Pelatih Harus Bisa Lahirkan Atlet Berprestasi – Timor Express

Timor Express

SPORTIVO

Pelatih Harus Bisa Lahirkan Atlet Berprestasi

BUKA PELATIHAN. Kabis Sport Science dan Iptek KONI NTT Dr. Johni Lumba mengalungkan tanda peserta kepada perwakilan peserta dai Flotim, disaksikan Ketua PRSI NTT Bobby Pitoby, Robby Ndun serta para peserta pelatihan lainnya di, Sabtu (11/11) lalu.

RUDY MANDALLING/TIMEX

Pelatihan Pelatih, juri dan wasit Renang

KUPANG,TIMEX – Dalam rangka meningkatkan prestasi olahraga renang di NTT, Pengprov Persatuan Renang Seluruh Indonesia(PRSI) NTT menggelar pelatihan pelatih, juri dan wasit, yang dilangsungkan di Hotel Naka, Sabtu-Minggu (11-12/11) kemarin.

Kegiatan tersebut di buka secara resmi oleh Ketua Harian KONI NTT, Andre Koreh yang diwakili Kabid Sport Saint dan Iptek KONI NTT, Dr. Johni Lumba.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua pengprov PRSI NTT Bobby Pitoby, serta Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kota Kupang, Robby Ndun.

Dalam sambutannya yang dibacakan Dr Jhoni Lumba, Andre Koreh mengapresiasi langkah PRSI NTT yang menggelar platihan ini, sebagai awal yang baik dalam rangka pembinaan dan pengembangan olahraga renang di NTT.

Kegiatan ini menurutnya, juga sangat strategis karena didahului dengan mempersiapkan SDM.

“Jika SDM pelatih dan wasit tidak di persiapkan dengan baik, mustahil bisa membina atlet untuk mencapai prestasi yang baik dan membangakan,” katanya.

Karena itu, baik peserta pelatihan pelatih maupun wasit tidak sekedar mengikuti pelatihan ini hanya untuk sekedar mendapatkan sertifikat.
“Bagaimana mengimplementasikannya dilapangan dengan membina/melatih atlet mulai usia dini,” ingatanya.
Diharapkannya juga , setelah selesai pelatihan ini agar peserta dapat membentuk klu-klub renang di sekolah-sekolah dengan memanfaatkan kolam renang yang ada baik milik swasta maupun pemerintah.

Ditegaskannya juga, karena diantara peserta yang merupakan guru olahraga, banyak juga yang sudah menjadi pelatih dan wasit di cabang olahraga lain, sehingga diharapkan jangan sekedar ikut penataran untuk mendapatkan sertifikat.
“Harus fokus pada salah satu cabang olahraga, dan sebagai pelatih harus bisa dan mampu membina, melatih atlet untuk meraih prestasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Andre Koreh juga mengungkapkan bahwa tahun depan KONI NTT akan menggelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTT ke-VII, dimana dalam rapat koordinasi teknis, telah ditetapkan cabang olahraga yang akan di pertandingkan di Porprov. Namun, KONI tidak menutup kemungkinan untuk menabah cabang olahraga baru, selain cabang olahraga yang sudah ditetapkan, dengan ketentuan cabang olahraga tersebut harus ada di minimal lima Kabupaten/Kota.

“Kalau renang mau dipertandingkan di Porprov yang akan datang, maka wajib membentuk lima Pengkab/Pengkot, tentunya dengan rekomendasi KONI Kota/Kabupaten,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov PRSI NTT, Bobby Pitoby dalam kesempatan tersebut mengatakan Pengprov PRSI NTT barus dibentuk dan masih membutuhkan dukungan dan bimbingan dari KONI NTT, sehingga kedepan lebih baik lagi. Menurut hasil riset kata Bobby, Renang ini merupakan salah satu cabang olahraga terbaik dari semua cabang olahraga.

“Di olahrga renang, tingkat resiko cedera nol dan bisa menciptalan tubuh yang sehat, mulai jantung, paru-paru otot dan lain. Dan ini berdasarkan hasil riset di Amerika,” katanya.

Karena itulah lanjut Bobby, olahraga renang ini perlu dikembangkan juga di NTT kembangkan.
“Salah satu upaya untuk mengembangkan olahraga renang ini di NTT, salah satunya dengan men-training para pelatih/wasit ini,” ungkap Bobby
Bobby juga mengakui jika fasilitas renang di NTT sangat terbatas. Kolam renang misalnya, di NTT memang sudah ada beberpa kolam renang, namun belum standar.

“Saya lagi membangun kolam renang di Sikumana dengan standar internasional berukuran panjang 50 meter. Kalau kita punya kolam renang standar, kita tidak kalah dengan orang lain dan NTT kedepan akan lebih baik,” bebernya.

Sedangkan Robby Ndun dalam kesempatan tersebut mengatakan dalam Olahraga prestasi, yang harus dipersiapkan adalah SDM, organisasi dan juga program bertahap dan berkelanjutan dan tentunya keuangan.

Dengan hadirnya organisasi renang ini, tentunya bibit yang ada secara bersama bisa lihat dan diseleksi untuk tampil di ajang lebih tinggi.
Kegiatan pelatihan pelatih, juri dan wasit ini, diikuti 35 orang peserta yang berasal dari beberapa kabupaten/kota seperti Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Sikka, dan Flores Timur.

Sebagai intruktur PRSI NTT mengundang instruktur renang nasional Andre Sentosa pemegang sertifikat A. Sementara instruktur wasit adalah Thamrin Tabe, yang berpengalaman sebagai ketua perwasitan berbagai even renang nasional dan regional.(rum)

Click to comment

Most Popular

To Top