SDN Banoko Ujian di Bawah Terpal – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

SDN Banoko Ujian di Bawah Terpal

Belum Ada Bantuan Pemerintah

KEFAMENANU, TIMEX – Ambruknya tiga ruang kelas SDN Banoko di Desa Hauteas Barat Kecamatan Biboki Utara, tidak menyulut semangat para guru dan murid untuk beraktivitas. Terbukti, bangunan yang roboh sudah dibersihkan dan ditarik terpal untuk aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM), apalagi saat ini sedang ujian semester.

Kepala SDN Banoko, Fenti Anait saat dikonfirmasi, Senin (4/12) menuturkan di wilayah desa itu tidak ada tempat untuk menampung siswa. Sehingga terpaksa gedung yang ambruk dibersihkan dan ditarik tiga lembar terpal sebagai tenda agar dimanfaatkan siswa untuk ujian semester.

“Bangunan yang roboh sudah dibersihkan warga. Kemarin sudah tarik terpal darurat untuk anak-anak bisa pakai ujian semester,” tandasnya.

Dikatakan, tenda darurat yang sudah terpasang dibangun terpisah untuk tiga ruang kelas kendati tanpa pembatas dinding. Para siswa juga terpaksa menggunakan fasilitas kursi dan meja yang tersisa akibat musibah bencana angin puting beliung.

Dikatakan, meja yang tersisa sebanyak 15 buah dan 20 buah bangku. Sedangkan meja kursi lainnya termasuk papan tulis dan lemari tidak bisa terpakai lagi karena tertimpa atap dan dinding. Bahkan, buku pelajaran siswa yang tersimpan di laci meja juga ikut rusak terkena air hujan, termasuk tiga papan tulis, satu lemari dan meja kursi lainnya juga ikut rusak berat sehingga tidak bisa terpakai lagi.

“Saat ini kita pakai kursi dan bangku seadanya karena banyak fasilitas yang sudah rusak. Intinya anak-anak bisa ikut ujian semester yang sementara berlangsung,” tandasnya.

Menurutnya, pasca kejadian bencana, sudah ada tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU dan pihak kecamatan turun melihat lokasi, tapi hingga kini belum ada bantuan material yang tiba termasuk dari lembaga lainnya.

Meski begitu, Fenti berharap ke depan ada perhatian dari pemerintah untuk bisa membangun gedung permanen. Sebab, pasca ambruknya tiga ruang kelas, tersisa hanya satu ruang darurat dan dua ruang permanen yang dibangun tahun 2014 menggunakan dana alokasi khusus (DAK).

Dia menjelaskan, dua ruang permanen itu digunakan untuk kelas VI dan ruang guru. Sedangkan ruang darurat yang tidak roboh itu untuk kelas III.

Lebih memprihatinkan lagi, selama ini, kelas I tidak memiliki ruang, sehingga menggunakan teras depan ruang guru. Sedangkan tiga ruang kelas yang roboh dan saat ini hanya terpasang terpal itu di tempati kelas II, IV dan V.

Gedung sekolah Banoko didirikan tahun 2013, jumlah siswa saat ini sebanyak 135 orang dan enam rombel, diasuh dua guru status PNS dan lima orang guru komite. (mg24/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!