Percepatan Akademik Jadi Tuntutan – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Percepatan Akademik Jadi Tuntutan

RUDIZON DOKO PATTY

Lembaga Pendidikan Jauh dari Komersialisasi

KUPANG, TIMEX-Pernyataan Menteri Pendididikan Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi soal percepatan kuliah mendapat tanggapan positif dari Ketua Stikes Nusantara Kupang, Rudizon Budiman Doko Patty, SE, M.Mkes. Menurut Rudizon, percepatan akademik di lembaga pendidikan tinggi harus dipandang sebagai tuntutan.

“Percepatan akademik harus dipandang sebagai tuntutan kompetisi dari pasar tenaga kerja atau pertumbuhan industri,” kata Rudizon menanggapi pernyataan Menristekdikti sebagaimana dilansir koran ini Jumat kemarin.

Menurut mahasiswa program doktor Universitas Negeri Surabaya ini, percepatan akademik ini akan membuat lembaga pendidikan jauh dari isu bisnis atau komersial, melainkan tuntutan terhadap capaian kualitas lulusan.

“Justru lembaga yang membuat lamanya waktu studi dan tidak memberi ruang untuk percepatan akademik yang seharusnya dicurigai melakukan praktik-praktik bisnis atau komersialisasi pendidikan,” tegas Rudizon.

Dirinya juga mengatakan, regulasi ini sebenarnya bukan hal baru karena sudah diterapkan di beberapa perguruan tinggi negeri ternama di indonesia. “Misalnya UI dan ITB sudah terapkan ini. Kalau perguruan tinggi luar negeri sudah menjadi fokus capaian kelulusan. Bukan indeks prestasi saja yang menjadi indikator kualitas lulusan,” kata Rudizon.

Seperti diberitakan kemarin, masa pendidikan program S1 hingga S3 bagi mahasiswa punya kemampuan di atas rata-rata, akan dipersingkat. Bila selama ini memakan waktu sembilan tahun, mulai sekarang dipangkas dua tahun.

Menteri Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan, normalnya pendidikan S1 delapan semester.

Namun ada mahasiswa yang ternyata bisa menyelesaikan pendidikan S1-nya dalam waktu tiga tahun. Kemudian lanjut S2 empat semester, dan S3 enam semester.

Itu sebabnya Nasir mengaku, tercetus ide untuk mempersingkat waktu kuliah bagi mahasiswa-mahasiswi dengan kemampuan akademik di atas rata-rata.

“Khusus mahasiswa yang nilai akademisnya tinggi bisa mengikuti program pendidikan S1-S3 tujuh tahun,” ujarnya di Jakarta, Kamis (16/11).

Dimulai dari mahasiwa semester tujuh, bisa kuliah S2 semester 1. Semester delapan S1, kuliah semester II S2. Semester I S2 kuliah semester III S2, semester II S2 kuliah semester IV.

Semester III S2 kuliah semester I S3, semeater III S2 kuliah semester II S3 dan seterusnya.

“Jadi nanti S1 hanya tiga tahun, S2 satu tahun, dan S3 tiga tahun. Kalau ini jalan, perguruan tinggi bisa punya doktor-doktor muda, karena dalam usia 23-24 tahun sudah menyelesaikan program doktoral,” terangnya. (jpnn/ito)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!