BPJS-TK Sasar Mahasiswa Kupang – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

BPJS-TK Sasar Mahasiswa Kupang

SOSIALISASI.Deputi Direktur Operasional Bidang TI BPJS TK, Nasipiyanto menjelaskan tentang PBJS-TK kepada mahasiswa Fakultas Hukum Undana Kupang, Senin (11/12)

CARLENS BISING/TIMEX

Teken MoU di Singapura untuk Lindungi Pekerja Migran

KUPANG, TIMEX-BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) Cabang Kupang terus melebarkan sayapnya dengan menyasar mahasiswa. Kali ini, dalam program 40 menit mengajar, dengan tajuk Kenali Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan Sejak Dini, BPJS-TK menggelar sosialisasi di Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Senin (11/12).

Acara yang dibuka Dekan Fakultas Hukum Undana, Yohanes Nome itu menghadirkan Deputi Direktur Operasional Bidang TI BPJS TK, Nasipiyanto dan Kepala BPJS-TK Cabang Kupang, Ishak.

Nasipiyanto pada kesempatan itu menjelaskan, BPJS-TK sebagai asuransi ketenagakerjaan diperintah oleh undang-undang untuk melindungi pekerja formal maupun informal yang jumlahnya mencapai 122 juta lebih di seluruh Indonesia.

Dia jelaskan, dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 51,4 juta atau 42,06 persen adalah pekerja formal. Sisanya 70 juta atau 57,94 persen adalah pekerja informal. “Yang informal itu seperti Gojek. Mereka itu sebagian besar tidak diasuransi. Sementara hasil kajian kami, rata-rata setiap hari itu ada lima kecelakaan gojek,” beber Anto, sapaan Nasipiyanto di depan ratusan mahasiswa FH Undana.

Menurut dia, BPJS-TK memiliki banyak keunggulan dibanding asuransi lain. Salah satunya, tidak ada pemeriksaan kesehatan bagi para anggota. Sehingga siapapun yang namanya pekerja, dijamin oleh negara untuk menjadi anggota. “Bahkan yang sedang sakit pun tetap kami layani menjadi anggota. Hari ini jadi anggota dan besok meninggalpun kami tetap memberikan jaminan,” kata Anto.

Hal ini karena BPJS-TK bersifat gotong royong. Sehingga, ketika salah satu anggota mengalami musibah, dana dari anggota lain juga digunakan untuk menjamin anggota tersebut. Selain jaminan kecelakaan kerja, ada pula jaminan hari tua dan pensiun. “Jadi, jangan takut untuk tidak masuk PNS. Karena di BPJS-TK juga ada jaminan hari tua dan jaminan pensiun dengan usia pensiun 56 tahun,” paparnya lagi.

Kepala BPJS-TK Cabang Kupang, Ishak pada kesempatan itu menjelaskan, sosialisasi tersebut juga untuk memberi pemahaman kepada masyarakat, terutama mahasiswa tentang perbedaan antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Dua layanan ini meski sama-sama berbegrak di bidang sosial, namun yang satunya mengurus kesehatan, sementara yang satunya lagi mengurus ketenagakerjaan.

Menurut dia, mahasiswa dipilih karena merupakan aset bangsa yang sebentar lagi akan menjadi pekerja. Sehingga perlu dikenalkan sejak dini tentang program pemerintah tersebut. “Karena kampus juga dunia akademik yang independen dan kredibel, sehingga pasti didengar oleh masyarakat,” kata Ishak.

Sementara Dekan FH Undana, Yohanes Nome mengatakan, FH Undana dipilih karena di fakultas tersebut juga diajarkan mata kuliah administrasi negara. Hal ini menjadi pintu masuk bagi mahasiswanya untuk mendalami bidang tersebut. Dia akui, BPJS sudah menjadi program nasional dan sangat penting bagi dosen dan mahasiswa untuk ikut menjadi bagian dari program tersebut. Semoga ke depan ada kerja sama antara kita di bidang akademik yang penting lainnya,” kata Yohanes.

Teken MoU di Singapura untuk Lindungi Pekerja Migran

Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan mewujudkan langkah perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama KBRI Singapura. MoU tersebut ditandatangani Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dan Dubes RI untuk Singapura I Ngurah Swajaya.

“Kerja sama tersebut bertujuan menyinergikan kewenangan para pihak dalam rangka mengoptimalkan perlindungan dan pelayanan program jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Agus di Singapura Sabtu (9/12). Sinergi yang dijalin juga dalam hal integrasi database PMI di KBRI dengan data milik BPJS Ketenagakerjaan. Juga, pemanfaatan sistem smart embassy milik KBRI Singapura.

Kerja sama itu merupakan kali pertama dilakukan BPJS Ketenagakerjaan. Dalam waktu dekat diharapkan disusul ke negara-negara lain seperti Malaysia, Taiwan, dan Hongkong. KBRI Singapura menjadi pilot project karena kesiapan data dan infrastruktur.

Berdasar data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Singapura merupakan negara di posisi ke-4 berdasar jumlah PMI setelah Malaysia, Taiwan, dan Hongkong.

Hingga kini, PMI yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan berjumlah 78.789 orang. Sebagian besar mengikuti dua program, yaitu program jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKm). Namun, sesuai dengan permenaker yang berlaku, PMI bisa melengkapi perlindungannya dengan mendaftarkan diri untuk mengikuti program jaminan hari tua (JHT) melalui kantor pelayanan di dalam wilayah kedutaan.

Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif. Per November 2017 jumlah peserta perusahaan aktif maupun jumlah pekerja masing-masing tumbuh 23,7 persen dan 15,5 persen dari posisi November 2016. Demikian pula dengan total iuran yang mencatatkan kenaikan 14,2 persen untuk periode yang sama.

Agus menambahkan, per November 2017 perusahaan aktif yang tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 445 ribu. Angka itu tumbuh 23,7 persen dari capaian periode yang sama tahun lalu atau telah mencapai 104,7 persen dari target yang ditetapkan. Di sisi lain, jumlah pekerja yang terdaftar telah mencapai 44,3 juta dan peserta aktif tercatat 25,4 juta atau tumbuh 15,5 persen dan mencapai 100,8 persen dari target 2017.(aan/c15/sofjpg/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!