Trio Penguasa Bukit Cinta Digulung Polisi – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Trio Penguasa Bukit Cinta Digulung Polisi

KENA HIKI. Tim Raimas Polda NTT berhasil mengamankan dua orang pelaku kejahatan yang selama ini beraksi di kawasan Bukit Cinta dengan menodongkan senjata tajam dan memeras korbannya, Jumat (19/1).

IST

Sering Todong dan Peras Masyarakat

KUPANG, TIMEX– Tiga orang pelaku penodongan dan pemerasan yang selama ini berkuasa dengan menjalankan aksi penodongan dan pemerasan terhadap warga yang berekreasi di kawasan Bukit Cinta, Desa Baumata Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang akhirnya dibekuk aparat Polda NTT. Para pelaku penodongan dan pemerasan yang ditangkap itu yakni Evron Sinlae, Filipus Pah dan Fendi. Ketiganya ditangkap aparat Polda NTT pada Jumat malam (19/1) pekan kemarin. Usai ditangkap, ketiganya langsung digelandang ke Mapolda NTT untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh koran ini dari sejumlah sumber menyebutkan, aktivitas penodongan disertai pemerasan terhadap warga yang sementara berekreasi di Bukit Cinta sering kali terjadi. Bahkan, pihak kepolisian sudah berulang kali mengintai aktivitas para pelaku kejahatan tersebut namun para pelaku selalu saja lolos. Namun, Jumat malam pekan kemarin, dua orang berhasil ditangkap ketika sementara mengintai sasarannya di Bukit Cinta. Dua orang pelaku yang berhasil ditangkap pertama kali yakni Evron Sinlae dan Filipus Pah. Berdasarkan keterangan kedua pelaku itulah maka aparat Polda NTT kemudian menangkap Fendi yang merupakan koordinator aksi kejahatan itu.

Danton Pengurai Massa (Raimas) Direktorat Sabhara Polda NTT, Bripka Dickson dan 20 orang anggotanya melakukan patroli di kawasan Bukit Cinta pada Jumat malam lalu. Di lokasi, dua pelaku berhasil ditangkap. “Awalnya, kami melakukan patroli di kawasan Bukit Cinta. Di sana, kami temui dua orang yakni Evron Sinlae dan Filipus Pah. Keduanya langsung kami tangkap. Setelah dilakukan interogasi awal terhadap kedua pelaku, disebutlah nama Fendi yang berperan sebagai koordinator sekaligus pelaku utama aksi penodongan dan pemerasan terhadap warga selama ini di kawasan Bukit Cinta,” jelas Dickson.

Selain menyebutkan nama Fendi, lanjut Danton Raimas Polda NTT ini, nama lain yang juga disebut kedua pelaku sebagai pelaku yang sering beraksi di Bukit Cinta yakni Dhani. “Fendi kita amankan di rumah istri mudanya di bilangan Lasiana sekira pukul 23.00 Wita. Saat akan ditangkap, Fendi sempat memberikan perlawanan namun berhasil dilumpuhkan. Pelaku lain yang namanya disebut oleh dua pelaku yang kita tangkap pertama kali masih kita lacak keberadaannya,” tegas Dickson.

Diakuinya juga, sasaran para pelaku penodongan dan pemerasan yakni para muda-mudi yang sering menghabiskan waktu malamnya dengan duduk-duduk di Bukit Cinta. “Karena sudah ada banyak korban yang mengadu, maka aktivitas para pelaku penodongan dan pemerasan itu menjadi atensi kita. Para pelaku biasanya memaksa para korbannya untuk menyerahkan uang yang dibawa, telepon genggam termasuk barang berharga lainnya. Jika korban melawan, para pelaku tak tanggung-tanggung menodongkan senjata tajam disertai ancaman,” ucap Dickson.

Dirinya juga mengingatkan masyarakat yang biasanya memilih Bukit Cinta sebagai lokasi untuk bersantai terutama pada malam hari supaya selalu waspada. Pasalnya, para pelaku kejahatan biasanya memanfaatkan kelengahan warga ketika sementara santai di kawasan Bukit Cinta untuk melakukan aksi kejahatannya. “Saat ini para pelaku kita amankan dulu dan masih kita interogasi. Pelaku lainnya masih tetap kita kejar,” pungkasnya. (gat)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!