Dinkes Paling Lambat Serap Anggaran – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Dinkes Paling Lambat Serap Anggaran

SOE, TIMEX – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten TTS, Marthen Selan usai dilantik, langsung melakukan sidak keliling OPD lingkup Pemkab TTS untuk memeriksa sejauhmana penyerapan anggaran. Dari hasil sidak, diketahui sejumlah OPD di Kabupaten TTS telah melaksanakan program dan kegiatan tahun 2017, meski belum semuanya tuntas.

Hanya satu OPD yang masih tertunggak dua program yakni di Dinas Kesehatan (Dinkes) TTS. Dua program yang masih belum dilaksanakan di Dinkes TTS adalah pembangunan puskesmas pembantu di Desa Tomanat serta fasilitas gedung belum dilaksanakan dengan nilai Rp 3,8 miliar lebih.

“Katanya dokumen belum ada, tapi setelah saya suruh periksa ada di meja kadis paling bawah,” kata Marthen, Senin (13/11).
Selain itu, Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinkes TTS tahun 2017 senilai Rp 37 miliar lebih dengan jumlah program 48, termasuk di dalamnya adalah pembangunan RS Pratama Boking. Penyerapan anggaran RS Pratama Boking juga lambat, karena baru dikerjakan akhir bulan Oktober.

Dari total anggaran tersebut, baru mencairkan Rp 9 miliar. Sementara Rp 27 miliar belum cair. RS Pratama Boking sudah bisa mencairkan tahap dua Rp 12 miliar, namun harus melaporkan progres kegiatan.

“Dari 48 paket, 14 PL dan 34 lelang. Kalau yang PL sudah jalan semua, sedangkan yang lelang 15 puskesmas katanya sudah jalan juga, tapi saya belum cek ke lapangan apakah sudah jalan betul atau belum. Jadi nanti saya lihat semua dulu. Khusus untuk RS Pratama Boking, kami sudah buat kesepakatan bersama paling lama tanggal 27 November tembok sudah harus naik,” tegas Marthen.

Pelaksanaan program kegiatan di Kabupaten TTS juga sudah disepakati paling lambat tanggal 27 November progres pekerjaan sudah harus mencapai 70 persen. Jika belum mencapai target yang ditetapkan, maka pekerja diminta untuk mundur.

“Kalau sampai tanggal yang kami sepakati bersama dan belum sampai 70 persen, silakan mundur,” ungkap Marthen.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD TTS, Relygius Usfunan menegaskan, sejauh ini pengawasan DPRD TTS khususnya komisi IV sudah sangat maksimal, hanya saja Bupati TTS tidak tegas dalam komitmen yakni pakta integritas yang sudah ditandatangani bersama pimpinan OPD untuk memberikan reward and punishment kepada pimpinan OPD.

Sementara, anggota Komisi IV DPRD TTS, Ruba Banunaek menegaskan, jika kinerja di dinkes buruk, maka Bupati TTS yang harus bertindak tegas yakni memberikan sanksi. (yop/ays)

Click to comment

Most Popular

To Top