Intervensi Gizi Ciptakan Generasi Hebat – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Intervensi Gizi Ciptakan Generasi Hebat

SEMINAR SEHARI. Ketua Stikes CHMK drg. Jeffrey Jap, M.Kes (kiri) menyerahkan penghargaan kepada Dr. Sri Sumarmi, S.K.M., M.Si sebagai narasumber dalam seminar di Stikes CHMK, Rabu (13/12)

STIKES CHMK FOR TIMEX

Stikes CHMK Siap Launching Center of New Generation Care

KUPANG, TIMEX-Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Citra Husada Mandiri Kupang Melakukan seminar dengan pembicara Pakar gizi mikro dari Universitas Airlangga (Unair) Dr. Sri Sumarmi, S.K.M., M.Si. Seminar ini dilaksanakan Rabu (13/12) di Aula Lt. 5 Stikes CHMK.

Narasumber utama Dr. Sri Sumarmi, S.K.M., M.Si dalam pemaparannya menjelaskan bagaimana pengaruh intervensi gizi dalam masa prakonsepsi terhadap perkembangan kecerdasan seorang anak. “Generasi yang sehat diawali dengan persiapan yang sehat,” tutur Mamik. “Sebelum perkawinan ibu harus dipersiapan dari sisi gizi secara mikro supya tidak terjadi komplikasi dalam kehamilan dan persalinan. Pada prinsipnya, program ini menjaring calon ibu untuk berupaya meningkatkan kesehatan lebih awal. Sehingga ketika hamil, badan dan kandungannya sehat,” tambahnya.

Mamik, sapaan karibnya, merupakan pemilik konsep dengan nama Layanan Terpadu Pranikah (Laduni). Tujuannya, menyelamatkan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Agar bisa menyelamatkan masa kritis di awal kehamilan, program harus dimulai pada masa prakonsepsi.

Laduni adalah pelayanan yang bersifat menyeluruh kepada calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan. Layanan tersebut meliputi administratif, kesehatan, dan konseling. Sedang komponen yang terlibat dalam pelayanan meliputi aparat desa, petugas KUA, petugas gereja, petugas puskesmas, bidan desa, petugas layanan keluarga berencana (PLKB), hingga petugas Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Konsep ini kemudian diadopsi oleh Stikes CHMK dalam program Center of New Generation Care. Demikian ungkap Ketua Stikes CHMK drg. Jeffrey jap, M.Kes. “Kita mengundang seorang pakar gizi prakonsepsi untuk membedah program yang telah berhasil dilakukan di Jawa Timur. kita akan adopsi program yang baik ini dalam kampus kita. Oleh sebab itu dalam seminar ini kita mengundang semua stakeholders mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi, Bappeda, Dinas Ketahanan Pangan, Ombudsman, Unicef pihak kelurahan dan Puskesmas. Kita punya komitmen menciptakan generasi cerdas agar tidak dibilang bodoh lagi oleh orang lain,” jelas Jeffrey.

Seminar ini diikuti oleh 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa Stikes CHMK dan undangan. Kharisma, salah satu mahasiswa Stikes CHMK mengaku senang bisa mengikuti seminar ini. “Saya senang sekali Karena bisa mendengar langsung penjelasan dari pakar gizi mikro. Seminar ini bagus sekali dan menambah wawasan saya tentang pentingnya gizi di masa prakonsepsi,” tutur Kharisma. (*/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!