Membangun Bangsa Harus dengan Perencanaan – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Membangun Bangsa Harus dengan Perencanaan

DI ANTARA PARA PENDETA. Dahlan Iskan menerima Lukisan dirinya dalam Diskusi Nasional Menuju Indonesia Jaya (2005-2030) dan Indonesia Adidaya (2030-2055) Mewujudkan Pemikiran dan Gagasan Pdt Dr Petrus Octavianus DD PhD di Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) Batu, Selasa (14/11).

Bayu Eka Novanta/jpg

KOTA BATU, TIMEX–Dahlan Iskan menjadi tamu istimewa di depan ratusan perwakilan gereja se-Indonesia kemarin (14/11). Mantan menteri BUMN tersebut menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang dalam membangun bangsa. Tanpa itu, pembangunan akan sulit terarah.

Materi tersebut disampaikan Dahlan dalam diskusi nasional bertema Meretas Jalan Indonesia Jaya 2030-Indonesia Adidaya 2055 dalam Perspektif Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Diskusi itu diselenggarakan di aula Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) Kota Batu. Tema tersebut merupakan judul tiga jilid buku karya Pendeta Dr Petrus Octavianus.

Dahlan menyatakan sepakat dengan pemikiran Octavianus. Harus ada garis-garis besar haluan negara (GBHN) untuk 25 tahun ke depan. ”Sekarang enggak ada, senengnya jangka pendek. Ini salah satu intisari buku itu,” katanya.

Mantan Dirut PLN itu mengatakan, tanpa adanya perencanaan jangka panjang, pembangunan sebuah negara sulit terarah. Apalagi, para elite politik suka mementingkan diri sendiri. ”Dua tahun pertama mengembalikan biaya kampanye, dua tahun kedua untuk (modal) kampanye,” ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.

Pembangunan saat ini bukan saja tanpa perencanaan jangka panjang. Permasalahan selanjutnya adalah sulit menemukan ahli yang bisa merencanakan masa depan. Sebab, perubahan terlalu cepat dalam beberapa tahun terakhir ini. Bahkan, statistik juga sulit memprediksi masa depan.

Meski begitu, bangsa Indonesia harus tetap selalu optimistis. Sebab, ada sekitar 120 juta dari 200 juta penduduk Indonesia yang bisa diandalkan. ”Orang ini enggak lagi miskin. Dan bakal jadi penggerak pembangunan bangsa ini, asalkan enggak direcokin (diganggu, Red),” terangnya.

Kunjungan Dahlan ke YPPII adalah untuk kali kedua. Sebelumnya, sekitar 1978, Dahlan pernah berkunjung. Dalam kunjungan kedua itu, Dahlan sekaligus menjajal kemampuan mobil listrik Tesla yang dikendarai dari Surabaya. (im/lid/c6/ang/jpg/ito)

Click to comment

Most Popular

To Top