Refafih Gah Resmi Ganti Jimmi – Timor Express

Timor Express

POLITIK

Refafih Gah Resmi Ganti Jimmi

KETUA BARU. Refafi Gah (kanan) menerima bendera partai Hanura setelah dirinya terpilih sebagai Ketua DPD Hanura NTT pasca Musdalub di Manhattan Hotel Jakarta, Selasa (23/1)

IST

Musdalub DPD Partai Hanura NTT di Jakarta

KUPANG, TIMEX–Polemik dualisme kepemimpinan di DPP Partai Hanura telah selesai seiring berdamainya kubu Oesman Sapta Odang (OSO) dan Daryatmo. Begitu pula dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura NTT.

Selasa (23/1) bertempat di Manhattan Hotel Jakarta, digelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Partai Hanura NTT yang dihadiri 13 dari 22 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura di NTT. Ke-13 DPC itu, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flotim, Alor, Sumba Timur, Sumba Barat, dan Rote Ndao.

Dalam Musdalub tersebut, seluruh DPC sepakat untuk memilih Refafi Gah menjadi Ketua DPD Partai Hanura NTT. Refafi yang sebelumnya menjabat Koordinator Daerah (Korda) Partai Hanura NTT itu menggantikan posisi Jimmi Sianto. Selain itu, peserta Musdalub juga menyepakati Siprianus Deka Ritan sebagai Sekretaris DPD dan Stanislaus Ngawang sebagai bendahara.

Sebelumnya Stanis Ngawang menjabat Sekretaris DPD di kubu Jimmi Sianto. Sementara Fransiskus Bata yang sebelumnya menjadi Plt. Sekretaris DPD Hanura dipercaya menjadi Ketua Bidang OKK.

Refafi yang dikonfirmasi Timor Express, malam tadi menjelaskan dengan hadirnya 13 DPC Partai Hanura maka sudah sesuai dengan AD/ART partai Hanura. Oleh karena itu, Musdalub dapat dilaksanakan dan telah mendapat keputusan baru. Musdalub dipimpin Ketua DPP Bidang Organisasi Partai Hanura, Benny Ramdhani.

Refafi mengatakan dalam Musdalub tersebut disepakati tidak ada perubahan struktur DPC Partai Hanura. Selain itu harus dilakukan rekonsiliasi untuk menghadapi Pemilu tahun 2019. “Kita sedang menghadapi verifikasi partai dan semua pengurus dan kader harus bersatu kembali agar menyukseskan Partai Hanura dalam Pemilu 2019,” kata Refafi.
Terkait dengan DPC yang tidak hadir, ia mengakui mereka sebelumnya tercatat melakukan ‘kudeta’ terhadap ketua umum. Oleh karena itu, wajar mereka tidak mengikuti agenda Munaslub dan Musdalub di Jakarta. “Kita akan komunikasikan dengan baik setelah kembali ke Kupang,” kata Refafi.

Sementara itu, terkait komunikasi dengan Jimmi Sianto, Refafi mengatakan ia tetap menjalin komunikasi dengan Ketua Komisi V DPRD NTT tersebut. Menurutnya, ia juga menyampaikan pesan singkat kepada Jimmi untuk mengucapkan turut berdukacita karena ibunya yang meninggal. Pesan itu pun dibalas.

“Ini bukan keinginan saya untuk menjadi ketua. Ini berawal dari polemik di pusat. Dan saya ditunjuk menjadi Plt. Ketua. Kemudian dilakukan Musdalub dan saya dipilih. Jadi nanti akan dikomunikasikan dengan Pak Jimmi,” kata Refafi.

Sementara itu Jimmi Sianto yang dihubungi koran ini malam tadi melalui pesan singkat namun tidak ada respon. Jimmi yang sedang mengalami kedukaan karena sang ibu meninggal itu tidak menjawab ketika ditanya pergantian dirinya dari ketua DPD Hanura NTT.

OSO Tetap Ketum, Sudding Dipecat

Wiranto akhirnya memenuhi janjinya untuk menyelesaikan polemik internal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Dengan bertempat di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Wiranto mempertemukan Oesman Sapta Odang (OSO) dengan Marsekal Madya (pur) Daryatmo. Hasilnya, dua pihak sepakat untuk mengakhiri perseteruan.

Sekitar pukul 17.00 WIB kemarin (23/1), pertemuan segi tiga antara Wiranto, OSO, dan Daryatmo digelar secara tertutup. Wiranto mengajak Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Subagyo H.S. Sedangkan OSO datang bersama Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura Herry Lontung Siregar. Daryatmo didampingi Ketua Fraksi Partai Hanura DPR Nurdin Tampubolon, Wakil Ketua Umum Sudewo, dan beberapa pengurus lain Hanura.

Setelah pertemuan berlangsung sekitar dua jam, Wiranto dengan diapit OSO dan Daryatmo menyampaikan hasilnya. Dia menyatakan, sebuah parpol selalu memiliki masalah dan ada masalah yang tak terselesaikan. Misalnya Hanura, juga memiliki masalah, tapi bukan tidak terselesaikan. ”Karena itu, hari ini (kemarin, Red) saya, Pak Oesman, Pak Daryatmo, dan Pak Subagyo berkumpul bersama untuk memahami masalah dan dengan cara hati nurani menyelesaikan masalah itu,” tutur Wiranto.

Menurut Wiranto, jika masalah tidak terselesaikan, eksistensi partai bisa terganggu. Apalagi, proses verifikasi parpol sudah dekat. Penyelesaian masalah, menurut dia, dilakukan dengan cara yang bermartabat dan bertumpu pada anggaran dasar serta anggaran rumah tangga partai. ”Kami sepakat malam ini kami susun tim khusus untuk inventarisasi masalah, dan sepakat diselesaikan dengan bermartabat dan hati nurani,” ujarnya.

Wiranto juga berpesan kepada pengurus daerah, mulai DPD Hanura di provinsi hingga DPC kabupaten/kota. Dia meminta para pengurus daerah tetap tenang dan berkonsentrasi menghadapi verifikasi faktual. ”Masalah Hanura (akan, Red) diselesaikan secara internal, bukan dilempar ke publik,” tegas dia.

Wiranto menambahkan, tidak ada kubu-kubuan di Hanura. Namun, dia tidak menampik bahwa ada perpecahan antara kubu OSO dan Daryatmo. Hal itu, menurut dia, telah dibicarakan dan diselesaikan. Wiranto juga sudah memastikan bahwa Partai Hanura tetap dipimpin OSO. ”(Ketua umum, Red) Pak Oesman Sapta,” ujarnya.

Di tempat terpisah, OSO bersyukur karena Wiranto turun tangan dan menyelesaikan semua masalah. ”Jadi, semua benar, ada sekelompok kecil yang ingin menghancurkan Hanura,” kata OSO. Dia mengatakan, kebenaran pada saatnya akan menentukan kehidupan partai. Karena itu, dia mengaku tenang dalam menghadapi konflik internal. ”Mau dituduh apa, saya diam-diam saja, saya tenang-tenang saja. Sudah, sudah,” ujarnya sambil berlalu.

Meski menyudahi konflik, OSO menegaskan bahwa kelompok kecil yang dinilainya membuat masalah di Hanura tetap dijatuhi sanksi. Menurut dia, Sarifuddin Sudding selaku mantan Sekjen Hanura tetap dijatuhi sanksi pemecatan. ”Sudding sudah dipecat,” tegasnya. Sudding tidak terlihat dalam pertemuan tersebut. Sementara itu, Daryatmo tidak berkomentar banyak. Dia hanya menyatakan patuh pada keputusan Wiranto.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly mengatakan, masalah internal Partai Hanura akan selesai jika kedua pihak bertemu dan kembali bersatu. ”Semoga secepatnya bisa terselesaikan,” terang dia setelah menghadiri acara ulang tahun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Taman Ismail Marzuki (TIM) kemarin.

Dia enggan memberikan penjelasan soal SK kepengurusan yang diserahkan kepada kubu OSO. Menurut dia, masalah SK juga akan selesai dan tidak menjadi perdebatan jika pihak yang bersengketa melakukan islah. ”Kan sudah ada pertemuan,” ucap dia. Kementeriannya tidak memberikan batas waktu kapan mereka harus kembali bersatu. Politikus PDIP itu yakin bahwa Partai Hanura mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi. (sam/bay/lum/c11/oni/jpg/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!