Hubert Pegang Mandat Gelar Danone Cup di NTT – Timor Express

Timor Express

SPORTIVO

Hubert Pegang Mandat Gelar Danone Cup di NTT

USIA DINI . Salah satu pertandingan Danone Cup yang di gelar pertama kalinya tahun 2016 lalu oleh SSB Aerotech selaku pemegang mandat di Stadion Oepoi, 21 Februari 2016 lalu.

RUDY MANDALLING/TIMEX

Jalin Kerjasama Dengan Asprov PSSI NTT

KUPANG,TIMEX – Kompetisi sepak bola Usia Dini, Danone Cup wilayah NTT tahun 2018 ini, akan dilaksanakan oleh Hubert Manek selaku pemegang mandat dari Danone Pusat. Dan untuk menggelar kompetisi tersebut, Hubert akan menjalin kerjasama dengan asprov PSSI NTT.

“Hubert mendapat mandat untuk menggelar Danone Cup di NTT, dan dia mengharapkan bisa bekerjasama dengan Asprov PSSI NTT untuk menggelar even tersebut,” ungkap Sekjen Asprov PSSI NTT, Lambert Tukan kepada koran ini akhir pekan lalu.

Terkait dengan tawaran kerjasama Tersebut, Lambert mengatakan Asprov PSSI sangat terbuka untuk mejali kerjasama, dan nantinya akan ditangani oleh Fery Rofinus selaku ketua komite sepak Bola Usia.

Dijelaskannya, Danone Cup ini bukan merupakan kompetisi ataupun anggota PSSI, namun merupakan organisasi yang berafiliasi dengan PSSI karena bergerak di bidang pengembangan sepak bola usia dini, dan membutuhkan perhatian dari organisasi (asprov).
“Itu dimungkinkan, dan kalau ada dana bisa juga kita bantu,” ungkapnya.
Saat dijelaskan bahwa untuk pelaksanaan Danone Cup di NTT, khususnya di Kota Kupang sebelumnya sudah ada yang menanganinya, salah satunya SSB Aerotech yang mendapat mandat dari Region Bali, dan telah menggelar Danone Cup dua tahun terakhir ini di Kota Kupang, Lambert mengatakan tentunya harus ada koordinasi yang dibangun sehingga nanti pelaksanaannya tidak tumpang tindih.

Untuk Danone Cup ini, dalam beberapa tahun terakhir NTT berupaya untuk menjadi satu region sendiri, sehingga perwakilan NTT tidak perlu lagi berlaga di region Bali-NTB. Dan untuk bisa menjadi region sendiri, persyaratannya cukup berat, dimana peserta yang berpartisipasi harus mencapai 100 tim peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Lambert juga menjelaskan salah satu amanat kongres lalu, terkait keberadaan SSB, dimana diputuskan dalam kongres tersebut untuk menerapkan kebijakan akreditasi terhadap semua sekolah sepak bola (SSB), “Termasuk juga SSB yang ada di NTT, harus diakreditasi karena berkaitan dengan penerapan filosofi sepak bola Indonesia (Filanesia).” katanya. (rum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!