Raja Siap Lanjutkan Program Agung – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Raja Siap Lanjutkan Program Agung

SIAP BERTUGAS. Kapolda NTT Irjen Pol. Raja Erizman usai pelantikan di Mabes Polri, Kamis (11/1)

OBER GERIMA/TIMEX

Perjuangkan Polres SBD dan Malaka

JAKARTA, TIMEX-Tongkat komando Kapolda NTT resmi berpindah tangan dari pejabat lama Irjen Pol Agung Sabar Santoso kepada pejabat baru Irjen Pol Raja Erizman.

Sertijab dipimpin langsung Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, bertempat di Rupatama Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, siang kemarin (11/1). Acara tersebut juga dihadiri Wakapolri Komjen Syafruddin, para pejabat utama Mabes Polri dan komisioner Kompolnas.

Sertijab ditandai dengan penyematan tanda jabatan, pengambil sumpah jabatan, penyerahan tongkat komando kepada pejabat baru dan penandatangan berita acara.

Kapolri Tito Karnavian pada kesempatan itu berharap dengan sertijab tersebut dapat meningkatkan kinerja Polri baik di dalam maupun di luar struktur. Termasuk dapat mempercepat pencapaian visi Polri terutama merebut kepercayaan publik pada Polri.

“Semoga dengan jabatan yang baru dapat menjadi amanah dan spirit dalam mengemban tugas ke depan secara prima bagi pelayanan masyarakat,” kata orang nomor satu di Polri itu.

Para Kapolda yang dilantik juga diminta segera melakukan langkah-langkah strategis melibatkan semua stakeholder masyarakat, baik tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda guna mensukseskan pelaksanaan Pilkada serentak 2018.

“Polri telah membentuk Satgas Nusantara yang akan melakukan berbagai langkah-langkah cipta kondisi agar Pilkada serentak 2018 dapat terlaksana dengan aman, lancar dan kondusif. Kita juga akan bekerjasama dengan TNI, Pemda, Linmas dan semua pihak terkait untuk melakukan upaya mendinginkan situasi jelang Pilkada di daerah-daerah yang berpotensi rawan konflik,” kata Kapolri.

Melalui Divisi Humas Polri, lanjut Kapolri, para tokoh agama dan tokoh masyarakat juga diajak untuk menyerukan pesan damai kepada umat melalui media sosial maupun media publik agar bersama-sama mensukseskan Pilkada 2018.

Polda dan Polres jajaran juga diminta intensif melakukan patroli cyber guna mencegah berbagai tindak pidana terkait Pilkada di dunia maya. “Polri juga akan kerja sama dengan Kemenkominfo dan Badan Cyber Nasional,” ungkapnya.

Mantan Kapolda NTT Irjen Pol Agung Sabar Santoso yang diwawancarai di ruang kerja Kadivkum Polri, menyampaikan harapannya kepada pejabat baru agar terus menjaga dan meningkatkan kondisi Kamtibmas di NTT yang secara umum saat ini sangat baik.
“Kondisi Kamtibmas di NTT jika dibandingkan antara tahun 2016 dan 2017 itu ada penurunan yang cukup. Kurang lebih hampir 19 persen,” sebut Agung.

Bekas Kapolda Sultra itu juga mengatakan, saat ini Polda NTT telah mempersiapkan pengamanan Pilgub dan 10 Pilbup. “Jumlah personel juga sudah kita siapkan. Memang hampir semuanya rawan, tetapi ada beberapa lokasi yang menjadi perhatian untuk Polda NTT seperti Sumba Barat Daya (SBD), karena pengalaman Pilkada yang lalu cukup mengkuatirkan karena adanya konflik antar kelompok. Termasuk di Alor dan TTS,” sebut Agung.

Secara umum, kata Agung, Polda NTT sudah melakukan upaya-upaya cipta kondisi dengan menggalang semua tokoh masyarakat, tokoh agama maupun parpol dan para Paslon peserta Pilkada supaya menjaga Kamtibmas yang sudah baik saat ini.

“Tentu Pilkada bukanlah hal baru tetapi dilaksanakan setiap lima tahun dan masyarakat juga sudah paham. Apalagi NTT selalu menjunjung tinggi kebersamaan,” ungkap dia.

Ia mengatakan, Polri dan TNI bersama Pemda dan stakeholder lainnya terus bahu membahu untuk saling membantu menjaga Kamtibmas jelang Pilkada 2018. “Kita juga sudah melakukan pendekatan dengan para Paslon. Nanti akan ada deklarasi untuk Pilkada yang aman, tertib dan lancar. Deklarasi Paslon untuk siap kalah dan siap menang,” imbuhnya.

Ditambahkan, Polda NTT memiliki dua pekerjaan rumah untuk membentuk 2 Polres di Kabupaten SBD dan Malaka. “Semoga dengan Pak Raja bisa cepat terwujud, karena sudah kita usulkan,” ujar Agung.

Sementara itu, Kapolda NTT Raja Erizman mengatakan dirinya siap melanjutkan seluruh program pejabat Kapolda NTT yang lama.
“Tentu pertama saya akan melanjutkan kebijakan dan program Kapolda yang lama. Kira-kira mungkin ada yang perlu kita benahi ya kita benahi. Tapi kalau saya melihat sekarang itu semua sudah berjalan dengan sangat baik. Sambil jalan mungkin kita akan melaksanakan apa yang sudah direncanakan Kapolda lama,” kata Raja.

Mantan Kadivkum Polri itu mengaku akan terus melihat dan mengikuti perkembangan-perkembangan yang saat ini terjadi sangat dinamis.

“Perkembangan hari ke hari dalam situasi politik ini tentu ada peningkatan. Kita akan menyesuaikan kebijakan-kebijakan yang akan kita ambil nantinya. Tidak akan terlalu jauh dari kebijakan yang sudah dicanangkan Kapolda yang lama. Saya kira ini baru pandangan saya dari jauh. Tentunya akan berkembang kalau sudah di sana dan kita akan melihat semuanya,” sebut dia.

Raja berharap masyarakat NTT dapat terus bahu membahu dalam kebersamaan untuk menjaga Kamtibmas. “Jangan ada SARA. Ini kita harus sama-sama menjaga untuk NKRI,” sebut dia.

Polda NTT, lanjut dia, juga akan terus bekerja sama dengan TNI guna mengatasi berbagai pelanggaran hukum seperti penyeludupan barang yang selama ini marak terjadi di wilayah perbatasan negara di NTT.

“Nanti sambil jalan kita akan lihat situasi yang berkembang di sana seperti apa. Saya tidak mau meraba-raba, nanti imajiner kebijakannya. Kita akan melihat dulu seperti apa yang terjadi. Apakah ini perdagangan tradisional antar masyarakat perbatasan atau seperti apa,” imbuhnya.

Raja juga berkomitmen untuk mengawal perjuangan Kapolda lama untuk membentuk Polres SBD dan Polres Malaka.
“Tentunya kita akan lanjutkan itu. Kalau memang sudah diusulkan, kita akan minta dipercepat, apalagi Polres-Polres yang disesuaikan dengan tempat dan pemekaran wilayah. Kita juga akan minta dipercepat sarana prasarana Polres yang ada. Jadi kita tetap dukung dan teruskan kebijakan Kapolda yang lama,” pungkas Raja.

Pantauan Timor Express, usai acara sertijab itu, Raja dan Agung langsung menggelar acara pisah-sambut jabatan Kadivkum Polri di ruang rapat Divkum Polri yang berlangsung secara sederhana. Pisah-sambut tersebut dilakukan mengingat dalam Surat Telegram (ST) Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian Nomor 16/I/2018 tanggal 5 Januari 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan Pati dan Pamen dalam jabatan di lingkungan Polri, kedua jenderal bintang dua ini hanya bertukar posisi jabatan.

Acara dilanjutkan dengan sertijab Ketua Bhayangkari Daerah NTT dari Ny. Intan Sabar Santoso kepada Ny. Herawati Raja Erizman di Aula Gedung Bhayangkari Mabes Polri.

Sementara itu, dalam acara sertijab kemarin, mantan Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin dimutasi menjadi Pati Baintelkam Polri dalam rangka pensiun.

Sedangkan Brigjen Pol Priyo Widyanto yang mantan Kapolda Jambi dipindahkan menjadi Kapolda Kaltim.
Brigjen Pol Muchlis As sebagai Pati Baharkam Polri yang menjalani penugasan pada Bakamla RI diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolda Jambi.

Jabatan yang ditinggalkan Muchlis diisi oleh Kombes Pol Sarono, mantan Irwasda Polda Jabar. Jabatan Irwasda Polda Jabar diisi Kombes Pol Suradiyana yang sebelumnya Irwasda Polda Bali.

Irjen Pol Suroso Hadi Siswoyo, bekas Kapolda Lampung, juga dimutasi sebagai Widyaswara Utama Sespim Lemdiklat Polri, sementara Irjen Pol Suntana selaku Pati Baintelkam Polri dan menjalani penugasan pada BIN diangkat menjadi Kapolda Lampung.

Brigjen Pol Rudy Sufahriadi yang bekas Kapolda Sulteng juga diangkat dalam jabatan baru sebagai Dankorbrimob Polri. Kapolda Sulteng diisi oleh Brigjen Pol I Ketut Argawa yang sebelumnya Karo Analisis Baintelkam Polri.

Selain itu, Irjen Pol Murad Ismail yang sebelumnya sebagai Dankorbrimob Polri dimutasikan sebagai analisis kebijakan utama Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri. (joo/fmc/ito)

Baru Pertama Bertugas di NTT

KAMIS (11/1), Irjen Pol Drs. Raja Erizman resmi menjabat Kapolda NTT, menggantikan Irjen Pol Agung Sabar Santoso. NTT adalah wilayah penugasan baru bagi Raja Erizman.

Orang nomor satu di Polda NTT ini lahir di Tanjung Balai, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau pada 29 November 1962.
Ia mengenyam pendidikan umum di kampung halamannya. Setelah tamat SD tahun 1974, SMP tahun 1977 dan SMA tahun 1981, ia lalu lolos seleksi dan berhasil mengenyam pendidikan perwira kepolisian di AKABRI dan lulus tahun 1985.

Pendidikan kepolisian lanjutan yang diikuti adalah PTIK tahun 1994, SESPIM tahun 1999 dan SESPATI I tahun 2009.
Adapula pendidikan kejuruan yang berhasil Raja jalani yaitu Pa Das Serse tahun 1986 dan Pa Lan Serse Tik tahun 1987.
Sebagai seorang perwira, jejang kepangkatannya juga diperoleh secara normal, diawali dengan pangkat Ipda pada tahun 1985 kemudian Iptu (1987), AKP (1991), Kompol (1996), AKBP (2001), Kombes Pol (2005), Brigjen Pol (2009) dan Irjen Pol tahun 2016.
Raja mengawali karir perwiranya sebagai Pamapta Polresta Magelang Polda Jateng tahun 1985.

Masih di wilayah hukum Polda Jateng, dia selanjutnya dipercayakan menjabat Wakapolsek Magelang Utara tahun 1986, Wakasat Serse Polresta Magelang (1987), Wakapolsek Magelang (1988), Kapolsek Magelang Utara (1989) dan Kapolsek Semarang Barat (1991).
Setelah itu Raja dipindahkan ke wilayah hukum Polda Kaltim dan menjabat Kanit Serse Tik Dit Serse Polda Kaltim tahun 1994, Wakapolres Bulungan (1997) dan Pamen Polda Kaltim tahun 1998.

Pada tahun 1999, Raja dipindahkan menjadi Dansat Idik Harda Dit Serse Um Korserse Polri, kemudian pada tahun 2001 dia menjabat Dansat Idik VC Dit Serse Um Korserse Polri dan Kapodik I/penyidik Wreda Subdit Pidras/VC Dit Serse.

Raja selanjutnya dipindahkan ke wilayah hukum Polda Metro Jaya dan menjabat Kasat Serse Um Dit Serse Polda Metro Jaya tahun 2002, lalu menjadi Wadir Reskrimsus Polda Metro Jaya tahun 2003.

Masih di tahun 2003, Raja dipindahkan menjadi Kapolres Depok, kemudian Kapolres Metro Tangerang tahun 2005.
Tahun 2006, Raja dimutasi lagi menjabat Kanit V Dit V/Tipiter Bareskrim Polri, selanjutnya Dir Reskrimsus Polda Metro Jaya tahun 2008, Wadir III/Kor Dan WCC Bareskrim Polri dan Dir II/Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri tahun 2009.

Pada tahun 2010, suami dari Ny. Herawati itu kembali dipindahkan menjadi Pati dan staf pada Sahli Kapolri. Kemudian menjabat Analisis Kebijakan Utama Bidang Sosbud Sahli Kapolri tahun 2012.

Selanjutnya tahun 2015, Raja dimutasi menjadi Widyaiswara Madya Sespim Polri Lemdikpol dan kemudian Kasespimma Sespim Polri Lemdikpol.

Tepat 5 Oktober 2016, Raja diangkat menjadi Kadivkum Polri dan 5 Januari 2018 menjabat Kapolda NTT. Selama menjadi perwira Korps Bhayangkara, Raja Erizman juga telah menerima tanda jasa Satya Lencana (SL) Kesetiaan 8 tahun dan SL Kesetiaan 16 tahun. Dia juga pernah menjalani penugasan ke luar negeri yaitu ke Malaysia pada 9 April 2014. (joo/fmc/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!