RDP Batal – Timor Express

Timor Express

RAGAM

RDP Batal

RDP. Suasana RDP yang berlangsung di ruang rapat utama Lantai II Gedung DPRD Kota Kupang, Selasa (14/11).

YOSAFAT ALO/TIMEX

Wali Kota dan Wawali Tak Hadir

Tim Belum Selesaikan Pemeriksaan

KUPANG, TIMEX – Rapat dengar pendpaat (RDP) yang sedianya digelar Selasa (14/11), terpaksa ditunda. Pasalnya, mayoritas anggota DPRD yang hadir menolak jika Wakil Wali Kota, Herman Man yang menjadi korban persekusi oleh ASN tidak hadir. Setelah melalui perdebatan yang panjang, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe memutuskan menskors rapat.

Turut mendampingi Ketua DPRD, yakni Wakil Ketua, Christian Baitanu dan Wakil Ketua, Tenny Medah.  Sementara dari pihak Pemerintah Kota Kupang, diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Bernadus Benu, Asisten Bidang Pemerintahan Yos Rera Beka, Kepala BKD Kota Kupang, Daud Djira, Kabag Hukum Setda Kota Kupang, Alan Girsang serta Kasat Pol PP, Thomas Dagang dan beberapa pejabat eselon II lainnya.

Setelah pimpinan sidang mengetok palu untuk membuka RDP, terjadi hujan interupsi dari para anggota yang hadir. “Apa yang mau kita bicarakan kalau kedua belah pihak ini tidak hadir. Sebaiknya rapat kita skors supaya dilakukan koordinasi,” kata anggota DPRD asal Fraksi Golkar, Zeyto Ratuarat.

Ketua Fraksi Partai Hanura, Melkianus Bale mempertanyakan dasar dilakukannya RDP tersebut. Pasalnya, persoalan yang terjadi yakni antara pimpinan daerah dan beberapa oknum ASN. Oleh karena itu, sebaiknya diberikan kesempatan kepada Pemkot, khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk menyelesaikannya.
Ketua Fraksi partai Gerindra, Merry Salouw juga meminta RDP diskors jika tidak dihadiri Wakil Wali Kota. Selain itu, para ASN yang menjadi pelaku persekusi pun tidak hadir. Oleh karena itu, sebaiknya RDP tidak dilanjutkan.

Berbeda dengan itu, Ketua Fraksi PAN, Livingston Ratu Kadja mengatakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota sudah mendelegasikan kepada Sekretaris Daerah untuk memberikan penjelasan dalam forum RDP. Bahkan, Liv meminta agar video para ASN yang viral di media sosial itu diputar dalam forum RDP tersebut.
Namun, karena mayoritas meminta RDP diskors, pimpinan rapat pun memutuskan rapat diskors sampai waktu yang tak ditentukan. “Saya putuskan rapat diskors,” kata pimpinan rapat Yeskiel Loudoe sambil mengetuk palu. RDP pun tanpa hasil.

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Bernadus Benu yang dikonfirmasi usai RDP tersebut mengatakan pemeriksaan oleh tim yang dibentuk masih sementara berlangsung. “Tim sementara bekerja dan semua ASN yang terlibat dalam insiden ini telah dipanggil semua untuk dilakukan pemeriksaan. Kami belum dapat mengambil kesimpulan,” katanya.

Ia mengatakan hasil pemeriksaan akan diserahkan kepada Wali Kota untuk memutuskan. “Karena wali kota adalah pembina ASN di kota ini. Kami tidak dapat memberikan sanksi, sebelum mendapatkan kesimpulannya,” kata Bernadus.

Ia juga menyebutkan pemeriksaan dilakukan terhadap tiga orang ASN yang terlibat dalam insiden tersebut. Selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan untuk dua orang lagi. “Perlu ditindak secara serius karena mendapat perhatian pak wali kota dan wakil wali kota. Jadi kami terus mendalami,” kata Bernadus. (sam)

Click to comment

Most Popular

To Top