Jokowi Dinobatkan Jadi Maneleo – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Jokowi Dinobatkan Jadi Maneleo

MANELEO. Presiden Joko Widodo dengan sarung Rote dan topi kebesaran Ti’i Langga usai dinobatkan sebagai Maneleo di Bandara DC Saudale, Rote Ndao, Senin (8/1) sore.

ISAK/TIMEX

Presiden Pertama yang Berkunjung ke Rote Ndao

BA’A, TIMEX-Presiden RI Joko Widodo mendapat penyambutan istimewa di kabupaten terselatan Indonesia, Rote Ndao sore kemarin. Dirinya bahkan dinobatkan sebagai Maneleo Rote Ndao -gelar terhormat untuk masyarakat/bangsawan Rote Ndao.

Kehadiran Jokowi di Rote Ndao untuk memenuhi janjinya menginap di pulau terselatan Indonesia itu. Malam tadi Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan menginap di bumi To’o dan Te’o itu. Ini menjadi Presiden RI pertama yang mengunjungi Rote Ndao dan bermalam di pulau tersebut.

Ada beberapa agenda yang dilaksanakan Jokowi di Rote Ndao. Tiba di Bandara DC Saudale pukul 16:40 di Kecamatan Lobalain, Presiden ke-7 Indonesia itu disambut Bupati Rote Ndao Leonard Haning didampingi istri Paulina Haning-Bullu, Kapolres Rote Ndao AKBP Murry Miranda, Dandim Rote Ndao Letkol Arh. Budiono dan Danlanal Rote Ndao Letkol Laut (P) Lukman Haris.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo disambut secara adat Rote Ndao. Di dalam Ruang VIP Bandara DC Saudale, Presiden Jokowi dinobatkan oleh Bupati Rote Ndao sebagai Maneleo dengan mengenakan topi Ti’i Langga dan sarung adat Rote. Sementara Ibu Iriana dikenakan Bula Molik di kepala dan sarung oleh Ny. Paulina Haning.

Proses penyambutan dilanjutkan dengan tuturan adat oleh penyair Anderias Ruy. Setelah itu dijemput para Maneloe dari Kecamatan Rote Timur sebanyak 50 orang, dari Kecamatan Lobalain sebanyak 25 orang.

Anderias Ruy kepada koran ini menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara yang telah mengunjungi Rote Ndao. “Sejak Indonesia merdeka baru kali ini Presiden mengunjungi Rote Ndao, apalagi sampai bermalam. Presiden sudah menginjakan kaki di pulau terselatan Indonesia, ini sebuah penghargaan dan penghormatan untuk kami,” kata Anderias.

Dirinya mengharapkan perhatian dari Presiden untuk membangun Rote Ndao, terutama infrastuktur sehingga bisa lebih maju dan setara dengan daerah lain.

Usai penyambutan di Bandara DC Saudale, Presiden dan rombongan menuju Gedung Auditorium Bumi Ti’i Langga untuk membuka Rakor Bara JP. Pagi ini Presiden Joko Widodo diagendakan menyerahkan sertifikat tanah dan berdialog dengan masyarakat.

Serahkan 65.548 Sertifikat Tanah

Ada pesan moral yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat menyerahkan sertifikat tanah kepada masyarakat NTT di Milenium Ballroom Kupang, Senin (8/1). Sambil menyapa dengan sapaan ‘Ina dan Ama’, Jokowi meminta masyarakat NTT untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Salah satu agenda kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Provinsi NTT kali ini adalah penyerahan sertifikat tanah bagi masyarakat NTT. Total sertifikat tanah yang diserahkan berjumlah 65.548 sertifikat. Dari jumlah tersebut, Senin siang (8/1) bertempat di Milenium Ballroom Kupang, Presiden Jokowi telah menyerahkan 2.036 sertifikat kepada masyarakat NTT yang berasal dari 11 kabupaten/kota.
Penyerahan sertifikat tanah yang dilakukan secara simbolis kepada 12 penerima disaksikan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno serta beberapa bupati dan wali kota Kupang.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, sisa sertifikat (dari total 65.548 sertifikat) yang belum diserahkan akan diserahkan di Kabupaten Rote Ndao, Selasa (9/1) hari ini. Selanjutnya kepada 2.036 penerima sertifikat tanah yang hadir pada kesempatan itu, Jokowi menitipkan beberapa pesan. Antara lain, sertifikat harus diberi plastik supaya tidak rusak, difoto copy dan disimpan di lemari yang berbeda agar masih punya berkas, bila sertifikat hilang.

Jokowi juga berharap agar jangan sampai sertifikat tanah yang sudah dipegang jatuh ke tangan orang lain atau disita bank, lantaran tidak mampu membayar cicilan pinjaman. Menurut dia, tidak salah jika orang menggadaikan sertifikat ke bank untuk mendapatkan pinjaman. Asalkan harus dikalkulasi secara matang dan harus jelas pemanfaatannya. Misalkan untuk pengembangan modal usaha dan lain sebagainya. “Biasanya kalau sudah pegang sertifikat, pinginnya sertifikat disekolahkan ke bank. Tidak apa-apa, tapi tolong dikalkulasi dulu, bisa angsur setiap bulan nggak, dipakai untuk apa juga harus jelas,” kata Jokowi yang langsung disambut dengan tepukan tangan meriah dari seluruh penerima sertifikat tanah.

Jokowi menyebutkan, pada tahun-tahun sebelumnya, sertifikat yang diterbitkan oleh Kantor BPN di seluruh Indonesia biasanya hanya berkisar antara 400 ribu sampai 500 ribu sertifikat. Pada tahun 2017, dia menargetkan lima juta sertifikat diterbitkan. Tahun 2018, ditargetkan tujuh juta sertifikat harus diterbitkan Kantor BPN. Sedangkan tahun 2019 ditargetkan sebanyak sembilan juta sertifikat dan tahun 2020 ditargetkan sebanyak 12 juta sertifikat.

“Saya hitung, seluruh Indonesia masih kurang 80 juta sertifikat. Tak heran bila di semua provinsi banyak sengketa tanah. Untuk itu BPN harus kerja keras agar rakyat memegang tanda bukti hak hukum atas tanah berupa sertifikat. Kalau sudah ada sertifikat, maka rakyat bisa aman,” sebutnya.

Pada bagian akhir sambutannya, Jokowi mengatakan, negara Indonesia adalah negara yang besar, yang terdiri dari 714 suku dan memiliki 1.100 lebih bahasa daerah. Masyarakat Indonesia tinggal di 17 ribu pulau. Oleh karena itu, dia berharap semua masyarakat menjaga persaudaraan demi keutuhan bangsa.

“Ina Ama semuanya, marilah kita jaga persatuan, jaga negara Indonesia dalam bingkai NKRI yang berdasarkan Pancasila. Jangan sampai terjadi sengketa antar kampung. Jangan sampai perpecahan terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil dalam laporannya menyebutkan, 2.036 penerima sertifikat yang hadir, 1.500 diantaranya berasal dari Kabupaten Kupang, Kota Kupang 500 penerima, serta TTS, TTU, Belu dan Malaka masing-masing 100 penerima. Selebihnya ada lima kabupaten yang mengirimkan satu orang perwakilan.

“Pada tahun 2017, program PTSL yang diprogramkan Bapak Presiden yang berhasil terealisasi di NTT yakni 105.865 bidang tanah. Tahun depan untuk NTT akan dikeluarkan paling sedikit 90 ribu sertifikat,” sebut Sofyan.

Jaga Kebhinekaan

Kunjungan Kerja Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Provinsi NTT kemarin, salah satu agendanya adalah memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK). Tema yang diangkat adalah “Multikulturalisme dan Politik Kebangsaan dalam Mewujudkan Indonesia Berkemajuan”.

Kuliah umum berlangsung di Aula UMK. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia di UMK ini merupakan sejarah baru dan penghargaan bagi Civitas Akademika UMK serta seluruh perserikatan Muhammadiyah. Pasalnya, sejak tahun 1987 UMK berdiri dan eksis di Kota Kupang, baru pertama kali dan di masa kepemimpinan Rektor UMK Zainur Wula, Presiden RI Joko Widodo beserta Ibu Hj. Iriana Joko Widodo menyambangi UMK.

Pantauan Timor Express, civitas akademika UMK beserta seluruh perserikatan organisasi Muhammadiyah serta para tamu begitu antusias menyambut kehadiran Jokowi. Pada kesempatan itu mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Rusli Sayuna mendapat kesempatan emas bisa berselfi dengan Jokowi di sela-sela penyampaian kuliah umum. Selain itu, ada tiga mahasiswa yang mendapat tiga unit sepeda dari Jokowi setelah menjawab pertanyaan.

Jokowi menjelaskan, dirinya juga berkunjung ke provinsi lain namun untuk NTT sudah berulang kali bahkan menurutnya sampai tak bisa dihitung. Berbicara tentang kebhinnekaan, sebut Jokowi, negara Indonesia adalah negara yang besar dengan berbagai latar belakang. Selain itu, kaya akan keberagaman budaya yang ditandai dengan sebanyak 714 suku dan 1.100 lebih bahasa daerah. “Karena itu harus disadari bersama karena Indonesia bukanlah negara yang kecil, maka aneka keberagaman harus dijaga di bumi pertiwi,” pesan Jokowi.
Dirinya mengajak keberagaman ini dikelola dengan politik kebangsaan. Selain itu, memiliki tekad yang sama untuk memajukan Indonesia yang berkemajuan.

Terkait dengan momentum politik perlu diingat bahwa dalam perhelatan politik boleh berbeda pilihan tetapi persaudaraan sesama anak bangsa harus terjaga. “Karena negara Indonesia merupakan negara yang santun dan semua negara mengetahui itu,” jelasnya.
Ke depan, menurut Jokowi ada banyak tantangan terkait dengan meningkatnya berbagai perubahan akibat perkembangan zaman. Karena itu dia meminta perguruan tinggi harus berperan aktif dalam menciptakan generasi yang berintelek dan dapat berdaya saing. “Pada prinsipnya akan ada perubahan karena teknologi, sehingga pemerintah harus dipaksa bekerja efisien karena kalau tidak akan tertinggal,” ujarnya.

Perubahan tersebut harus direspon oleh mahasiswa dan perguruan tinggi. Karena itu Jokowi menitipkan pesan kepada Rektor UMK untuk terus berinovasi seiring dengan perkembangan zaman. “Misalnya, jangan hanya Jurusan Akuntansi Manajemen tetapi harus ada jurusan baru seperti Ekonomi Digital dan lainnya,” kata Jokowi.

Jokowi juga menekankan pentingnya semangat menjadi entrepreneur. “Diharapkan Universitas Muhammadiyah Kupang adalah tempat lahirnya manusia unggul dalam hal berwirausaha serta terciptanya generasi entrepreneur demi membangun bangsa yang berkemajuan,” tutup Jokowi.

Sementara Rektor UMK Zainur Wula mengucapkan limpah terima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo yang telah berkesempatan hadir di UMK. UMK saat ini memiliki mahasiswa 4.209 orang dimana 70 persen mahasiswa adalah non muslim. “Hal ini karena UMK mengacu pada visi misi yang unggul ke depan dalam membangun nusa dan bangsa,” kata Zainur. (mg23/r2/mg22/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!