5 Raja dari NTT Audiens dengan Jokowi – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

5 Raja dari NTT Audiens dengan Jokowi

DI ISTANA BOGOR. Para Raja dan Sultan se Nusantara saat pose bersama Presiden Jokowi dan jajaran kabinet di Istana Bogor, Kamis (4/1). Tampak Raja Kupang, Leopold Nisnoni.

Bey Machmudin/Setpres For Timex

Bersama 88 Raja dan Sultan se-Nusantara

JAKARTA, TIMEX-Presiden Joko Widodo menunjukkan perhatiannya terhadap kerajaan dan kesultanan di Nusantara. Buktinya, Jokowi mengumpulkan sebanyak 88 raja dan sultan dari berbagai daerah di tanah air, di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (4/12). Dari 88 raja dan sultan yang diundang ke Istana Bogor itu, limanya berasal dari NTT, termasuk raja Kupang, Leopold Nicholas Nisnoni.

Sebelumnya, dalam satu kesempatan, Jokowi memang menyatakan akan mengundang para raja dan sultan untuk datang ke Istana. Kepada para raja dan sultan tersebut, Presiden menyatakan ingin berdiskusi terkait dengan masalah-masalah di lapangan, utamanya yang ada di keraton-keraton. Ia juga ingin mendapatkan masukan langsung dari para raja dan sultan yang hadir.

“Saya ingin mendengar masalah-masalah yang ada dari yang saya hormati, yang mulia para raja dan sultan dan dari pangeran serta permaisuri yang pagi hari ini (Kamis, 4/1, Red) hadir,” ujarnya saat mengawali audiensi di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor.
Informasi yang diperoleh dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, kemarin menyatakan, pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab itu dihadiri 88 raja dan sultan dari seluruh Indonesia. Rinciannya 20 dari Sumatera, 17 dari Jawa, 3 dari Bali, 4 dari NTB, 5 dari NTT, 10 dari Kalimantan, 18 dari Sulawesi, 9 dari Maluku, dan 2 dari Papua.

Salah seorang perwakilan dari para undangan dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya bagi Presiden Joko Widodo yang bersedia bertemu dengan para raja dan sultan se-Nusantara. Bahkan, dengan adanya pertemuan yang belakangan rutin dilaksanakan ini, Presiden disebut sangat mencintai rakyat dan juga segala macam adatnya.

“Atas nama seluruh raja dan sultan, kami sampaikan apresiasi yang sangat tinggi. Kami merasa sangat tersanjung, sejak bulan September sampai Januari ini sudah hampir empat kali kami bertemu Bapak. Di Cirebon, Medan, dan dua kali di sini. Bagi kami, Bapak bukan hanya menghormati, tapi betul-betul mencintai adat, mencintai kami,” ujar Sultan Kepaksian Skala Brak, Edward Syah Pernong.

Usai mendengar segala masukan, Presiden Joko Widodo berjanji untuk menampung masukan tersebut dan nantinya akan berupaya untuk mencari jalan keluar dari permasalahan-permasalahan yang ada. Ia pun meminta kepada para raja dan sultan untuk memberikan laporan yang lebih detail sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan.

“Saya telah mencatat banyak sekali dan mungkin juga dalam bentuk tulisan sudah saya terima, nantinya secara khusus saya akan merumuskan kebijakan-kebijakan yang secepatnya bisa diimplementasikan,” janjiPresiden.

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan bahwa pihaknya berencana untuk menyediakan alokasi anggaran khusus untuk revitalisasi keraton-keraton yang mengalami kerusakan. “Saya juga minta mengenai keraton-keraton yang perlu diperbaiki secara total. Mungkin dikerjakan setiap tahun entah 3 sampai 5, nanti saya hitung dulu anggarannya,” tuturnya.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menjanjikan akan secepatnya mengumpulkan jajaran terkait dan membicarakan segala masukan yang didapat.

“Saya belum bisa menjawab, tapi akan ketemu nanti setelah saya rapat terbatas dengan seluruh kementerian yang ada. Termasuk di dalamnya mengenai sertifikasi tanah-tanah keraton yang memang belum dikerjakan. Akan saya perintahkan untuk segera dikerjakan,” tuturnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut mendampingi Presiden, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Bicara Laut Timor

Sementara itu, Raja Kupang, Leopold Nisnoni usai pertemuan kepada wartawan mengatakan, saat jamuan makan bersama Presiden, dirinya menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian yang besar Presiden Jokowi terhadap NTT. Salah satunya adalah perhatian khusus terhadap pembangunan infrastruktur, misalnya pembangunan sejumlah bendungan raksana, khususnya di wilayah Kupang dan juga wilayah perbatasan.

Menurut Leopold, perhatian Jokowi ini sangat membantu rakyat NTT khususnya yang ada di pulau Timor yang selalu kekurangan air.
“Saya menyampaikan terima kasih karena di kerajaan kita (Kupang, Red) dibangun bendungan-bendungan raksasa, Raknamo, dan ada yang lain. Itu punya arti besar untuk peternakan dan agrikultur di sana. Kita berterima kasih untuk itu, apalagi ada rencana bangun lagi dua tiga bendungan raksasa. Kita minta terima kasih, apalagi bendungan yang dibuat itu bagus. NTT, terlebih Timor sangat membutuhkan air,” ungkap Leopold.

Selain pembangunan infrastruktur, Leopold juga menyampaikan soal pembangunan pariwisata NTT yang terus bergeliat. Leopold bahkan meminta Jokowi untuk mendukung pengembangan pariwisata NTT dengan menjadikan Kupang sebagai bagian dari pintu masuk internasional di wilayah selatan RI.

Leopold juga tak menyianyiakan kesempatan bersama Jokowi kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Leopold juga menyampaikan persoalan pencemaran lingkungan di Laut Timor, khususnya terkait tumpahan minyak Montara yang mencemari Laut Timor delapan tahun silam.

Menurut Leopold, Jokowi merespon baik penyampaiannya itu dan meminta Kerajaan Kupang menyampaikan keluhan tersebut secara tertulis.

Leopold menyampaikan ini lantaran dia melihat diplomasi Indonesia soal persoalan pencemaran Laut Timor ini lemah terhadap Australia. “Kita minta supaya soal Laut Timor Bapak Presiden bisa atur betul karena dalam diplomasi kita selalu kalah dengan Timor Leste dan Australia. Kita minta agar soal polusi di celah Timor, supaya apakah Bapak Presiden (Jokowi, Red) melalui pengadilan internasional, melalui diplomasi nasional mengatur itu melalui Menlu-nya,” kata Leopold yang menambahkan, akibat pencemaran ini, habitat laut rusak, nelayan di Timor dan Rote (NTT) kesulitan mencari nafkah, apalagi rumput lautnya juga rusak. Padahal rakyat Kupang bergantung pada laut. (joo/fmc/ito/aln)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!