USBN 8 Pelajaran SD Belum Diterapkan – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

USBN 8 Pelajaran SD Belum Diterapkan

PANTAU SEKOLAH. Mendikbud Muhadjir Effendy (kiri) saat berada di SMKN 3 Kupang, Senin (8/1) sebelum pembagian KIP oleh Presiden Joko Widodo.

IST

Tahun Ini Batu 3 Mata Pelajaran
KKG Dilatih Susun Soal Berstandar Nasional

KUPANG, TIMEX–Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) mulai diterapkan di tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun ini. Sebelumnya, ujian akhir bagi siswa kelas VI SD ini disebut Ujian Sekolah (US). Rencananya USBN SD akan mencakup delapan mata pelajaran.

Menjawab pertanyaan Timor Express, Minggu (7/1) terkait kebijakan baru ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy mengatakan, USBN dengan delapan mata pelajaran di tingkat SD belum diterapkan tahun ini. Menurutnya, untuk tahun ini USBN SD hanya tiga mata pelajaran saja. Yakni, Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Sedangkan USBN dengan delapan mata pelajaran, meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, PKN, Seni Budaya dan Prakarya (SBDP), Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), serta Agama, baru akan diterapkan pada tahun mendatang.

“Tahun ini tidak semuanya. Masih tiga mata pelajaran. Delapan mata pelajaran itu untuk pemanasan saja. Tapi tahun depan baru sudah diterapkan,” jelasnya.

Effendy menjelaskan, USBN sebetulnya lebih simpel. Sebab sebelumnya soal US SD disusun oleh pemerintah provinsi. Namun dengan adanya kebijakan baru ini, soal USBN justru disusun oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) di masing-masing kabupaten/kota, bekerja sama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

“USBN sebenarnya lebih simpel. Sekarang soalnya dibikin oleh KKG di masing-masing kabupaten/kota. Hanya saja, standar yang dipakai adalah standar nasional,” sebut Effendy saat bertatap muka dengan wartawan di Resto Celebes, bersama dengan rombongan pejabat dari Kemendikbud dan dari Dinas Pendidikan Provinsi NTT.

Seiring dengan diberlakukannya USBN, Effendy katakan, guru-guru yang tergabung dalam KKG dari berbagai kabupaten/kota akan dilatih untuk membuat soal yang berstandar nasional. “25 persen soal ujian dari pusat (Balitbang Kemendikbud, red). Sisanya 75 persen soal disusun oleh KKG di setiap daerah,” ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Oleh karena soal USBN disusun oleh KKG, Effendi menyebutkan, guru-guru yang ikut mengerjakan soal harus menjaga integritas dan kejujuran. Jangan sampai guru justru terdorong untuk membocorkan soal kepada peserta didik. “KKG harus betul-betul memanfaatkan mandat dan kepercayaan yang diserahkan pemerintah untuk kepentingan anak didiknya. Paling penting adalah kejujuran. Kalau ada kecurangan, maka yang akan diminta pertanggungjawaban adalah KKG dan MKKS,” kata Effendy.

Bila nantinya USBN SD sudah mencakup delapan mata pelajaran, Effendy yakin hal ini tidak akan membebani siswa. Untuk itu dia berharap masyarakat tidak khawatir atau takut. Menurut dia, selama proses belajar mengajar berjalan dengan tuntas, siswa pasti siap mengahadapi USBN. “Saya kira tidak (membebani siswa, red), karena selama ini kan sudah ada ujian. Hanya saja dulu tidak pakai standar, sekarang kita pakai standar nasional untuk meningkatkan mutu,” ungkapnya. (r2/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!