NTT Pertahankan Juara 3 Termiskin – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

NTT Pertahankan Juara 3 Termiskin

TAMAN.Gubernur NTT, Frans Lebu Raya memantau proyek taman di halaman Gedung Sasando Jln.El Tari Kota Kupang awal Desember 2017.

CARLENS BISING/TIMEX

Kepala BPS: Penduduk Miskin Berkurang 16.050 orang

KUPANG, TIMEX-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, penduduk miskin di Indonesia mengalami penurunan dari Maret-September 2017. Demikian juga di NTT, penduduk miskin berkurang 16.050 orang dari total penduduk miskin sebanyak 1,150 juta jiwa per Maret 2017 menjadi 1,134 juta penduduk atau sebesar 21,38 persen.

Ironisnya, meski penduduk miskin berkurang, namun Provinsi NTT masih berada di posisi ketiga dengan penduduk miskin terbanyak di Indonesia. NTT hanya mengalahkan Provinsi Papua dan Papua Barat. Penduduk miskin di NTT sebanyak 21,38 persen dari lima juta lebih penduduk NTT.

“Kemiskinan itu ketidakmampuan dari sisi ekonomi yang meliputi makanan dan bukan makanan. Misalnya kebutuhan dasar makanan itu harus memenuhi 2.100 kilo kalori per orang per hari. Kalau tidak penuhi, itu miskin,” kata Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia dalam keterangannya di kantor BPS NTT, Selasa (2/1).

Dalam kelompok bahan makanan, kata Maritje meliputi 50 komoditi. Selain itu, dia sebutkan, mereka yang tidak memiliki rumah, tidak bisa mengakses pendidikan dan layanan kesehatan juga terkategori miskin sesuai data BPS.

Maritje jelaskan, garis kemiskinan (GK) di NTT naik sebesar 0,97 persen, yakni dari Rp 343 ribu per kapita per bulan pada Maret 2017 menjadi Rp 346 ribu per kapita per bulan pada September 2017.

Dijelaskan, dari total 1,134 juta penduduk tersebut, sebagian besar merupakan warga pedesaan sebesar menurun 17.690 orang dari 1.033 orang dan untuk perkotaan, mengalami kenaikan sebanyak 1.640 orang dari 117,40 ribu orang menjadi 11.04 ribu orang.

Dia jelaskan lagi, peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan. “Sebenarnya komoditi yang paling besar menyumbang kemiskinan itu beras dan rokok,” sambung dia.(cel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!