Pertamina Bentuk Satgas Jelang Akhir Tahun – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

Pertamina Bentuk Satgas Jelang Akhir Tahun

DPRD: Stok dan Dsitribusi BBM Harus Aman

KUPANG, TIMEX-Memasuki akhir tahun, masyarakat akan disebukkan dengan Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Hal ini membuat lalulintas transportasi akan meningkat, dan secara otomatis kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) naik.

Mengantisipasi hal ini, Branch Marketing PT.Pertamina NTT akan membentuk satuan tugas (Satgas) untuk mengamankan BBM selama hari raya tersebut. Hal ini dikatakan Branch Marketing Manager Pertamina NTT, Fanda Chrismianto kepada Timor Express di ruang kerjanya, Rabu (15/11).

“Satgas ini akan bekerja sama dengan perbankan karena bank-bank libur. Jadi, ada tanggal tertentu untuk bank buka supaya terima setoran pengusaha. Misalnya elpiji, minyak tanah dan BBM lain,” kata Fanda.

Menurut dia, berdasarkan pengalaman, tingkat konsumsi BBM di hari raya naik, meski tidak signifikan. Dia sebutkan, kenaikan konsumsi BBM berkisar antara 5-10 persen dari hari-hari biasa.

“Biasanya yang naik itu seperti di Labuan Bajo karena tempat wisata yang banyak pengunjungnya. Sebenarnya jumlah kendaraan tetap, namun karena aktivitas meningkat, sehingga konsumsi BBM juga naik,” sambung dia.

Namun Fanda tegaskan, stok seluruh jenis BBM dalam kondisi aman dalam beberapa pekan ke depan. Dia katakan, saat ini pertamina sudah memiliki beberapa terminal penyimpanan BBM, sehingga akan lebih mudah dalam proses distribusi.

Menanggapi hal ini, Anggota DPRD NTT, Angelino da Costa meminta Pertamina NTT untuk tidak boleh lengah menghadapi saat-saat penting bagi umat dalam merayakan Natal dan Tahun Baru.

Anggota Komisi III asal dapil Belu, Malaka dan TTU itu berharap, pertamina menjaga stok semua jenis BBM tetap aman dan juga proses distribusi harus tepat untuk menghindari kelangkaan.

“Terutama di daerah-daerah terpencil. Jangan sampai stok terbatas atau stok kurang karena distribusinya terlambat. Pertamina kan sudah bisa prediksi, daerah-daerah mana yang menjadi prioritas,” tandas Angelino.

Selain pertamina, Angelino juga meminta pemerintah daerah dan aparat untuk mencegah terjadinya praktek penimbunan BBM untuk memainkan harga BBM di tingkat pengecer atau konsumen. “Karena banyak orang yang memanfaatkan kesempatan hari raya untuk mencari untung dengan cara tidak baik. Jangan sampai hal-hal ini mengganggu aktifitas umat dalam beribadah,” tutup dia.(cel)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!