Masih Pemberkasan, Segera Tahap Satu – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Masih Pemberkasan, Segera Tahap Satu

DITANGKAP POLISI. Tersangka pembobolan kantor Klasis GMIT Kota Kupang, Serly Bolla dan Asmul Lauwoe sementara menunjukkan barang bukti telepon genggam dan dua buah obeng usai diamankan aparat Polres Kupang Kota beberapa waktu lalu.

GATRA BANUNAEK/TIMEX

Kasus Pembobolan Kantor Klasis GMIT Kota Kupang

KUPANG, TIMEX– Pasangan kekasih yang nekad membobol kantor Klasis GMIT Kota Kupang masing-masing Serly Bolla dan Asmul Lauwoe hingga kini masih dalam tahap pemberkasan. Jika proses pemberkasan bagi kedua tersangka sudah selesai dilakukan penyidik Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Kupang Kota, maka berkas akan segera dilakukan tahap satu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang.

Pasangan kekasih ini diciduk aparat Polres Kupang Kota pada Minggu (7/1) lalu sekira pukul 16.00 Wita karena nekad membobol kantor Klasis GMIT Kota Kupang dan menggasak uang senilai Rp 7,5 juta. Uang hasil curian itu kemudian dipakai untuk membeli satu unit telepon genggam merek Oppo warna hitam, satu potong sweater warna abu-abu dan sisa uang untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum di kos.

Kepada Timor Express di ruang kerjanya, Senin (22/1), Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Pinten Satrianing Budi tegaskan, pihaknya melalui penyidik Pidum masih sementara memroses berkas kedua tersangka. “Berkas kedua tersangka masih dalam proses. Jika sudah selesai pemberkasan, maka penyidik akan segera lakukan tahap satu ke Kejari Kota Kupang,” jelas Kasat Reskrim. Selanjutnya, kata Pinten, pihaknya tinggal menunggu proses penelitian berkas oleh Kejari Kota Kupang apakah dinyatakan lengkap (P21) ataukah dikembalikan dengan petunjuk.

Untuk diketahui, tersangka Serly Bolla dan Asmul Lauwoe membobol kantor Klasis GMIT Kota Kupang karena saat itu Erwin Bolla yang tinggal di kantor Klasis GMIT Kota Kupang sementara berlibur ke kampung halamannya di Rote Ndao. Uang yang digasak oleh kedua pelaku itu adalah uang jemaat Klasis GMIT Kota Kupang dikumpulkan selama ini. Namun karena belum disetor oleh pemegang khas, Erwin Bolla, maka uang itu disimpan di dalam lemari besi hingga akhirnya digasak Rp 7,5 juta oleh kedua pelaku. Ketika melakukan aksinya, pasangan kekasih itu hanya memanfaatkan dua buah obeng.

Pasangan kekasih itu nekad melakukan tindak pidana yakni mencuri uang jemaat itu hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari mereka. Akibat perbuatannya itu maka keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan jerat Pasal 363 ke-3 dan ke-4 KUHP jo Pasal 362 KUHP jo Pasal 55 tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaham hukuman maksimal lima tahun kurungan. Saat ini juga keduanya sementara menjalani proses hukum dan ditahan di sel tahanan Mapolres Kupang Kota. (gat)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!