OJK: Tidak Sesuai Ketentuan, Kami Tolak – Timor Express

Timor Express

RAGAM

OJK: Tidak Sesuai Ketentuan, Kami Tolak

KUPANG, TIMEX-Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan NTT Winter Marbun mengakui operasional Bank NTT bisa berjalan walaupun hanya tersisa satu direksi yakni Direktur Pemasaran Kredit, Absalom Sine.

Winter mengatakan, dalam kondisi normal, satu direksi bisa memimpin dengan memanfaatkan para kepala divisi. Namun dalam kondisi tertentu seperti saat ini, hal itu dinilai sulit dilakukan. Pasalnya, saat ini Bank NTT sedang menghadapi proses seleksi pengurus yang dilakukan oleh Komite Renumerasi dan Numerasi (KRN), dimana diketuai oleh Komisaris Independen.

“Satu orang direksi saja sebenarnya bisa. Tetapi apakah dia bisa melakukan semua? Kalau untuk pemilihan pengurus ini harus KRN yang merupakan perpanjangan dari dewan komisaris. Makanya harus ada komisaris,” kata Winter ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/1).

Hal inilah yang menurut dia sebagai salah satu alasan gubernur dan empat bupati/wali kota mengeluarkan surat keputusan untuk memperpanjang masa jabatan dewan komisaris dan direktur pemasaran dana sekaligus sebagai pelaksana tugas direktur utama.
Meski mengakui SK yang dikeluarkan itu tidak sesuai aturan dan prosedur yang berlaku, namun dia telah berkoordinasi dengan OJK di Jakarta untuk meminta pertimbangan sebelum memberikan ruang kepada gubernur untuk memperlakukan SK tersebut. “Tapi kan harus segera RUPS. Itu harus,” tandas Winter.

Ditanya lagi terkait proses seleksi pengurus yang masih tersendat, Winter menyebutkan, saat ini OJK hanya menunggu dokumen yang belum dilengkapi oleh KRN. Dokumen tersebut adalah notulen RUPS LB di Maumere pada 11 Agustus 2017.

Winter menjelaskan, notulen yang ada di dalam dokumen yang dikirim ke OJK, tidak sesuai dengan penjelasan dari KRN. Sehingga OJK meminta rekaman video RUPS LB di Maumere untuk disesuaikan. Dan, penjelasan KRN sesuai dengan video RUPS LB. “Nah, notulen itu kan hanya kesimpulan, tidak ada catatan rinci terkait isi RUPS. Itu yang harus dilengkapi. Jadi RUPS nanti itu salah satu yang harus disepakati,” kata Winter lagi.

Menurut dia, untuk pemilihan pengurus adalah kewenangan pemegang saham. Siapa pun yang mereka pilih, jika sesuai aturan, OJK akan memroses sesuai aturan yang berlaku. “Mau pilih orang karena kedekatan atau siapa pun itu, kami akan terima. Tetapi kalau tidak sesuai ketentuan, kami tolak,” tandas dia.

OJK, menurut Winter tidak membatasi jangka waktu pemilihan pengurus, karena semua merupakan hak dari pemegang saham untuk menentukan. Namun untuk menjaga kestabilan bank, dia berharap Bank NTT segera memroses dokumen tersebut untuk diusulkan agar bisa mendapatkan pengurus yang definitif.

Saat ini Direksi Bank NTT pun sedang melakukan persiapan RUPS dengan berkonsultasi ke OJK. Namun Winter membantah jika pihaknya menolak surat yang diteken oleh Eduard Bria Seran selaku pelaksana tugas direktur utama.

Menurut Winter, pihak Bank NTT sudah berkonsultasi ke OJK, namun tidak ada penolakan. Meski demikian dia mengatakan, karena pelaksana RUPS adalah direksi, sehingga siapa pun di antara para direksi bisa menandatangani surat untuk RUPS nanti. “Tidak ada batasan harus dirut atau direktur, yang penting itu direksi,” tutup dia. (cel/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!