LPJK Minta Kontraktor Benahi Diri – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

LPJK Minta Kontraktor Benahi Diri

BANTUAN.Mantan Ketua Gapensi Kota Kupang, Vivo Ballo menyerahkan bantuan untuk korban bencana puting beliung di Sikumana Kota Kupang secara simbolis kepada Wakil Wali Kota Kupang, herman Man saat Musda VI Gapensi Kota Kupang di Swiss Belinn Kristal Hotel Kupang, Jumat (17/11).

CARLENS BISING/TIMEX

GAPENSI: Anggota Kami Terus Berkurang

Wawali: Harus Profesional

KUPANG, TIMEX-Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Provinsi NTT, Hidayat Hanas mengatakan, jumlah badan usaha (kontrakror yang menjadi anggota Gapensi terus menyusut. Bahkan dari 360 di tahun 2014, saat ini hanya tersisa 208 perusahaan.

Berkurangnya kontraktor ini menurut dia disebabkan banyak hal. Misalnya terkait paket proyek yang diberikan gelondongan sehingga dikerjakan oleh kontraktor besar dari luar NTT. Juga terkait masalah pilkada. “Biasanya kalau setelah pilkada, mungkin karena masalah tim sukses. Jadi, bisa muncul badan usaha baru dan ada juga badan usaha yang hilang,” kata Hidayat dalam sambutannya pada acara Musyawarah Cabang (Muscab) Gapensi Kota Kupang yang berlangsung di Swiss Belinn Kristal Hotel Kupang, Jumat (17/11).

Hal senada juga diungkapkan Ketua (mantan) Gapensi Kota Kupang, Vivo Ballo. Menurut dia, masalah hukum menjadi momok pagi pengusaha untuk berkembang. Banyak kontraktor yang harus berurusan dengan penegak hukum meski menurut dia tidak sepantasnya dihukum.

Demikian juga dengan dukaan KKN dan pungutan liar oleh oknum aparat pemerintah yang membuat para kontraktor harus mengeluarkan biaya tambahan. Vivo meminta pemerintah untuk membersihkan tindakan melanggar hukum tersebut, sehingga uang yang biasanya dipungut secara liar bisa digunakan oleh kontraktor sebagai modal untuk terus berusaha. Pasalnya, para kontraktor juga kesulitan mendapatkan modal atau pinjaman dari bank. “Makanya kami dukung pemerintah kota yang sudah kerja sama dengan KPK untuk memberantas kosupsi di Kota Kupang,” kata Vivo.

Menanggapi hal ini, Ketua LPJK Provinsi NTT, Paul Tanggela mengakui, para kontraktor menghadapi banyak tantangan. Bahkan tidak sedikit yang harus gulung tikar. Paul juga mengakui, di tengah persoalan yang menghimpit para kontraktor, harus disadari juga bahwa banyak kekurangan dari badan usaha yang juga harus dibenahi.
Yang paling penting, kata Paul adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM). Karena LPJK mendapati banyak badan usaha yang sulit untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dari sistem manual ke digital. “Bahkan ada yang harus pakai orang dari luar. Ini yang harus kita benahi dulu. Bagaimana kita mau bersaing kalau SDM kita rendah. Jadi saya pikir, kita harus mulai dari diri kita juga,” tantang Paul dalam acara yang juga dihadiri Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man itu.

Terkait ancaman hukum, Paul katakan, semua harus kembali kepada badan usaha. Misalnya, jika kontraktor bekerja sesuai dengan mekanisme aturan dan menjaga mutu pekerjaan, tentu tidak akan menjadi masalah di kemudian hari. “Makanya kita harus kompeten dan beretika supaya bisa profesional, kalau profesional maka berintegritas,” tandas Paul.

Hal senada juga diungkapkan Herman Man yang hadir mewakili Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore. Menurut Herman Man, pemerintah Kota Kupang sangat mendukung niat baik para kontraktor untuk membantu pemerintah dalam membangun infrastruktur. Menurut dia, kesempatan sangat terbuka. Pasalnya, dana untuk infrastruktur tahun 2018 misalnya, lebih dari Rp 300 miliar.

“Kami pasti sepakat untuk dikerjakan orang Kupang, tapi mari kita ikut aturan. Bantu kami untuk profesional, karena 30 persen korupsi di Indonesia ada di sektor pengadaan barang dan jasa,” kata Herman Man.

Dia pun mengaja pengurus baru Gapensi Kota Kupang untuk membangun komunikasi aktif dengan pemerintah. Sehingga, keluhan atau masalah yang dihadapi para pengusaha dapat dicarikan solusi secara bersama. Herman Man pun mengaku sedih dengan kabar banyaknya kontraktor yang gulung tikar.

“Kontraktor bukan musuh tapi kawan. Jangan sampai kita saling menjatuhkan. Karena kehadiran badan usaha berdampak pada peningkatan kesejahteraan, misalnya mengurangi pengangguran dan menekan angka kemiskinan,” kata Herman Man.

Meski demikian, politikus berlatar belakang dokter itu meminta para kontraktor untuk profesional Tidak bergantung pada siapa kepala daerahnya. Jika hanya berharap pada siapa pemimpin daerah, maka tidak heran jika ada kontraktor yang hilang dan ada yang muncul.

“Untuk sousinya, kita bikin coffee morning minimal 2 kali setahun. Kita saling bicara supaya ada jalan keluar. Karena mimpi kami, konstruksi selesai 30 November supaya kontraktor tidak terkesan buru-buru,” tutup dia. Dalam acara tersebut, Gapensi Kota Kupang menyerahkan bantuan berupa 300 sak semen dan 300 lembar seng kepada korban bencara puting beliung di Sikumana Kota Kupang. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man.(cel)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!