Gapensi Kota Perjuangkan Nasib Anggota – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

Gapensi Kota Perjuangkan Nasib Anggota

SIAP MUSCAB.Pengurus BPC Gapensi Kota Kupang bersama panitia Muscab pose bersama usai memberikan keterangan kepada wartawan di sekretariat Gapensi Kota Kupang, Naikoten, Selasa (14/11).

CARLENS BISING/TIMEX

Akan Gelar Muscap Keenam

KUPANG, TIMEX-Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Kupang akan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) keenam Jumat (17/11).

Organisasi yang saat ini dipimpin Ketua, Vivo Ballo dan Sekretaris, Anom Kadju itu akan membahas program kerja serta memilih ketua Gapensi Kota Kupang yang baru untuk periode 2017-2022.

Vivo Ballo dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, organisasi tersebut sudah berdiri sekira 30 tahun di Kota Kupang dan merupakan organisasi dengan anggota terbanyak, yakni mencapai 210 badan usaha.

“Kita berharap, melalui Muscap ini, peran Gapensi semakin baik, terutama melayani anggotanya. Selama ini memang anggota kami mengalami banyak masalah dalam usahanya,” kata Vivo yang didampingi Ketua Panitia Muscab, Rudy Nalle dan sekretarisnya, Decky Ndun, Ketua SC, Yermy Haning dan Ketua Seksi Humas dan Perlengkapan, Heru Dupe.

Pada kesempatan itu, Vivo menguraikan, saat ini pengusaha, khususnya di bidang konstruksi lokal mulai berguguran. Bahkan menurun drastis. Pasalnya, kebijakan pemerintah menggelontorkan anggaran proyek secara gelondongan, otomatis mematikan kontraktor lokal.

Dana gelondongan, kata dia, akan dikuasai oleh satu atau dua kontraktor besar, dan lebih banyak dari luar NTT. Dia contohkan, proyek jalan hotmix di Kota Kupang, satu kelurahan atau satu kecamatan digabung menjadi satu, sehingga beberapa paket proyek bernilai puluhan miliar rupiah hanya dikuasai satu kontraktor. Hal ini secara otomatis menutup kesempatan bagi kontraktor lokal yang hanya mampu mengerjakan proyek satu atau dua miliar rupiah.

“Jadi, kelihatannya banyak proyek besar, tetapi ekonomi tidak berkembang dan tidak ada penyerapan tenaga kerja yang banyak. Karena hanya satu atau dua kontraktor yang kuasai proyeknya. Kalau proyek itu dipisah, tentu dananya turun ke masyarakat karena ada serapan tenaga kerja karena semakin banyak kontraktor yang kerja. Sementara kalau dana besar dan gelondongan, apalagi dikerjakan perusahaan luar, ya, uangnya berputar di luar NTT,” kritik Vivo.

Atas hal-hal ini, Vivo ingin pemerintah daerah ikut memperhatikan pengusaha lokal. Meski tidak diatur secara jelas dalam undang-undang, namun jika pemerintah daerah memiliki kepedulian dan keberpihakan, tentu harus ada kebijakan khusus untuk memberdayakan pengusaha lokal.

Ketua panitia, Rudy Nalle pada kesempatan itu menambahkan, Muscab akan diadakan di Hotel Swiss Belinn Kristal Kupang. Rencananya akan dibuka oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore. “Selain pembahasan AD/ART, ada juga agenda sosialisasi UU konstruksi oleh LPJK dan sosialisasi aturan tentang pengadaan barang dan jasa dengan sistem elektronik sistem tebaru,” kata Rudy yang juga didampingi salah satu anggota Gapensi, Yusuf Naragale di Sekretariat Gapensi Kota Kupang, Naikoten.

Dia berharap, badan usaha yang bergerak di bidang konstruksi untuk mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Selain anggota Gapensi, panitia juga mengundang asosiasi lain dengan perkiraan peserta mencapai 250 orang. “Nanti dalam acara tersebut, Gapensi Kota Kupang akan memberikan sumbangan bagi korban musibah angin puting beliung di Sikumana dan diserahkan langsung kepada Wali Kota Kupang,” imbuhnya.

Ketua SC, Yermy Haning menambahkan, untuk pemilihan ketua Gapensi, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi calon. Pihaknya mempersilakan anggota yang memenuhi syarat untuk maju dan bersaing dalam pesta demokrasi tersebut.

Beberapa syarat, lanjut dia, minimal perusahannya sudah tiga tahun secara berturut-turut terdaftar di Gapensi. Perusahaan tersebut juga tidak sedang pailit. “Anggota juga pernah menjabat sebagai pengurus di Gapensi dan, tidak merangkap anggota atau pengurus di organisasi sejenis lainnya,” tambah dia.(cel)

Click to comment

Most Popular

To Top