Masyarakat Rote Dapat 6.793 Sertifikat – Timor Express

Timor Express

SUROSA

Masyarakat Rote Dapat 6.793 Sertifikat

SAMBUTAN. Presiden RI, Joko Widodo memberikan sambutan sebelum menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah di Kabupaten Rote Ndao, Selasa (9/1)

ISAK/TIMEX

Diserahkan Secara Simbolis Presiden Joko Widodo

BA’A, TIMEX – Hari kedua kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Kabupaten Rote Ndao, memberikan sertifikat tanah bagi 12 orang penerima secara simbolis. Pemberian sertifikat dilaksanakan di halaman kantor bupati Rote Ndao, Selasa (9/1).

Pada kesempatan itu, Bupati Rote Ndao, Leonard Haning mengatakan, Presiden Jokowi bersama Ibu Negara dan rombongan tiba di Rote, tidak hanya tiba di Rote tetapi juga telah menjadi orang Rote yang dituakan di Rote Ndao.

“Perjalanan panjang kami hanya bisa mendengar bahwa bapak sering ucapkan dari Sabang sampai Merauke, Miangas sampai Rote Ndao, tetapi sejak kemarin bapak telah tiba disini bersama ibu dan rombongan,” katanya.

Atas nama pemerintah dan rakyat, ia mengucapkan terima kasih ats kunjungan Presiden dan Ibu Negara serta rombongan.
Menteri Pertanahan Nasional, Sofyan H Jalil dalam sambutannya mengatakan, sebanyak 2.000 orang yang hadir, sebagian besar adalah tokoh masyarakat Rote Ndao dan jumlah besarnya adalah penerima sertifikat.

“Sertifikat yang kita serahkan di Kabupaten Rote Ndao sebanyak 6.793 sertifikat yang hari ini diserahkan dan sisanya nanti diserahkan oleh kepala kantor BPN dan Bupati Rote Ndao,” katanya.

Dijelaskan, untuk seluruh NTT diserahkan 108.523 sertifikat. Hari pertanya diserahkan sebanyak 65.548 dan hari kedua sebanyak 42.975.

“Untuk Kabupaten Rote Ndao lebih mudah kita membuat sertifikatnya, karena masyarakat disini sudah punya pagar dan batas-batas yang dibuat oleh masyarakat. Jadi BPN datang tinggal mengukur dan kemudian mengeluarkan sertifikat,” ungkapnya.
Penyerahan sertifikat secara simbolis diserahkan kepada 12 orang.

Presiden RI, Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan, Miangas dihuni 320 kk. “Di tempat lain saya tidak nginap, tapi di Rote Ndao saya nginap. Kenapa? Karena saya konsentrasi ngurus sertifikat sebanyak-banyaknya. Setiap saya ke desa-desa, yang masuk ke telinga saya hanyalah sengketa tanah. Di mana-mana hampir di semua provinsi,” ungkapnya.

Dijelaskan, dari 126.000.000 sertifikat yang harus dipegang masyarakat, baru 46.000.000 sertifikat. “Dulu dalam satu tahun hanya 400 sampai dengan 500 ribu sertifikat se-Indonesia jadi kita menunggu 80 juta, maka kita menunggu 180 tahun lagi baru selesai. Untuk itu saya perintahkan kepada Menteri BPN untuk tahun 2016 5 juta sertifikat harus diserahkan kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Tahun ini target 7.000, tahun depan 9.000.

Ia meminta dan ingatkan bahwa persatuan, kesatuan dan persaudaraan jangan sampai menjadi tidak erat gara-gara ada perbedaan antara suku. Karena semua saudara sebangsa dan setanah air. (mg23/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!