Tersangka Anggri Dillak Lakoni 16 Adegan – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Tersangka Anggri Dillak Lakoni 16 Adegan

REKONTRUKSI. Tersangka Anggri Dillak (membelakangi lensa) sementara meninggalkan korban Paulus Nafi yang tergeletak di tanah usai dibacok dalam rekonstruksi kasus bacok pada Selasa (12/12)

SATRESKRIM POLRESTA FOR TIMEX

Rekonstruksi Kasus Bacok di Lasiana

KUPANG, TIMEX– Penyidik Satreskrim Polres Kupang Kota, Selasa (12/12), melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap korban Paulus Nafi di tempat kejadian perlara (TKP) yakni di wilayah RT 26/RW 07, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima. Rekonstruksi kasus pembacokan itu melibatkan tersangka Anggri Dillak dan dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Alnofriwan Zaputra.

Dalam rekonstruksi kemarin, tersangka bersama sejumlah saksi memeragakan 16 adegan. Mulai dari pertemuan antara korban dengan pelaku, sampai adegan dimana tersangka melewati salah satu lorong usai melakukan pembacokan terhadap korban, Paulus Nafi.

Saksi-saksi selain diperankan langsung oleh warga sekitar yang melihat kejadian nahas yang terjadi 2 Oktober 2017 lalu, juga diperankan oleh beberapa anggota polisi. Diantaranya, Bripka Dion, Brigpol Marlon Tanamal dan Briptu Alfons Amalo. Anggota polisi ini memerankan saksi kunci, seperti ayah dan adik dari pelaku.

Jalannya rekonstruksi yang berlangsung selama satu jam itu disaksikan masyarakat setempat. Hadir pula Lurah Lasiana, Yesriel O. Henukh. Tidak ada reaksi yang berlebihan dari masyarakat, karena sehari sebelum rekonstruksi, pihak kepolisian sudah melakukan pendekatan dengan RT setempat. Sehingga rekonstruksi berjalan dengan aman dan lancar.

Kepada Timor Express, Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, AKP. Alnofriwan Zaputra mengatakan, rekonstruksi itu dilakukan untuk memenuhi petunjuk jaksa peneliti berkas. Karena saat mengembalikan berkas ke penyidik, salah satu petunjuk yang diminta jaksa peneliti berkas yakni melaksanakan rekonstruksi. “Berkas sudah tahap satu. Dan rekonstruksi ini dilakukan untuk memenuhi petunjuk jaksa, karena salah satu petunjuk jaksa adalah melaksanakan rekonstruksi,” ujarnya.

Disinggung soal motif pembacokan yang berujung kematian bagi korban Paulus Nafi, Alnof sapaan akrab Kasat Reskrim ini menyebutkan, sejauh ini penyidik masih menduga bahwa motifnya adalah karena dendam. Sebab ayah tersangka pernah bermasalah dengan korban. “Motifnya karena dendam. Tapi ini masih sebatas dugaan saja,” tandasnya.

Sedangkan mengenai jumlah tersangka dalam kasus ini, Alnofriwan mengatakan, untuk sementara tersangkanya masih satu orang. Namun penyidik tetap masih mendalami adanya kemungkinan munculnya tersangka lain. “Yang sudah kita limpahkan masih satu orang. Kalau ada petunjuk yang mengarah ke tersangka lain, kita akan tindaklanjuti,” katanya.

Agar pemberkasan kasus ini rampung, Alnofriwan menegaskan, pihaknya akan berusaha sesegera mungkin memenuhi petunjuk jaksa peneliti berkas seperti yang sudah diberikan, sehingga berkas bisa dikirim kembali ke jaksa. Dan yang pasti, bila ada petunjuk jaksa, maka penyidik akan segera memenuhi petunjuk tersebut. “Sebenarnya untuk rampung, tergantung dari koordinasi kita dengan pihak kejaksaan. Kalau kejaksaan sudah merasa rampung, berkasnya pasti segera rampung,” katanya.

Sementara, perwakilan keluarga tersangka, Petrus Ufi, mengatakan, ada beberapa adegan dalam rekonstruksi yang tidak sesuai dengan keterangan tersangka dan keterangan ayah pelaku selaku saksi. Sebab dalam rekonstruksi, ada adegan dimana dua saksi (ayah dan adik pelaku) memegang tangan korban dan pelaku langsung membacok korban. “Awalnya terjadi gesekan antara korban dengan ayah pelaku. Ada bahasa yang tidak pantas yang dikeluarkan korban kepada ayah pelaku. Selanjutnya, pelaku sendiri yang membacok korban hingga tewas. Setelah bacok, barulah dia pulang memberi tahu sang ayah,” jelas Petrus.

Kendati ada perbedaan antara kejadiannya nyata dengan rekonstruksi, advokat muda ini berharap penyidik Satreskrim Polres Kupang Kota supaya mempercepat proses pemberkasan perkara ini. Dia juga meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pengeroyokan terhadap ayah pelaku oleh beberapa kerabat korban yang kini sudah dilepaskan. “Harus ditindaklanjuti sesuai dengan bukti yang ada. Jangan beralasan tidak cukup bukti kemudian membebaskan pelaku pengeroyokan. Dan mewakili keluarga pelaku, dengan kejadian ini kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak,” ungkapnya. (r2/gat)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!