201 Koperasi tidak Bisa Diselamatkan – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

201 Koperasi tidak Bisa Diselamatkan

SERTIFIKAT.Kadis Koperasi dan UMKM NTT, Kosmas Lana (tengah) pose bersama jajaran sambil menunjuk slah satu sertifikat koperasi yang dikeluarkan Kementerian Koperasi di kantornya, Kamis (16/11).

CARLENS BISING/TIMEX

Total Aset Koperasi di NTT Capai Rp 6,3 T

KUPANG, TIMEX-Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, Kosmas Lana menyebutkan, 367 koperasi yang tidak aktif selama sekira dua tahun, hanya 172 koperasi yang bisa diselamatkan setelah dilakukan intervensi oleh pihaknya.

“Sisanya yang 201 itu memang sudah tidak bisa kami selamatkan lagi, tetapi tidak gampang untuk membubarkan. Ini yang kami sudah sampaikan ke Kementerian Koperasi,” kata Kosmas di ruang kerjanya, Kamis (16/11).

Kosmas yang didampingi jajarannya itu menjelaskan, proses pembubaran koperasi-koperasi itu harus menunggu sejumlah hal. Misalnya, jika masih ada pinjaman yang belum dilunasi atau ada dana penyertaan modal dari pemerintah, maka pembubarannya harus menunggu proses penyelesaian dana-dana tersebut.

Menurut dia, sampai saat ini dana penyertaan modal yang bersumber dari APBD NTT mencapai Rp 41,780 miliar lebih. Sayang, baru Rp 27,274 miliar dari dana tersebut yang sudah dikembalikan. Sementara Rp 14,516 miliar belum dikembalikan karena diduga diberikan kepada 201 koeprasi yang akan ditutup tersebut.

Meski demikian, Kosmas mengatakan, jumlah masyarakat yang bergabung dengan koperasi terus bertambah. Bahkan hingga akhir Oktober 2017, dari 4.107 koperasi yang tersebar di seluruh NTT, anggotanya mencapai 1,1 juta lebih atau sepertiga dari penduduk NTT.

Dia melanjutkan, jumlah manejer koperasi mencapai 1.549 orang. karyawan 9.083 orang, pengurus 13.090 orang dan pengawas 14.011 orang. Selanjutnya, jumlah modal sendiri Rp 2, 410 trilun lebih, modal luar Rp 4,010 miliar lebih. “Total aset semua koperasi di NTT sudah mencapai Rp 6,3 trliun lebih, dengan folume usaha Rp 5,6 triliun lebih dan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebanyak Rp 361 miliar lebih,” sebut Kosmas yang menambahkan, modal luar koperasi bersumber dari bantuan pemerintah melalui LPDP dari pusat dan juga APBD.(cel)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!