BUMN Bantu Petani dengan Layanan Kewirausahaan – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

BUMN Bantu Petani dengan Layanan Kewirausahaan

JAKARTA, TIMEX-Melalui layanan kewirausahaan dan digitalisasi sistem pertanian BUMN membantu petani. Sejumlah perusahaan BUMN yang berada di bawah komando Menteri BUMN Rini Sumarno dilibatkan untuk mensukseskan hal itu.

Menurut Rini melalui layanan kewirausahaan petani dan digitalisasi sistem pertanian diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan. Seperti usaha skala kecil (key players), tidak ada satu pun institusi yang punya otoritas atas value chain yang panjang, daya tawar lemah petani (main actors), serta insentif petani yang tidak fokus, tidak tepat, tidak berkelanjutan dan tidak cukup.

”Selama ini komoditas pangan diproduksi secara terpecah-pecah dengan luas lahan yang kecil. Sehingga produksi pangan tidak produktif. Melalui penerapan digitalisasi sistem dan korporatisasi pertanian, BUMN hadir untuk mendorong peningkatan produktivitas pangan dan kesejahteraan petani kecil,” ujar Rini, dalam keterangan persnya, Kamis (11/1).

Program tersebut merupakan tindaklanjut dari arahan Presiden Jokowi, saat Rakornas Pertanian Tahun 2017 lalu. Menurut Jokowi, tidak bisa lagi kita biarkan petani berjalan sendiri-sendiri. Rakyat harus diorganisir, petani harus diorganisir, kenapa korporasi bisa menjual produk dengan sangat murahnya? Karena skala ekonomi yang besar.

”Kenapa mereka bisa lebih efisien? Karena mereka memproduksi dalam jumlah massal. Dalam jumlah banyak, petani pun juga bisa seperti itu,” ujarnya.

Adapun BUMN hadir untuk mewirausahakan petani melalui Layanan Kewirausahaan Petani dan Digitalisasi Sistem Pertanian, pada Kamis (11/1) dilakukan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Rini tidak sendiri saat menghadiri acara tersebut. Dia mengajak sejumlah pimpinan BUMN.

Lebih lanjut Rini Soemarno mengatakan, penerapan digitalisasi sistem pertanian telah diluncurkan Menteri BUMN pada Maret 2017 lalu. Ia berharap hal itu dapat meningkatkan produktivitas petani.

Digitalisasi sistem pertanian oleh kelompok tani (poktan) diinisiasi oleh PT Telkom Tbk bekerjasama dengan Pemerintah Daerah melalui empat siklus tahap. Yaitu Pratanam dengan penerapan asuransi usaha tani dan kredit usaha rakyat yang merupakan wujud sinergi PT Jasindo, PT Askrindo dan Himpunan Bank Negara (Himbara); tahap Tanam dengan penyediaan benih, distribusi pupuk, dan pendampingan yang merupakan wujud sinergi PT Pupuk Indonesia, PT Pertani, PT SHS, dan PT PNM.

Kemudian tahap Panen dengan penyimpanan hasil panen dan resi gudang dari PT Pegadaian. Serta tahap Pasca Panen dimana pada tahapan ini dilakukan penjualan dan distribusi hasil tani yang merupakan wujud sinergi Perum Bulog dan PT Pupuk Indonesia Pangan.
Selain itu, Menteri Rini juga menyaksikan penandatangan MoU antara BUMN dengan Mitra BUMDes Nusantara. ”Kami melihat, kesejahteraan masyarakat Indonesia akan tercapai kalau bisa sejahterakan desa. Saya akan terus mendorong BUMN untuk lebih peduli ke desa. Caranya, antara lain dengan melakukan kerja sama dengan BUMDes di desa-desa di seluruh Nusantara,” pungkasnya. (dai/jpg/aln)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!