Kena OTT, Kasat Reskrim Polres Manggarai Dicopot – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Kena OTT, Kasat Reskrim Polres Manggarai Dicopot

Dilakukan Tim Propam Polda NTT

KUPANG, TIMEX– Kasat Reskrim Polres Manggarai, Iptu Aldo Febrianto terkena apes. Ini gara-gara oknum perwira di Polres Manggarai itu ditangkap Tim Propam Polda NTT karena diduga yang bersangkutan terlibat gratifikasi di ruang kerjanya pada Senin (11/12) lalu. Sesuai informasi yang berhasil dihimpun Timor Express dari sejumlah sumber terpercaya menyebutkan, Iptu Aldo Febrianto diduga akan menerima uang tunai senilai Rp 50 juta dari seorang pengusaha. Namun, nominal uang tersebut tidak dijelaskan untuk kepentingan apa.

Terkait kasus yang dialami oknum perwira di Polres Manggarai itu, Kapolda NTT Irjen Pol. Agung Sabar Santoso kepada Timor Express disela-sela menghadiri kegiatan deklarasi gerakan masyarakat NTT melawan hoax bertempat di Milenium Ballroom, Jalan Timor Raya, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Selasa (12/12) mengakui adanya kasus OTT terhadap oknum anggota di Polres Manggarai. “Siapapun yang terlibat gratifikasi apalagi oknum polisi harus ditindak tegas dengan cara diproses hukum. Saat ini juga yang bersangkutan sudah dicopot dari jabatannya dan ditarik kembali ke Polda NTT,” tegas jenderal dengan dua bintang di pundak ini.

Sementara Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Jules A. Abast yang diwawancarai Timor Express Selasa kemarin membenarkan adanya OTT terhadap Kasat Reskrim Polres Manggarai, Iptu Aldo Febrianto. “Dapat saya jelaskan bahwa pada Senin (11/12) Tim dari Polda NTT telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap salah satu oknum perwira di Polres Manggarai. OTT itu dilakukan setelah Tim Propam dari Polda NTT mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya informasi adanya gratifikasi. Setelah dapat informasi tersebut, tim dari Polda NTT langsung melakukan pendalaman dan tim langsung diturunkan atas perintah Bapak Kapolda NTT ke Polres Manggarai untuk mendalami pengaduan itu,” jelas Jules.

Dari hasil investigasi di lapangan, lanjut Kabid Humas Polda NTT ini, Tim Propam dari Polda NTT mendapat hasil dan oknum perwira dengan inisial AF langsung ditindak. “Sudah ada tindakan tegas dari Bapak Kapolda NTT dan oknum perwira itu langsung dimutasi kembali ke Polda NTT. Jabatannya sebagai salah satu Kasat di Polres Manggarai langsung dicopot sesuai surat perintah dari Kapolda NTT, tanggal 11 Desember 2017. Oknum perwira itu langsung dicopot jabatannya karena dugaan terlibat gratifikasi,” tegas mantan Kapolres Manggarai ini.

Hingga saat ini, lanjut perwira dengan tiga melati di pundak ini, yang bersangkutan akan secepatnya dilakukan serah terima jabatan dengan pejabat yang menggantikannya. “Yang bersangkutan akan segera menjalani pemeriksaan di Polda NTT oleh bagian Propam karena ini berkaitan dengan masalah internal kepolisian,” kata Jules. Disinggung terkait ada tidaknya proses hukum pidana bagi oknum perwira yang terjaring OTT itu, Jules tegaskan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait alat bukti yang diperoleh. “Yang jelas, yang bersangkutan sudah diambil tindakan dan sudah resmi dicopot dari jabatannya.

Dilanjutkan Jules, barang bukti OTT terhadap oknum perwira itu masih ada di tangan tim Propam yang melakukan OTT terhadap oknum perwira itu. “Barang bukti apa saja yang diperoleh saat dilakukan OTT itu akan diserahkan oleh tim Propam yang melakukan OTT ke Bidang Propam. Pendalaman kasus OTT ini juga masih dilakukan, apakah gratifikasi itu diberikan oleh oknum pemberi ataukah diminta oleh oknum perwira itu masih harus didalami,” jelas Jules sembari tegaskan, Kapolda NTT, Irjen Pol. Agung Sabar Santoso tidak pandang bulu untuk melakukan tindakan tegas bagi setiap oknum polisi.

Kalau ada masyarakat yang memiliki informasi terkait adanya dugaan gratifikasi ke oknum polisi supaya disampaikan ke Polda NTT dan Polda NTT siap melakukan pendalaman. “Masih dilakukan pendalaman terkait kasus itu. Jika yang bersangkutan selalu terlibat dalam kegiatan gratifikasi itu maka harus dilakukan klarifikasi terlebih dahulu dengan yang bersangkutan. Yang pasti bahwa OTT tersebut dilakukan di ruang kerja yang bersangkutan,” tutup Kabid Humas Polda NTT. (gat)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!