10 Hari Buron, Pasangan Kekasih Dibekuk – Timor Express

Timor Express

HUKUM

10 Hari Buron, Pasangan Kekasih Dibekuk

DICIDUK. Tim Buser Polres Kupang Kota akhirnya berhasil menangkap Mardan Ndun dan kekasihnya Novi Kase di wilayah RT 02/RW 01, Desa Letbaun, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang dan sementara dibawa ke Kupang pakai perahu, Minggu (3/12)

IST

Pelaku Penganiayaan David Bay Hingga Tewas

KUPANG, TIMEX– Pelarian Mardan Ndun dan kekasihnya, Novi Kase untuk menghindar usai menghabisi David Bay hingga tewas pada Kamis (23/11) lalu akhirnya terhenti. Ini setelah pasangan kekasih ini ditangkap Tim Buru Sergap (Buser) Polres Kupang Kota pada Minggu (3/12). Keduanya ditangkap di rumah salah satu kerabat Mardan Ndun yakni Yehezkiel Fate di wilayah RT 02/RW 01, Desa Letbaun, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang setelah 10 hari buron.

Usai ditangkap, kedua orang karyawan di salah satu rumah makan ternama di Kota Kupang ini lalu digelandang ke Mapolres Kupang Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hanya saja, oleh aparat Polres Kupang Kota, status tersangka hanya dikenakan pada Mardan Ndun dan disangka Pasal 170 KUHP jo Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Seseorang Meninggal Dunia dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Dihadapan para awak media, Minggu (3/12) petang kemarin, Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho didampingi Waka Polres Kupang Kota, Kompol Ampi M. Van Bulow dan Kasat Reskrim AKP Alnofriwan Zaputra saat jumpa pers menegaskan, pasca terlibat dalam kejadian penganiayaan yang mengakibatkan korban David Bay tewas, pasangan kekasih itu langsung melarikan diri ke Pulau Semau dengan tujuan untuk menghindar dari kejaran aparat kepolisian. “Setelah lakukan pengejaran selama 10 hari, kita akhirnya dapatkan informasi dari informan kita bahwa mereka (Pelaku Penganiayaan, Red) sementara bersembunyi di Semau. Anggota langsung ke Semau dan menangkap mereka. Saat ditangkap, mereka sama sekali tak memberikan perlawanan,” tegas mantan Wakapolres Kupang ini.

Informasi terkait keberadaan kedua pelaku, ujar Anthon, pihaknya juga langsung berkoordinasi dengan Polsek Semau. “Dari hasil interogasi yang dilakukan penyidik bagi kedua buronan itu, status Mardan Ndun akhirnya kita tetapkan sebagai tersangka. Sementara kekasihnya, Novi Kase masih sebagai saksi kunci,” tegas sosok nomor satu di Mapolres Kupang Kota ini.

Dengan demikian, maka tersangka dalam kasus berdarah yang menimpa David Bay saat ini sebanyak tiga orang ditambah dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka sebelumnya yakni Finto dan Ronald karena ketiga orang ini yang bersama-sama menganiaya korban David Bay hingga tewas.

Sementara untuk Novi Kase, Anthon tegaskan bahwa dia hanya berperan sebagai penghubung karena sempat berkomunikasi dengan korban melalui pesan singkat termasuk menentukan tempat pertemuan yakni di Jalan Taebenu, RT 06/RW 03, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang atau persisnya pabrik tahu/tempe Jembatan Liliba Atas. “Novi Kase punya bukti pesan singkat yang diterimanya dari korban David Bay. Ada kata-kata yang menyinggung perasaan Novi Kase sehingga Novi Kase menceritakan apa yang dialaminya ke kekasihnya Mardan Ndun. Tak terima kekasihnya diperlakukan seperti itu, maka Mardan Ndun lalu meminta kekasihnya Novi Kase untuk mengajak korban bertemu di TKP. Mardan Ndun juga mengajak dua orang rekan kerjanya yakni Finto dan Ronald untuk bertemu korban yang berujung penganiayaan dan mengakibatkan korban meninggal dunia,” tegas Kapolres Kupang Kota. (gat)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!