Putra Mantan Presiden Ajak Balas Dendam – Timor Express

Timor Express

INTERNASIONAL

Putra Mantan Presiden Ajak Balas Dendam

Derita Warga Yaman Belum akan Berakhir

SANAA, TIMEX–Kematian mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh menghancurkan harapan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi untuk memenangi perang di Yaman. Setelah dia tewas, pasukan Houthi yang berkuasa di Sanaa justru menguat. Para pengamat memperkirakan babak baru perang sipil di Yaman akan dimulai. Lebih parah karena bakal ditambah dengan usaha pembalasan putra Saleh, Ahmed Ali Saleh.

’’Dalam jangka pendek, Yaman akan menjadi negara yang jauh lebih tidak aman daripada sebelumnya,’’ ujar Andreas Krieg, pengamat politik di King’s College London, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Selasa (5/12).

Beberapa hari sebelum kematiannya, Saleh menawarkan perundingan dengan pasukan koalisi. Tawaran itu disambut baik dengan harapan kekuatan oposisi pecah. Terlebih, Saudi ingin melepaskan perang di Yaman. Hal tersebut terungkap dalam bocoran surat elektronik yang beredar awal tahun ini.

Houthi yang berang langsung memburu Saleh. Pertempuran pasukan Saleh dan Houthi tidak terelakkan. Serangan udara dari pasukan Saudi ternyata tidak membantu. Saleh kalah. Rumahnya dibom dan dia dibunuh. Pertempuran pasukan Saleh dan Houthi menelan 234 nyawa dan melukai 400 orang lainnya. Sebanyak 383 di antaranya mengalami luka parah.

Setelah berita kematian Saleh mencuat, Saudi membombardir Kota Sanaa semalaman dengan 25 serangan udara. ’’Saudi kini memiliki pilihan yang terbatas untuk keluar (dari perang Yaman, Red). Jika mereka memilih meningkatkan serangan, penduduk sipil yang akan menderita,’’ jelas Direktur Program Timur Tengah di International Crisis Group Joost Hiltermann.

Selasa (5/12) kota yang sudah luluh lantak itu sepi. Tidak ada serangan maupun pertempuran. Pasukan pendukung Saleh dipukul mundur oleh Houthi dan Saudi menghentikan serangan. Belum diketahui apakah pemakaman Saleh akan diadakan. Hingga berita ini diturunkan, jenazah Saleh masih berada di rumah sakit yang dikuasai Houthi.

’’Pesawat yang membawa bantuan kemanusiaan dari PBB dan Palang Merah telah mendarat di bandara (Sanaa, Red),’’ ujar Koordinator Kemanusian PBB untuk Yaman Jamie McGoldtrick saat menjelaskan situasi terkini di negara tersebut.

Pada kantor berita Reuters, McGoldtrick mengungkapkan, penduduk mulai keluar dari rumah setelah mendekam hampir sepekan selama pertempuran. Sebagian mencari pengobatan dan yang lainnya memilih meninggalkan Sanaa karena takut terjadi serangan lagi.

Kematian Saleh membuat putranya berang. Ahmed meminta pasukan pendukung ayahnya agar bersatu dan melakukan pembalasan. ’’Saya akan memimpin pertempuran sampai anggota Houthi yang terakhir didepak dari Yaman,’’ bunyi pernyataan Ahmed sebagaimana dilansir saluran televisi milik Saudi, Al Ekhbariya. ’’Ambil kembali Yaman dari militan Houthi yang didukung Iran,’’ tambahnya.

Saleh mengklaim bahwa ayahnya tak melarikan diri, tetapi tewas di dalam rumahnya sambil menenteng senjata untuk melawan Houthi. Saat ini Ahmed yang juga mantan pemimpin Garda Republik Yaman itu mengasingkan diri di Uni Emirat Arab (UEA).

Profesor bidang penelitian Timur Tengah di Grand Valley State University Gamal Gasim menegaskan, jika ingin mengambil alih pasukan yang ditinggalkan ayahnya dan memimpin perlawanan, Ahmed harus kembali ke Yaman secepatnya. ’’Waktunya sangat penting. Jika ingin usaha pengambilalihan tersebut berhasil, mereka harus bergerak kurang dari 48 jam,’’ ujarnya. Pasukan yang ditinggalkan Saleh kemungkinan kini dipimpin keponakannya, Tareq Mohammed Abdullah Saleh.

Sementara itu, Arab Saudi menyatakan, harapannya agar Yaman kembali ke pelukan Arab dan perlawanan terhadap Houthi akan membantu membebaskan negara tersebut dari tekanan, ancaman kematian, ledakan, serta pengambilalihan aset publik maupun pribadi. Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi juga meminta penduduknya untuk angkat senjata melawan pemberontak Houthi di Sanaa.
’’Mari bersatu untuk mengakhiri kontrol kelompok kriminal itu (Houthi, Red) dan membantu Yaman,’’ ujarnya sebagaimana dilansir televisi Al Arabiya.

Pimpinan Liga Arab Ahmed Abdul Gheit juga mengeluarkan pernyataan yang mengecam pembunuhan terhadap Saleh. Mereka menyebut Houthi sebagai organisasi teroris. (sha/c22/any/jpg/aln)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!