Mabuk, Perkosa Anak Kandung Berkali-kali – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Mabuk, Perkosa Anak Kandung Berkali-kali

KEFAMENANU, TIMEX – Kasus perkosaan anak di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten TTU. Korbannya DN, 13 siswi salah satu SD di Kecamatan Bikomi Selatan.

Kamis (16/11), korban DN didampingi ibunya, KA dan saudaranya AA mengadukan Yohanes AN, warga Kecamatan Bikomi Selatan, lantaran Yohanes diduga memperkosa DN.

Saat tiba di Polres TTU, korban diterima kepala SPKT II, Aipda Robert Ino Tas’au dengan laporan polisi nomor: LP/324/XI/2017.

KA menuturkan, kejadian bermula, Jumat (10/11) sekira pukul 14.00. Saat dirinya pulang dari kebun kaget saat masuk ke kamar melihat DN duduk termenung ditempat tidur seolah kehilangan akal. Sementara, Yohanes suaminya berdiri dalam keadaan bugil.

Herannya, saat bertanya terkait peristiwa itu justru dirinya mendapat amarah dan pukulan dari Yohanes. Bahkan, DN anaknya pun tak menjawab, sebab takut dianiaya Yohanes suaminya.
KA menuturkan, karena tak puas sehingga telepon keluarga dan menyarankan untuk mengadu ke polisi.

Rabu (15/11), KA bersama korban ke Polres TTU untuk mengadu terkait perlakuan Yohanes karena sering mendapat kekerasan dan ancaman. Bahkan, termasuk ketiga anaknya juga sering dipukul.
KA hanya bisa pasrah lantaran saat mengadu di Polsek Noemuti dan saat ditanya polisi, DN anak sulungnya mengaku diperkosa Yohanes ayah kandungnya.
Bahkan, tindakan bejat itu sudah berulang kali sejak bulan Juni lalu.

“Saya kaget anak saya mengaku kalau diperkosa bapaknya. Sehingga polisi di Polsek suruh kami datang lapor di Polres,” kisahnya.
Sementara, korban DN dihadapan polisi mengaku, hubungan tersebut sudah berlangsung sejak bulan Juli lalu. Bahkan, sudah berulang kali di saat rumah sepi. Dia mengaku takut mengadu ke ibunya karena takut ayahnya mengancam akan pukul.

Bukan hanya itu, korban mengaku biasanya ayahnya dalam keadaan mabuk alkohol sehingga memaksanya berhubungan badan. Tindakan tidak terpuji dilakukan berulang kali di saat rumah sepi atau KA ibunya sedang pergi ke kebun.

“Saya mau lapor takut diancam, takut kena marah. Biasanya kadang mabuk bapak paksa dengan saya,” kisahnya.

Terhadap peristiwa itu paman korban, AA mengaku sangat kesal terhadap tindakan bejat itu. Sebagai ayah tentunya harus merawat, menjaga dan melindungi buah hati sendiri bukannya bertindak bejat.

AA mengaku sering mendapat laporan dari KA saudarinya, karena sering diperlakukan kasar bukan hanya memarahi tetapi memukul menggunakan kayu besar. Selain KA, juga anak-anak sering dianiaya dan dipukuli hingga luka.

“Dia kalau pulang mabuk sopi istri dan anak-anak sasaran dapat marah dan kena pukul,” tandasnya.
Dia meminta polisi segera memproses hukum Yohanes, sehingga ada efek jerah. Dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya karena sudah merusak masa depan buah hati sendiri.

Sementara itu, Aipda Robert Ino Tas’au kepada wartawan membenarkan laporan terkait dugaan pencabulan terhadap korban DN anak di bawah umur yang diduga dilakukan Yohanes ayah kandung sendiri.

Sebagai tindakan polisi, korban sudah diambil visum dan laporan tersebut sudah diteruskan untuk ditindaklanjuti. Sementara anggota Sabhara sudah bergerak ke desa untuk menjemput terlapor Yohanes yang diduga sebagai pelaku.

“Laporan sudah kita terima, visum juga sudah dilakukan di RSUD Kefamenanu. Kita tunggu saja anggota sudah turun ke lokasi untuk jemput pelaku,” tandasnya. (mg24/ays)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!