Jefry: Mestinya Bisa Lebih – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

Jefry: Mestinya Bisa Lebih

2017, Realisasi Investasi Rp 3,1 Triliun

KUPANG, TIMEX-Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi NTT mencatat, realisasi investasi di wilayah NTT pada tahun 2017 mencapai Rp 3,15 triliun.

“Target kita Rp 3 triliun dan realisasinya Rp 3,15 triliun. Ini lebih banyak di sektor pariwisata, yakni perhotelan dan pertanian di Sumba Timur investasi perkebunan tebu,” jelas Kepala Dinas PMPTSP NTT, Samuel Rebu kepada Timor Express, Rabu (10/1).

Menurut Samuel, dengan hasil yang dicapai tersebut, pihaknya menargetkan investasi di NTT tahun 2018 sebesar Rp 3,7 triliun. Meski belum memastikan jenis investasi yang ditarget, namun salah satu investasi besar yang masih tertunda adalah industri pabrik semen PT Semen Kupang Indonesia yang belum direalisasi.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi IV DPRD NTT, Jefry Unbanunaek kepada koran ini menegaskan, potensi investasi di NTT masih sangat besar dan terbuka lebar. Sayang, pemerintah belum fokus untuk mendatangkan investor, sehingga potensi yang ada hanya sebatas potensi yang tidak tergarap.

Jerfy katakan, pertumbuhan ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat tidak bisa bergantung pada anggaran pemerintah seperti APBD dan APBN. Sektor swasta harus digenjot dengan kebijakan-kebijakan yang ramah investasi.

“Mestinya lebih dibanding daerah lain. Investasi di NTT ini masih minim. Peluang investasi terbesar di industri pariwisata. Dan ini harus fokus. Pemerintah harus bisa jemput bola,” kata politikus PKPI itu.

Untuk menarik investor, pemerintah tidak bisa tinggal diam dan menunggu. Menurut Jefry, pemerintah harus memiliki konsep yang jelas tentang investasi, sehingga target dan realisasinya realistis dan wajar. “Perlu diingat bahwa perlakuan dan layanan terhadap investor harus lebih baik agar mereka merasa nyaman dan dihargai di daerah ini,” paapr dia lagi.

Dia tambahkan, selama ini masalah yang sering dikeluhkan adalah minimnya pasokan listrik dan masalah pembebasan lahan. Namun saat ini pasokan listrik sudah memadai. Sementara masalah lahan masih tetap menjadi momok.

Hal ini menurut Jefry tidak boleh dibiarkan. Pemerintah sebagai tuan rumah harus hadir di sana untuk memberikan kepastian kepada investor. “Pemerintah harus turut perpartisipasi dalam persoalan-persoalan sosial, terutama persoalan lahan,” tantasnya.(cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!