FPC NTT Dukung Emi Nomleni – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

FPC NTT Dukung Emi Nomleni

BERSAMA. Pemred Timor Express, Marthen Bana, pose bersama tokoh perempuan yang tergabung dalam Forum Perempuan Cendikiawan NTT di Graha Pena Timor Express, Sabtu (20/1).

TOMMY AQUINODA/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Kader PDIP, Emi Nomleni telah diusung untuk maju menjadi Calon Wakil Gubernur (Cawagub) NTT berpasangan dengan Marianus Sae. Kehadiran Emi Nomleni dalam bursa Pilgub NTT kali ini menorehkan sejarah baru. Sebab untuk pertama kalinya, tokoh perempuan maju sebagai Cawagub NTT.
Diusungnya Emi Nomleni oleh koalisi PDIP-PKB sebagai Cawagub NTT periode 2018-2023 membawa kebanggaan tersendiri bagi para perempuan yang tergabung dalam Forum Perempuan Cendikiawan (FPC) NTT.
Sabtu (20/1), sejumlah tokoh FPC menyambangi Graha Pena Timor Express. Diantaranya, Dra. Maria Fatima Daniel, Dra. Heni Markus, Pdt. Emi Suhertian, Veronika Tori Ata, SH.MH dan Dra. Fin Agoha. Kedatangan mereka diterima oleh Pemimpin Redaksi Timor Express, Marthen Bana didampingi Asisten Redaktur, Tommy Aquinoda.
Membuka pertemuan tersebut, Ketua FPC NTT, Maria Fatima Daniel mengatakan, selama ini FPC NTT juga membawa misi untuk mengupayakan, mempersiapkan dan menampilkan perempuan-perempuan NTT untuk masuk ke dunia politik. Oleh karena itu, pencalonan Emi Nomleni sebagai Cawagub menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka. “Selama ini kami berjuang dan titik akhirnya sebenarnya ada di sana, dimana perempuan juga dihargai pada posisi-posisi strategis,” ujarnya.

Maria menyebutkan, perempuan-perempuan yang tergabung dalam FPC NTT berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang ASN, ada juga dari partai politik. Namun, forum ini tidak bisa melepas diri dari perjuangan untuk mendukung Emi Nomleni. “Kami tentu tidak bisa full bekerja karena partai kami juga punya calon sendiri. Tapi atas nama FPC, kami tidak bisa melepas diri dari perjuangan-perjuangan perempuan,” jelasnya.
Adapun pernyataan sikap FPC NTT, sebagaimana dibacakan Maria Fatima Daniel. Pertama, FPC NTT berterima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PDIP dan PKB yang telah mencalonkan Emi Nomleni sebagai Cawagub NTT. Kedua, kepada PDIP dan PKB diharapkan dapat memenangkan Emi Nomleni dan paketnya menjadi Gubernur dan Wagub NTT periode 2018-2023, karena akan menjadi catatan sejarah perempuan pertama yang memimpin eksekutif di NTT. Ketiga, kepada PDIP dan PKB agar membangun jaringan dengan simpul-simpul perempuan untuk berjuang memenangkan paket yang diusung.

Sementara Veronika Tori Ata mengatakan, kepemimpinan perempuan di NTT, baik di legislatif dan eksekutif, sangatlah minim. Oleh karena itu, mereka bangga dengan pencalonan Emi Nomleni sebagai Cawagub NTT. “Momen ini sangat penting untuk kita bisa membangun dukungan dan jejaring untuk memenangkan ibu Emi. Kita tetap punya harapan untuk sama-sama memperjuangkan agar ibu Emi bisa sukses. Walaupun ada tantangan, dimana kami yang bergabung di forum ini berasal dari berbagai unsur,” katanya.
Tori Ata berharap, PDIP dan PKB mendukung organisasi sayap perempuan di partainya masing-masing agar lebih gencar bekerja memenangkan Emi Nomleni. “Jangan hanya menunggu partai atau pihak yang lain yang berinisiatif,” tandasnya.

Selanjutnya, Heni Markus, mengatakan, selama ini banyak perempuan mendengung-dengungkan agar perempuan diberi porsi yang sama dengan laki-laki. Baik di legislatif maupun eksekutfi. Sayangnya, ketika perempuan sudah mendapat kesempatan untuk maju, justru kaum perempuan sendiri yang tidak memberikan dukungan. “Selama ini kita bicara soal kepemimpinan perempuan. Saat perempuan sudah tampil, kita malah diam. Ini yang harusnya kami suarakan agar seluruh perempuan bisa tergugah,” katanya.

Pdt. Emi Suhertian dalam kesempatan itu mengatakan, Emi Nomleni punya pengalaman politik yang cukup matang. Selain pernah menjabat sebagai anggota DPRD NTT dua periode, dia juga aktif dalam berbagai organisasi. “Kapasitasnya cukup mumpuni. Kami mendukung ibu Emi karena ini bagian dari perjuangan kami selama ini. Kami bertatih-tatih berjuang agar perempuan itu tampil. Dan ketika ibu Emi tampil, kami harus mendukungnya,” sebut Pdt. Emi.

Sementara Pemred Timor Express, Marthen Bana mengatakan, munculnya Emi Nomleni yang ikut bertarung dalam Pilgub NTT kali ini memang menjadi sejarah baru bagi perpolitikan di NTT. Hal ini pertanda bahwa perempuan NTT dalam kiprahnya di dunia perpolitikan semakin berkembang. Secara nasional, lanjut Marthen, keikutsertaan perempuan dalam Pilkada serentak kali ini hanya delapan persen. Berdasarkan data yang dirilis Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), dari 1146 calon kepala daerah (gubernur/wagub, bupati/wabup dan wali kota/wakil) yang masuk, hanya 101 calon kepala daerah perempuan, sedangkan calon kepala daerah laki-laki berjumlah 1045 orang. Oleh karenanya, pencalonan Emi Nomleni mestinya disyukuri, karena dia termasuk di dalam delapan persen keterwakilan perempuan pada pilkada serentak secara nasional. “Zaman sudah berubah. Perkembangan politik pun berubah. Jadi, perempuan harus eksis,” katanya.
Marthen menambahkan, bagi Timor Express empat paslon yang ada merupakan kader-kader terbaik. Denganya, Timor Express berusaha memberitakan keempat paslon ini secara adil dan berimbang. “Kami berusaha memberi edukasi, sehingga masyarakat bisa memilih dengan baik sesuai hati nurani. Dan soal sikap FPC NTT, kami juga harus beritakan agar publik tahu posisi forum ini,” ungkap Marthen. (tom/rum)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!