Kembangkan IBM, Politani Gandeng Pesantren di TTS – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Kembangkan IBM, Politani Gandeng Pesantren di TTS

PEMBERDAYAAN. Dosen Pendamping Program IBM, Nimrod Neonufa menyerahkan bantuan berupa bibit tanaman holtikultura kepada pengurus Pesantren MitfahudinDesa Oekam, Kecamatan Amanuban Timur, TTS.

IST

SOE, TIMEX-Politeknik Pertanian (Politani) Kupang menerapkan Iptek Bagi Masyarakat (IBM) berupa penerapan teknologi bagi Pesantren Mitfahudin yang ada di Desa Oekam, Kecamatan Amanuban Timur Tengah Selatan (TTS) dengan didampingi dosen pendamping dari Politani, Nimrod Neonufa, STP, M. Si.

Kegiatan Iptek bagi Masyarakat ini merupakan salah satu bentuk pengabdian pada masyarakat Politani Kupang dengan sumber dana dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tahun anggaran 2017.

Menurut Nimrod, tujuan dari program ini untuk bagaimana mempersiapkan kelompok atau mitra dalam menghadapi pasar bebas ke depan. Dan Politani Kupang menjadi perguruan tinggi yang dipercaya untuk menyelenggarakan IBM dan fokus mereka adalah kelompok tani yang baru berkembang, pemuda putus sekolah, pesatren dan sebagainya. Harapannya, ketika diberi teknologi melalui pendampingan akan menjadi bekal bagi mereka setelah tamat dan menjadi bekal untuk berwirausaha dan tidak berpikir menjadi PNS.

Khusus untuk di Kabupaten TTS, pihaknya melakukan pendampingan terhadap anak-anak di Pesantren Mitfahudin yang ada di Desa Oekam, Kecamatan Amanuban Timur.

Lebih jauh, Nimrod menjelaskan, dipilihnya Pesantren Mitfahudin karena kehidupan anak-anak di pesantren ini hanya mendapatkan bantuan dari donatur, sementara di sekitar pesantren ada lahan yang bisa dijadikan tempat untuk usaha.
“Selama ini hanya harap dari donatur. Tugas mereka hanya belajar, sementara di satu sisi mereka adalah tenaga kerja produktif. Dari situ, kami ajarkan mereka berkelompok dan memafaatkan lahan di sekitar pesantren. Kendala yang dihadapi selama ini adalah bagaimana kita mulai. Dari situlah kita dampingi para santri ini,” demikian katanya.

Melalui Program IBM ini, lanjutnya, pihaknya memfasilitasi mereka untuk mulai berusaha dan membentuk kelompok. Awalnya, dibentuk dua kelompok dengan 4-6 anggota. Dua kelompok ini selanjutnya menjadi virus bagi yang lain.
Adapun jenis usaha yang dilakukan oleh dua kelompok ini adalah dengan usaha tanaman holtikultura, ayam buras dan ikan lele serta ikan nila.
“Anggaran semuanya dari Dijen Dikti Kemendikbud. Selain itu, kita berikan mereka benih dan pendampingan teknologi. Anggaran untuk pengadaan bibit dan pupuk mencapai Rp 24 juta,” ujarnya.

Sejak kelompok ini memulai kegiatan pada Bulan Maret 2017 lalu hingga kini, telah dilakukan dua kali panen dan per 31 Oktober 2017, jumlah pemasukan dari dua kelompok ini telah mencapai Rp 65 juta. “Ada peningkatan lebih dari 100 persen,” ucapnya.
Setelah dua kelompok ini berhasil, lanjut Nimrod lagi, saat ini dampaknya mulai terasa di masyarakat sekitar, dimana awalnya mereka apatis kini mulai tertarik dan membentuk kelompok tani sendiri.

“Itulah virus positifnya. Sampai sekarang sudah dua kali panen,” demikian kata Nimrod lagi.

Ke depan, demikian dosen Politani Kupang ini, program IBM ini akan terus dilanjutkan, karena dinilai cukup berhasil. (*/yop/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top