Sukseskan Pilkada dan Berantas TPPO – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Sukseskan Pilkada dan Berantas TPPO

UNIK. Lilin Natal yang tersusun rapi membentuk piramida dari bambu turut menyemarakan perayaan Natal bersama warga GMIT Jakarta di Gedung Serbaguna Mako Wing I Paskhas Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Minggu (21/1) malam.

OBED GERIMU/TIMEX

Diaspora GMIT Harus Miliki Damai Sejahtera

JAKARTA, TIMEX-Sekira dua ribu lebih warga GMIT di Jakarta dan sekitarnya tampak khusuk bersekutu dalam perayaan Natal bersama di Gedung Serbaguna Mako Wing I Paskhas Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, tadi malam (21/1).

Acara tersebut digelar BPP GMIT di Jakarta masa bakti 2017-2021 pimpinan Kolonel TNI AU Thontje Samadara. Seremoni itu ditandai dengan prosesi penyalaan lilin Natal oleh para sesepuh GMIT di Jakarta.

Turut hadir Wakil Gubernur NTT Benny Alexander Litelnoni, Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis dan mantan Gubernur Bank Indonesia Prof. Adrianus Mooy.

Pdt. L.Z. Raprap dari PGI didaulat memimpin ibadah yang mengusung tema, “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu”.

Dalam khotbahnya yang didasari Kolose 3:12-15 dan Yesaya 9:5-6, Raprap menegaskan agar warga GMIT di perantauan selalu memiliki damai sejahtera Kristus dalam hati masing-masing.

“Damai sejahtera ada jika Kristus hadir dalam hati kita. Jika mencari Tuhan maka otomatis kita mendapat berkat-Nya,” kata pendeta emiritus asal Maluku Barat Daya (MBD) itu.

Warga diaspora GMIT juga diingatkan untuk tidak menyimpang dari kebenaran walaupun terkadang harus hidup dalam kondisi susah dan penuh keterbatasan.

“Kalau damai sejahtera dalam hatimu maka tunjukan dengan kebenaran. Kalau Kristus hadir di hati kita, berarti kita punya iman dan inilah yang utama. Harus penyerahan diri total kepada Tuhan, karena iman adalah dimensi pengetahuan, pengakuan dan penyerahan diri,” kata Raprap.

“Percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan. Kalau Kristus ada maka damai sejahtera akan memerintah dalam hati kita. Harus tampak dan diwujudnyatakan dalam kehidupan,” lanjut dia.

Ia mengatakan, damai sejahtera akan ada jika ada kebenaran dan keadilan, karena sesungguhnya kebenaran menghasilkan keadilan, dan pada akhirnya menghasilkan damai sejahtera. “Untuk itu mulailah dari sekarang hidup dalam kebenaran,” tegas dia.

Pdt. Raprap menambahkan damai sejahtera juga tidak meniadakan kesusahan atau tantangan hidup, tetapi akan memberikan kekuatan dan ketabahan agar mampu menghadapi dan menyelesaikan masalah yang dihadapi.

“Hendaklah kita tetap tekun karena akan membuat kita tahan uji dan pada akhirnya menghasilkan pengharapan dan damai sejahtera,” ungkap Raprap.

Ketua Majelis Sinode (MS) GMIT Pdt. Dr. Mery Kolimon dalam suara gembala yang dibacakan Fary Djemy Francis, meminta diaspora GMIT agar memaknai Natal bersama tersebut sebagai momen syukur dan konsolidasi untuk terus merawat dan meningkatkan soliditas dan persekutuan di perantauan.

“Kami harap persekutuan dan soliditas antara warga GMIT dan diaspora NTT tetap terjaga. Terutama tetap saling bahu membahu dan memastikan warga GMIT Jakarta menjadi berkat bagi bangsa ini melalui tugas dan pekerjaan masing-masing,” pesan Pdt Merry.

Orang nomor satu di GMIT itu juga mendorong agar dalam berbagai kesibukan tugas dan kerja, warga GMIT diaspora di Jakarta tetap menyempatkan waktu untuk bertumbuh dalam iman, harapan dan kasih melalui kegiatan-kegiatan kerohanian di gereja tempat masing-masing tercatat sebagai warga gereja di Jakarta.

Ditegaskan pula bahwa NTT menghadapi arus pekerja migran ke kota-kota besar di Indonesia dalam jumlah besar. Dan sebagian pekerja migran itu meninggalkan kampung dengan bekal pengetahuan, ketrampilan dan jaringan yang memadai. Namun kebanyakan pergi dengan bekal yang sangat terbatas sehingga rentan menjadi korban perdagangan orang.

“Kami minta agar melalui BPP GMIT di Jakarta, solidaritas dengan saudara-saudara kita yang kurang beruntung itu mendapat perhatian. MS GMIT bersedia berkoordinasi untuk tugas tersebut, melalui Unit Tanggap Bencana MS GMIT,” ungkap dia.

Persekutuan perwakilan GMIT di Jakarta juga diminta menjadi wadah untuk mengingatkan agar warga diaspora GMIT menjauhkan diri dari cara-cara hidup yang menjadi batu sandungan bagi orang lain dalam masyarakat Jakarta yang majemuk.

GMIT juga disebutkan masih bergumul dengan kualitas sekolah dan pendidikan di NTT yang memrihatinkan.

“Terima kasih banyak kepada BPP GMIT di Jakarta yang telah bahu-membahu mengangkat keprihatinan itu bersama. Kami tetap mohon dukungan untuk penataan pelayanan pendidikan sekolah-sekolah GMIT yang lebih baik, terutama untuk penguatan data dan kualitas guru-guru kita,” sebut Merry dalam suara gembalanya.

Disebutkan pula bahwa NTT sedang memasuki tahun politik, untuk itu ia memohon dukungan doa seluruh warga GMIT, termasuk GMIT diaspora atau perantauan di Jakarta agar pemilihan gubernur dan sejumlah bupati di NTT dapat berjalan dengan baik.

“Mari kita dorong bersama sebagai umat kristiani dan gereja nilai-nilai berpolitik yang santun, cerdas, tidak saling menyerang dan melukai. Pilkada hanya berlangsung 5 tahun sekali, tetapi kasih persaudaraan harus tetap yang utama. Kita boleh berbeda pilihan politik, tetapi sebagai gereja kita adalah anggota tubuh Kristus yang perlu saling peduli dan saling hormat menghormati,” tegas Mery.

Ketua BPP GMIT di Jakarta Thontje Samadara pada kesempatan itu juga mendeklarasikan Gerakan Diakonia untuk NTT sebagai komitmen untuk melaksanakan pelayanan diakonia untuk membangun kampung halaman.

“BPP GMIT di Jakarta selalu berjalan sesuai visi dan program MS GMIT. Kami tidak bisa berjalan sendiri, karena itu kami akan terus membangun soliditas. Kami berkomitmen menjadi penyambung mulut dan rasa bagi semua warga GMIT di Jakarta,” sebut Thontje.

Ketua Panitia Kolonel Paskhas TNI AU Roy F.M. Bait, mengapresiasi kehadiran warga GMIT di Jakarta yang jumlahnya jauh dari perkiraan panitia sebelumnya.

Ia mengatakan, acara Natal tersebut sengaja dikemas secara berbeda, dimana semua peserta, pengisi acara dan pembawa firman Tuhan mengenakan pakaian adat khas NTT.

“Kita memang sengaja dalam perayaan ini menampilkan berbagai atraksi budaya berupa kesenian daerah NTT,” ungkap sosok yang juga Komandan Wing 1 Paskhas TNI AU Jakarta itu.

Roy mengatakan, atraksi budaya ini sengaja ditampilkan untuk mengingatkan warga perantauan asal NTT akan kampung halamannya, sekaligus mengenalkan kekayaan budaya asal NTT kepada generasi muda asal NTT dan masyarakat luas.

Terpantau, perayaan Natal bersama tersebut juga dimeriahkan dengan pertunjukan drama musikal dari Gereja Advent Flobamora Indah Jakarta, fashion show busana modifikasi modern berbahan tenun ikat NTT, penampilan paduan suara dan vokal group serta tarian bonet. (joo/fmc/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!