Nilai UN Tidak Digunakan di SBMPTN – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Nilai UN Tidak Digunakan di SBMPTN

Mohammad Nasir

 

JAKARTA, TIMEX-Menteri Riset, Teknologi (Ristek) dan Pendidikan Tinggi (Dikti) Mohammad Nasir mengatakan pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) nanti akan berbeda. Yakni, menggunakan Tes Centre.
Program ini, menurut Nasir, untuk menjangkau siswa-siswa yang berada di kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Selama ini, siswa-siswa yang tinggal di kawasan 3T harus mengeluarkan dana yang banyak hanya untuk mengikuti tes SBMPTN. ”Apabila dengan Tes Centre, dia tidak lagi harus datang ke tempat tes itu. Tetapi, nanti tes itu bisa bisa dilakukan dengan jarak jauh, misalnya dengan memanfaatkan sistem android atau inovasi lain yang hingga kini masih kami bahas,” terang Nasir, Minggu (21/1).

Nasir menuturkan, Pusat SBMPTN pun akan diubah menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Tugas BLU yaitu untuk menyelenggarakan tes centre di berbagai wilayah di Indonesia. ”Petugas BLU, akan diisi oleh beberapa perwakilan dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN),” katanya.

Pelaksanaan Tes Centre tersebut, masih ujar Nasir, seperti pelaksanaan Tes Toefl atau Tes Potensi Akademik (TPA) yang bisa dilakukan di berbagai lembaga yang berstandar. Sehingga, hasil dari tes centre tersebut, nantinya akan disetorkan oleh BLU kepada PTN yang diinginkan siswa. ”Jadi nanti, kalau mau daftar kuliah cukup bawa nilai tes centre itu, misal punya skor 600, nah dengan skor sekian sudah cukup belum untuk meloloskan siswa tersebut ke PTN yang dimaksud,” terang Nasir.

Nasir menyebutkan, saat ini Tes Centre baru ada di 84 titik PTN. Dimungkinkan, jumlah tes centre akan terus bertambah. Mengingat tahun depan, tes centre akan digelar lebih luas di seluruh Indonesia.

Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyayangkan keputusan panitia SNMPTN yang tidak menggunakan hasil Ujian Nasional (UN) dalam SBMPTN. Pasalnya, tingkat keterpercayaan atas hasil UN sudah cukup tinggi. Apalagi, pelaksanaan UN telah transparan dan tanpa kecurangan. ”Ini patut disesalkan. Karena tingkat kepercayaan UN sudah cukup tinggi. Kalau dulu UN tidak jadi dasar pertimbangan, dianggap tidak likuid,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi mengatakan, berdasarkan amanat PP 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan(SNP), hasil UN digunakan untuk seleksi jenjang pendidikan berikutnya. Hasil UN SMP dapat digunakan sebagai pertimbangan seleksi masuk SMA, demikian pula hasil UN SMA dan sekolah sederajat diharapkan digunakan juga sebagai pertimbangan masuk PTN. ”Ini amanat PP. Tapi hanya salah satu pertimbangan. Artinya ada pertimbangan lain, selain UN,” ujarnya.

Dia menjelaskan, posisi nilai UN terhadap nilai rapor sekolah sebagai faktor koreksi. Ujian semester di sekolah menggunakan acuan di masing-masing sekolah, sedangkan UN menggunakan acuan berstandar nasional. ”Jadi, kalau ada murid yang dapat nilai rapor tinggi, nilai itu tidak bisa dibandingkan dengan nilai di sekolah lain. Tapi nilai UN bisa dibandingkan antarsekolah atau daerah,” katanya. (nas/jpg/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!