Imanuel Lite Tewas Ditebas Ipar – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Imanuel Lite Tewas Ditebas Ipar

KORBAN. Imanuel Lite, warga Kampung Oeana Desa Maurisu Kecamatan Bikomi Selatan, tewas terkena sabetan parang, Sabtu (20/1).

YOHANES SIKIT/TIMEX

Pelaku Diduga Sakit Jiwa

KEFAMENANU, TIMEX – Nasib malang dialami Imanuel Lite, 52, warga Kampung Oeana Desa Maurisu Kecamatan Bikomi Selatan. Imanuel tewas mengenaskan akibat terkena sabetan parang adik iparnya, Sabtu (20/1).

Peristiwa nahas itu terjadi sekira pukul 09.00, di rumah korban di Kampung Oeana Desa Maurisu. Saat itu, korban sedang berdiri dihalaman samping rumah. Pelaku datang dari arah belakang spontan menganiaya korban menggunakan parang dibagian kepala korban. Luka sabetan parang cukup dalam sehingga korban akhirnya tewas di tempat.

Agatha Kefi, istri korban yang saat itu berada diluar pagar sempat berteriak meminta bantuan. Tak lama berselang datang Stefanus Bobe dan Theodorus Sena. Saat tiba melihat korban jatuh terkapar di lumpur banyak darah segar tercecer di tanah dan posisi korban tidur tertelungkup. Pelaku saat itu berhasil diamankan dari TKP setelah melepas parangnya sekira 50 meter dari tempat kejadian perkara.

Salah seorang saksi, Stefanus Bobe menuturkan, saat tiba di lokasi melihat korban jatuh telungkup dan banyak darah segar di tanah. Sehingga dirinya membuntuti pelaku yang menghindar usai melakoni aksinya. Beruntung, saat mendekati pelaku berhasil menangkap pelaku setelah melepas parang yang digunakan untuk menebas korban.

“Saat dekati pelaku saya sempat takut karena bisa terkena ayunan parang. Tapi karena sudah buang parang sehingga langsung tangkap,” ungkapnya.

Stefanus mengaku dibantu sejumlah warga mengamankan pelaku dengan mengikat tangan menggunakan tali karena khawatir berontak atau mengulangi perbuatannya. Pelaku akhirnya dijemput ke Pospol Maurisu, selanjutnya pelaku diserahkan ke Polsek Miomaffo Timur untuk diamankan.

Sementara Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto melalui Kapolsek Miomaffo Timur, Ipda Gustaf Steven Ndun menjelaskan, saat mendapat laporan anggotanya langsung bergerak ke lokasi memasang police line dan mengolah tempat kejadian perkara. Sekira pukul 15.00, jasad korban diangkut menuju RSUD Kefamenanu untuk dilakukan visum et repertum.

Meski belum ada hasil visum, kondisi korban terdapat empat luka sabetan parang dan satu luka di telinga menembus ke leher yang mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat kejadian.
Dikatakan, sejumlah barang bukti sudah diamankan termasuk pelaku saat itu juga sudah digiring dari Pospol Maurisu ke Polsek Miomaffo. Sejauh ini statusnya belum ditetapkan sebagai tersangka karena pelaku diduga mengalami gangguan jiwa.

Sehingga untuk memastikan apakah pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak pihaknya masih menghadirkan saksi psikiater.

Informasi awal yang didapat dari warga setempat pelaku jarang bersosialisasi dan tinggal menetap di kebun.
“Sejumlah saksi sudah diambil keterangan, kita masih dalami lagi. Besok kita minta saksi ahli psikiater, pelaku diduga sakit jiwa,” jelasnya. (mg24/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!