Bupati dan Kapolres MoU Pembinaan Anggota Polri – Timor Express

Timor Express

PARIWISATA

Bupati dan Kapolres MoU Pembinaan Anggota Polri

BUDAYA. Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali bersama keturunan raja Lewa Kambera, Tamu Umbu Pingi Ai dalam sebuah acara budaya

Humas Setda Sumba Timur

Perbaiki Tiga Ruas Jalan Provinsi

Pemkab Sumba Timur dengan Polisi Resort (Polres) Sumba Timur menandatangani Komitmen Bersama dalam rangka Pembinaan dan Pelatihan Calon Anggota Polri bagi Putra dan Putri asal Kabupaten Sumba Timur. Penandatanganan Komitmen Bersama tersebut dilakukan oleh Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora dan Kapolres Sumba Timur AKBP Victor MT Silalahi disaksikan Ketua DPRD SumbaTimur Palulu Pabundu Ndima, di aula Setda Kabupaten Sumba Timur.

BERTEMPAT di ruang rapat Bupati, Senin (13/11), Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora dalam sambutannya diacara tersebut mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kapolres Sumba Timurbersama jajaranya atas penandatanganan komitmen bersama ini, sebab pihaknya telah memikirkan sejauh itu untuk memberikan pembinaan dan pelatihan untuk putra-putri Sumba Timur yang akan mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri. Selama ini, kata Gidion, anak-anak Sumba Timur yang mengikuti tes Polri tidak lolos karena berbagai masalah, baik terkait fisik, kesehatan, dan mental.

“Ada yang karena varises, paru-paru tidak benar karena merokok dan minum minuman keras. Mungkin untuk tes Menwa saja tidak lulus apalagi untuk jadi anggota Polri dan Akpol,” ungkap Gidion.

Menurut Gidion, dengan kondisi seperti ini maka pemerintah menggagas pembinaan fisik, kesehatan, dan mental oleh Polres Sumba Timur seperti yang diamanatkan dalam Komitmen Bersama ini.

Selain komitmen bersama dengan Polres Sumba Timur, kata dia, ada kerja sama dengan perguruan tinggi dalam rangka mendukung anak-anak Sumba Timur dalam tes psikologi (psikotes) agar mereka siap bertarung dalam seleksi anggota Polri dan lainnya, tentunya dengan dukungan juga dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur. Sehingga, ke depan anak-anak Sumba Timur bisa lebih banyak yang lolos dalam tes anggota Polri. “Jadi maksud penandatanganan komitmen bersama ini untuk mempersiapkan anak-anak kita untuk lebih baik, sehingga siap bersaing dan lebih banyak yang lolos dalam seleksi anggota Polri,” kata Gidion. Ketua DPRD Sumba Timur Palulu P Ndima mengatakan, selama ini yang dialami anak-anak Sumba Timur saat mengikuti seleksi anggota Polri dan TNI banyak yang gagal dari pada yang sukses.Menurutnya, ada banyak hal yang menyebabkan kegagalan anak-anak Sumba Timur ini karena masalah kesehatan, seperti varises, paru-paru, dan juga ada yang buta warna. “Masalahnya banyak, ada yang masih SMP sudah merokok, kalau sudah SMA tambah lagi minum mabuk. Kalau disuruh berenang tidak bisa juga.

Oleh karena itu saya sambut baik komitmen bersama ini dan diharapkan ke depan banyak anak-anak Sumba Timur yang lolos seleksi anggota Polri,” katanya. Dikatakan Palulu, atas nama masyarakat Sumba Timur menyampaikan apresiasi dan kegembiraan terhadap komitmen Pemkab dan Polres Sumba Timur dalam rangka Pembinaan dan Pelatihan Calon Anggota Polri bagi Putra dan Putri asal Kabupaten Sumba Timur. Kapolres Sumba Timur AKBP Victor MT Silalahi mengatakan, objek dari Komitmen Bersama ini adalah pembinaan dan pelatihan calon anggota Potri bagi putra dan putri Kabupaten Sumba Timur, yang ruang lingkupnya adalah peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan pembinaan dan pelatihan, dan penyediaan sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung. Menurutnya, tugas jajaran Polres adalah menaberikan pembinaan dan pelatihan bagi putra/putri daerah agar mampu bersaing/berkompetisi dalam seleksi penerimaan anggota Polri di Kabupaten Sumba Timur. “Diharapkan dengan Komitmen Bersama ini akan memberikan dampak positif terhadap tingkat kelulusan putra/putri Sumba Timur dalam seleksi anggota Polri ke depan,” katanya. Sementara itu, di tahun anggaran 2018, Pemerintah Provinsi NTT akan memperbaiki tiga ruas jalan provinsi yang ada di wilayah selatan Kabupaten Sumba Timur.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Sumba Timur Palulu P Ndima yang dikonfirmasi VN, pekan lalu, terkait pertemuan dengan Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno bersama dan anggota DPRD NTT, akhir Oktober lalu. Menurut Palulu, dalam pertemuan silaturahmi tersebut dengan Ketua DPRD NTT tersebut, pihaknya telah menyampaikan kondisi kerusakan ruas jalan provinsi di wilayah selatan Kabupaten Sumba Timur yang saat ini sudah sangat parah. Menurutnya, tantangan terbesar adalah persoalan ruas jalan akses ke kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Sumba Timur yang dari sisi kewenangan ada pada Pemerintah Provinsi NTT. Palulu menambahkan, memang sudah ada upaya Pemkab Sumba Timur untuk memperjuangkan perubahan status ruas jalan Waingapu-Melolo-Baing-Ngadu Ngalla-Pinu Pahar-Tabundung menjadi jalan strategis nasional. Namun, hingga kini belum direspons Pemerintah Pusat.

Ditambahkan Palulu, Ketua DPRD NTT menyampaikan kepada pimpinanDPRD Sumba Timur terkait proyek-proyek yang dibiayai APBD NTT di Kabupaten Sumba Timur pada Tahun Anggaran 2018 akan ada perbaikan tiga ruas jalan provinsi di wilayah selatan, yakni Melolo-Kananggar, Baing-Ngadu Ngalla, dan Pinu Pahar–Tabundung. Selain itu, kata dia, ada alokasi dana APBD NTT 2018 untuk pembangunan saluran irigasi, dan pengamanan tebing. “Dalam pertemuan dengan Ketua DPRD NTT, disampaikan bahwa tahun 2018 ada alokasi APBD provinsi untuk memperbaiki kerusakan ruas jalan provinsi di Melolo-Kananggar, Baing-Ngadu Ngalla, dan Pinu Pahar–Tabundung. Kami berharap secara bertahap kerusakan ruas jalan provinsi di wilayah selatan tersebut diperbaiki, agar masyarakat di wilayah itu dapat terbantu,” katanya. Wakil Ketua DPRD Sumba Timur John David menambahkan, program dan kegiatan lain akan dialokasikan ke Sumba Timur tahun 2018, di antaranya Program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) yang diperuntukan bagi 14 Desa di 14 kecamatan. Masing-masing desa akan mendapatkan bantuan Pemprov NTT sebesar Rp 250 juta, dan bantuan bibit ternak.

Terpisah, Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijoramengatakan, kedatangan Ketua DPRD Anwar Pua Geno dan anggota DPRD NTT Umbu Hiya Hamataki, adalah dalam rangka melakukan kunjungan kerja memantau pelaksanaan sejumlah proyek yang dibiayai APBD Provinsi NTT TA 2017, di antaranya ruas jalan provinsi, air bersih, dan Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) di Kecamatan Umalulu dan Lewa, serta menjaring aspirasi terkait usulan proram dan kegiatan karena sementara ini DPRD NTT sementara dalam penyusunan RAPBD TA 2018. Menurut Gidion, dalam pertemuan di ruangan Sekda Sumba Timur Juspan Pasande tersebut, pihaknya telah mengusulkan peningkatan satus jalan provinsi yang ada di Kabupaten Sumba Timur sebagai jalan strategis nasional karena ruas jalan provinsi di wilayah selatan Kabupaten Sumba Timur kerusakannya sudah sangat parah. Sebab, kata Gidion, jika mengharapkan APBD Provinsi NTT yang terbatas, dan harus dialokasikan untuk perbaikan ruas jalan provinsi yang ada di 23 kabupaten/kota, paling-paling setiap tahun hanya bisa memperbaiki sekitar dua kilometer saja. “Kita usulkan ruas jalan provinsi yang ada di Kabupaten Sumba Timur ditingkatkan menjadi ruas jalan strategis nasional, sehingga dapat dibiayai oleh APBN untuk perbaikannya,” paparnya. Pada bagian lain, Bupati Gidion Mbilijora mengungkapkan, akhir Oktober lalu, pihaknya telah mengusulkan pembangunan SMA dan SMK baru, yang telah direncanakan pembangunannya sebelum pemberlakuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah tahun 2016 lalu. Hal tersebut disampaikan Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora kepada VN, beberapa waktu lalu. Menurut Gidion, sebelum dilakukan serah terima Personel, Pendanaan, Prasarana dan Sarana, dan Dokumen (P3D) Bidang Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus yang dilakukan Pemkab Sumba Timur kepada Pemerintah Provinsi NTT, telah direncanakan pembangunan sekolah baru di lima kecamatan yang belum memiliki SMA dan SMK. Sehingga, kata dia, dalam pertemuan dengan Ketua DPRD Anwar Pua Geno didampingi Ketua Komisi IV David Melo Wadu dan anggota Komisi I Umbu Hiya Hamataki, pihaknya secara lisan telah mengusulkan pembangunan sekolah baru di lima wilayah kecamatan yang belum memiliki SMA dan SMK. “Dengan berpindahnya kewenangan ke pemerintah provinsi, maka kabupaten sudah tidak bisa lagi mewujudkan rencana pembangunan SMA dan SMK di lima wilayah kecamatan tersebut. Sehingga, dengan adanya kunjungan Ketua DPRD NTT ke sini, saya secara lisan menyampaikan permohonan tersebut, sehingga DPRD bisa mengawal usulan kami,” katanya. Menurut Gidion, Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno dan anggota DPRD NTT asal dapil Sumba merespons positif usulan tersebut, dan diharapkan segera disusul dengan permohonan tertulis, agar dapat diperjuangkan dalam APBD Pemprov NTT.

Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno yang dikonfirmasi terkait permohonan pembangunan SMA dan SMK yang disampaikan Pemkab Sumba Timur, mengatakan, DPRD NTT akan memberikan perhatian karena kenyataaannya beberapa kecamatan di Kabupaten Sumba Timur belum memiliki SMA dan SMK. “Kasian anak-anak sekolah dari kecamatan yang belum ada SMA dan SMK harus ke kecamatan lain atau ke ibu kota kabupaten yang jarak sangat jauh untuk bersekolah. Ini akan menjadi perhatian kami di DPRD NTT untuk memperjuangkannya,” kata Anwar. Menurutnya, dalam pertemuan dengan jajaran Pemkab Sumba Timur di ruang rapat Sekda Sumba Timur beberapa waktu lalu, dirinya telah sampaikan kepada Bupati Sumba Timur dan jajarannya agar terlebih dahulu dilakukan survei, sehingga diketahui pasti kecamatan mana yang butuh atau cocok dibangun SMA dan kecamatan mana yang cocok dibangun SMK. “Harus disurvei kira-kira dari kecamatan yang belum mempunyai sekolah menengah itu, mana yang cocok atau butuh SMA dan mana yang butuh SMK. Sehingga, saat usulan tersebut disetujui Pemerintah Provinsi NTT, bisa menjawab kebutuhan riil di kecamatan tersebut,” katanya. Kepala Dinas Infokom Kabupaten Sumba Timur Moses B Saiputa yang dikonfirmasi, Selasa (21/11), di sela-sela kegiatan Sosialisasi Peran dan Fungsi Pers kepada Masyarakat Sumba Timur di aula pertemuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sumba Timur, Senin (20/11) lalu.Dikatakan Saiputa, pada bulan Mei lalu, dirinya bersama Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali mengikuti rapat di Kemeninfo yang membahas tentang rencana pembangunan BTS tersebut. Menurutnya, pada tahun 2016 lalu, pihaknya telah mengajukan usulan untuk pengadaan 44 unit BTS di wilayah 22 kecamatan yang tidak ada signal sama sekali. Di mana sesuai usulan tersebut, masing-masing kecamatan dibangun dua unit BTS. Sebab, Kabupaten Sumba Timur memiliki wilayah yang sangat luas, yakni 7.050 kilometer persegi, perlu diprioritaskan karena sangat susah dengan signal telepon genggam dan internet. Atas usulan tersebut, kata dia, pada Tahun Anggaran 2018 mendatang Kemeninfo memberikan bantuan lima unit BTS bagi Kabupaten Sumba Timur. Menurutnya, kelima unit BTS tersebut akan diprioritaskan dibangun di wilayah kecamatan yang sangat susah signal, yakni di Kecamatan Mahu satu unit, Kecamatan Letis di Desa Kaibakul satu unit, dan di wilayah Desa Kahiri, Kecamatan Nggaha Ori Angu (Nggoa) satu unit.

Sementara dua unit BTS lainya, kata dia, akan dibangun di objek pariwisata yang juga tidak ada signal internet, yakni satu unit di Desa Tarimbang, Kecamatan Tabundung dan satu unit dibangun di Desa Rende, Kecamatan Rindi. Selain usulan pembangunan BTS, kata Saiputa, Dinas Infokom juga mengusulkan bantuan fasilitas internet bagi 32 SMP dan SMA yang ada di Kabupaten Sumba Timur. Usulan pemasangan internet di sekolah-sekolah tersebut, kata dia, untuk mempersiapkan sekolah-sekolah tersebut menghadapi ujian nasional berbasis online dan membantu siswa lainnya untuk bisa menggunakan internet. “Yang kami usulkan untuk pemasangan internet adalah 32 SMP dan SMA, namun yang terealisasi hanya sepuluh sekolah saja. Saat ini ada yang sudah beroperasi, dan ada juga yang sementara dipasang jaringan internetnya,” jelasnya. Ia menambahkan, ke depan pemerintah daerah melalui Dinas Infokom terus memperjuangkan pemasangan BTS dan jaringan internet di setiap sekolah ke Kemeninfo, sehingga seluruh wilayah dan sekolah bisa akses jaringan seluler dan internet. “Kita tetap perjuangkan usulan kita ini, apalagi semua data usulan kita sudah ada di Kemeninfo. Kami yakin pasti akan terjawab semuanya secara bertahap,” katanya.

Dinas Peternakan Targetkan IB Terhadap 800 Ekor Sapi Pemkab Sumba Timur melalui Dinas Peternakan, menargetkan akan melaksanakan kawinan suntik atau ensiminasi buatan (IB) terhadap 800 ekor sapi. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur Yohanis Radamuri kepada wartawan di ruang kerjanya, pekan lalu. Menurutnya, terget IB tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan produksi dan populasi ternakan, khususnya sapi di Kabupaten Sumba Timur pada tahun 2017 dan 2018. Upaya peningkatkan populasi sapi tersebut, kata dia, untuk mendukung Program Nasional Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) melalui program IB.Selain IB, kata Radamuri, penanganan gangguan reproduksi (Ganrep) dan pengembangan hijauan makanan ternak (HMT) juga dilaksanakan untuk menunjang Upsus Siwab. Menurut Radamuri, sampai dengan saat ini target sebanyak 800 ekor sapi betina yang akan dilakukan IB, baru terealisasi sebanyak 200 ekor.

Dijelakannya, belum tercapai target tersebut dikarenakan berbagai kendala, di antaranya pemeliharaan ternak sapi oleh masyarakat masih banyak yang tradisional, yakni dengan melepas di padang.

“Sehingga selama ini sasaran IB adalah sapi-sapi yang dikandangkan pada malam hari,” ungkapnya. Kendala lainnya, kata dia, Program Upsus Siwab belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat.

“Memang terbentur kendala-kendala seperti itu, tapi kita akan upayakan sampai sesuai dengan target 800 ekor itu. Harapan kita IB ini bisa mencapai lebih dari target,” harap Radamuri.

Radamuri juga mengatakan, upaya lain untuk mendukung peningkatan produksi dan produktifitas untuk peningkatan populasi sapi tahun 2017 ini, pihaknya mengembangkan paronisasi sapi jantan sebanyak 200 ekor di Daerah Irigasi dan Daerah Aliran Sungai (DI-DAS). Pada tahun 2018 nanti, kata dia, melalui Program DI-DAS tersebut, pihaknya akan mendistribusikan ternak sapi betina dan kerbau betina untuk mendukung Upsus Siwab. Sementara terkait hijauan makanan ternak (HMT), Rada Muri katakan, pihaknya telah mengembangkan lamantoro taramba di atas lahan sekitar 20 hektare. Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Sumba Timur John David mengatakan, pada tahun 2018 Pemprov NTT juga akan memberikan bantuan bibit ternak bagi para peternak di Kabupaten Sumba Timur. Menurutnya, saat kunjungan silaturahmi dengan pimpinan DPRD Kabupaten Sumba Timur, beberapa waktu lalu, Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno bersama dan anggota DPRD NTT Umbu Hiya Hamataki menyampaikan bahwa dalam pembahasan APBD Provinsi NTT 2018, telah dialokasikan bantuan bibit ternak untuk Sumba Timur. Sehingga, diharapkan dengan sejumlah program yang dibiayai APBD kabupaten ditambah dari APBD Provinsi NTT, bisa menambah populasi dan produksi ternak di Sumba Timur. (jun)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!