Bulog Ganti Semua Rastra Rusak – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

Bulog Ganti Semua Rastra Rusak

RUSAK.Salah satu warga Desa Letbaun Kecamatan Semau Kabupaten Kupang menunjuk beras yang diterima dari Bulog.

IST

Minggus: Yang Rusak itu Karena Melewati Masa Penyimpanan

KUPANG, TIMEX-Badan Urusan Logistik (Bulog) Devisi Regional Provinsi NTT mengakui, banyak keluhan terkait kerusakan beras sejahtera (Rastra). Dan, Bulog siap mengganti semua beras yang rusak dengan beras yang layak konsumsi.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog NTT, Dominggus Foes saat diwawancara Timor Express di ruang kerjanya, Senin (13/11). Meninggus jelaskan, Rastra yang ada di Bulog merupakan beras yang didatangkan dari beberapa wilayah, seperti Jawa Timur, NTB dan Makassar.

“Jadi saat masa panen, Bulog beli dan simpan di gudang di sana. Ketika gudang-gudang kita sudah siap, baru dikirim ke kita. Sementara di sini, tidak langsung terserap. Sementara beras ini masa fres maksimal 6 bulan,” beber Minggus yang didampingi Korlap wilayah IV, Agung S. Putro.

Bulog, kata dia, diperintahkan untuk membeli sebanyak-banyaknya produksi petani untuk menjaga kestabilan harga. Sehingga stok beras saat musim panen sangat banyak. Namun Bulog sendiri memiliki sistem pengaman untuk menghindari hama atau kerusakan saat penyimpanan.

“Sementara masyarakat kita tidak mau ambil setiap bulan. Tunggu sampai satu tahun, baru mau ambil satu kali. Jadi yang rusak-rusak itu memang paling banyak sudah usia satu tahun,” terang dia lagi.

Minggus tambahkan, produk beras dari setiapdaerah bisa berbeda sesuai struktur tanah. Hal ini juga mempengaruhi daya tahan terhadap hama, cuaca dan juga kerusakan lainnya. Sementara Bulog memilki sistem reproses. Misalnya, beras yang sudah melewati masa simpan akan diproses kembali dengan cara blowing untuk membersihkan debu.

Sebelumnya, sejumlah warga Desa Letbaun Kecamatan Semau Pulau Semau Kabupaten Kupang mengeluhkan Rastra yang mereka terima Sabtu (11/11). Meri Samarida Luin Katu yang juga Ketua BPD Desa Letbaun mengungkapkan, beras yang mereka terima sebanyak 9.900 kilo gram (9,9 ton). Rastra itu dibagikan kepada 55 kepala keluarga, masing-masing mendapat 12 karung berukuran 15 kilogram.

Dia jelaskan, setelah dibagikan, sebagian besar masyarakat langsung menyampaikan keluhan bahwa beras yang mereka terima semuanya rusak. Selain kotor, tidak utuh, berdebu dan berwarna kuning, rasanya pahit dan berbau. Sayangnya, warga sudah membayar Rp 1.600 per kilogram untuk mendatangkan beras tersebut. “Saya coba campur dengan beras cap nona kupang dua gelas dengan rastra satu gelas, tapi tetap tidak bisa makan,” kisahnya.

Ironisnya, warga desa tersebut baru pertama kali menerima rastra selama tahun 2017. Dan, beras tersebut dipersiapkan untuk menghadapi musim hujan dan hari raya Natal dan Tahun Baru.

Hal senada juga diungkapkan David Katu Lote. Menurut David, beras yang mereka terima tidak layak konsumsi. Menurut dia, selama ini rastra yang mereka terima tidak semuanya baik, namun tetap mereka konsumsi karena persentasi kerusakannya masih dalam tahap wajar. Namun kali ini beras yang mereka terima sangat tidak layak.

Menanggapi hal ini, Minggus Foes tegaskan, Bulog tidak akan menyusahkan masyarakat dengan beras rusak. Pihaknya pun siap menggati semua beras yang rusak. “Sebenarnya beras yang sudah rusak itu tidak boleh dikirim ke masyarakat, tetapi ini lolos. Dan kami pada prinsipnya tidak mau menyusahkan masyarakat, jadi kami segera koordinasi dengan camat dan kepala desa untuk ganti semua yang rusak,” tandas Minggu.

Masih ditambahkan Minggus, saat ini stok beras masih aman hingga Februari 2018. Saat ini beras di gudang Bulog untuk kualitas medium sebanyak 27.470 ton. Dan akan datang 22,500 ton di awal Desember, sehingga total beras medium 59.970 ton.
Sementara beras premium saat ini tersedia 1.286 ton. Gula pasir 1.415 ton dan akan datang 2.000 ton di akhir November. Bawang putih tersedia 61 ton. “Sekarang kita sedang operasi pasar juga,” tutup dia.(cel)

Click to comment

Most Popular

To Top