Rehab Rumah Jabatan DPRD Batal Di-PHO – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Rehab Rumah Jabatan DPRD Batal Di-PHO

PERIKSA. Tim PHO rumah jabatan DPRD TTS meneliti kualitas granit yang dipasang di salah satu ruangan, Senin (11/12)

YOPI TAPENU/TIMEX

Lampaui Batas Kontrak, Hasil Tetap Buruk

SOE, TIMEX – Rehab berat rumah jabatan DPRD TTS sejak 23 Agustus 2016 sampai batas waktu pekerjaan 20 November 2016 oleh CV Karya Bangun Mandiri, telah dilakukan PHO. Namun karena kualitas pekerjaan buruk, sehingga tim PHO menolak untuk melakukan PHO terhadap pekerjaan yang menelan anggaran APBD II Kabupaten TTS senilai Rp 1.977.477.000.

Ketua tim PHO, Ismael kepada wartawan, Senin (11/12) mengatakan, sejumlah item pekerjaan sangat buruk seperti keramik yang ditempelkan pada tembok kamar mandi terlepas. Selain itu, sambungan gipsum plafon tiga rumah jabatan secara keseluruhan terlepas akibat kualitas pekerjaan buruk.

“Kami belum bisa terima hasil pekerjan karena kerapian dan kualitas pekerjaan tidak sesuai dengan perencanaan,” tegas Ismael.
Dia mengatakan, karena pihaknya belum bisa menerima hasil pekerjaan yang dikerjakan, maka pihaknya merekomendasikan kepada rekanan pelaksanaan proyek. Jika rekanan sudah melaksanakan rekomendasi tim PHO, baru dapat dijadwalkan kembali untuk diperiksa tim PHO dan jika kualitas dan volume pekerjaan sudah sesuai dengan perencanaan awal, maka tim PHO baru dapat membuat berita acara PHO pekerjaan proyek tersebut.

“Ini pekerjan sesuai kontrak sudah harus selesai tahun lalu. Terserah rekanan mau perbaiki kapan. Kalau sudah perbaiki baru beritahu kami untuk datang periksa dan kalau sudah sesuai perencanaan, baru kami buatkan berita acara PHO,” terang dia.

Sementara, Sekretaris DPRD TTS, Yulius Taneo pada kesempatan itu mengatakan, karena rekanan sudah mengajukan PHO terhadap pekerjan, sehingga ia sebagai KPA pada proyek itu mengundang tim PHO untuk melakukan PHO. Namun jika dalam pemeriksaan diketahui kualitas dan volume pekerjaan tidak sesuai dengan perencanaan awal, maka tentu akan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Memang ini proyek sudah lewat dari batas waktu, tapi dalam LHP BPKP ada temuan dan denda yang harus dibayar oleh rekanan dalam proyek ini,” jelas Julius.

Pada perencanaan awal rehab berat tiga gedung rumah jabatan dewan itu dialokasikan anggaran untuk pembuatan taman senilai Rp 3 miliar. Namun dalam pelaksanaan, anggaran itu dipending kemudian pada pergeseran dipindahkan pada program dan kegiatan lain.
“Karena taman tidak dibuat, sehingga anggaran digeser untuk membiayai program yang lain,” katanya.

Wakil Ketua DPRD TTS, Imanuel Olin menuturkan, ia sudah berencana untuk melaksanakan open house Tahun Baru di rumah jabatan DPRD TTS, namun setelah proyek itu dinyatakan selesai ternyata sejumlah kamar mandi yang ada tidak bisa menampung air, sehingga ia meminta kepada Sekwan untuk menyediakan air menggunakan fiber. Pasalnya, jika pekerjaan itu dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, maka tiga rumah jabatan itu sudah dapat digunakan sejak akhir tahun 2016 lalu.

“Itu bak kamar mandi bocor semua, jadi tidak bisa tampung air. Padahal baru direhab,” kata Imanuel. (yop/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!