pantai selama tiga kali putaran mengikuti arah jarum jam. Ini dimaknai sebagai bagian dari perjalanan roda kehidupan manusia di dunia. “Bagaimana kita menjaga keseimbangan atau keharmonisan antar sesama manusia dimana rasa saling menghormati atau menghargai antara satu dengan lainnya serta bagaimana kita menjaga semesta ini dengan baik,” ujarnya.

Nyoman mengungkapkan, rangkaian kegiatan perayaan Galungan kemarin dimulai sejak pagi dan puncaknya melaksanakan sembahyang di Pura Oebanantha sekira pukul 15.00 Wita. Persembahyangan ini dipimpin Ida Pedande Gde Panji Sogata dari Jakarta.

Setelah itu, kata Ketua Pengempon Pura Oebanantha Kupang, Umat Hindu yang ada di Kota Kupang maupun di Kabupaten Kupang melaksanakan upacara Mecaru, yakni pemberian Tirha Amerta (Air Suci) dari Pinandita kepada Umat Hindu yang hadir dalam persembahyangan kemarin. Setelah pemberian air suci, tepat pada pukul 18.00 wita dilakukan puncak persembahyangan bersama seluruh umat Hindu diakhiri dengan Dharma Wacana. Sebagaimana terpantau koran ini, setelah kegiatan persembahyangan, dilanjutkan dengan pementasan hiburan berupa tari-tarian khas Bali. (mg22/aln)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!