KPK-MDT Serahkan Memori Kasasi – Timor Express

Timor Express

HUKUM

KPK-MDT Serahkan Memori Kasasi

JAKARTA, TIMEX-Penuntut Umum (PU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Penasihat Hukum (PH) terdakwa Marthen Dira Tome (MDT) resmi menempuh upaya hukum Kasasi.

Hal ini dibuktikan dengan telah diserahkannya memori Kasasi oleh kedua belah pihak kepada Panitera Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Surabaya Sugeng Wahyudi.

Penyerahan memori Kasasi MDT dilakukan tim PH masing-masing Yohanis Rihi, Mel Ndaumanu dan Yanto Ekon, sekira pukul 10.00 WIB, Senin (4/12).

Yohanis Rihi saat dihubungi Timor Express via ponsel, kemarin, membenarkan. Ia mengatakan, saat memasukan memori Kasasi sebanyak 5 eksemplar tersebut, Panitera menyampaikan bahwa PU KPK pun telah memasukan memori Kasasi. “Panitera juga menyerahkan ke kami memori Kasasi KPK” kata dia.

Advokat senior di Kupang itu menjelaskan, dengan diterimanya memori Kasasi KPK, pihaknya diberikan waktu 14 hari untuk membuat kontra memori lembaga anti rasuah tersebut.

“Paling lambat minggu depan, kami akan kembali serahkan kontra memori ke panitera,” tandas Yohanis.
Sebelumnya mantan Sekretaris Peradi Kupang itu sampaikan putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya terhadap kliennya lebih ringan dari putusan pertama.

Majelis hakim menolak memori banding yang diajukan PU KPK dan memperbaiki putusan Pengadilan Tipikor Surabaya mengenai uang pengganti (UP) kerugian negara.

Majelis hakim sependapat dengan memori banding PH bahwa tidak ada aliran dana yang mengalir ke terdakwa.
Walau majelis hakim meniadakan UP, namun MDT tetap dihukum dengan pindana penjara 3 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

MDT yang juga Bupati Sabu Raijua non aktif itu menjadi terdakwa perkara dugaan korupsi Dana PLS pada Disdikbud Provinsi NTT TA. 2007 senilai Rp 77.675.354.000 yang sesuai hasil audit BPKP RI merugikan negara Rp 4.292.378.200.

Sebelumnya, PU KPK menuntut MDT dengan hukuman 12 tahun penjara, denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan dan membayar UP senilai Rp 3,735 miliar subsider 5 tahun penjara.

Sementara, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya Tahsin, dalam putusannya menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

MDT juga divonis membayar UP kerugian negara sebesar Rp 1.515.000.000, dan apabila tidak dibayarkan hingga putusan berkekuatan hukum tetap (incrah) maka diganti dengan hukuman 3 tahun penjara. (joo/fmc/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!