Setelah Ritual Adat, Buaya Antar Jasad ke Pantai – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Setelah Ritual Adat, Buaya Antar Jasad ke Pantai

EVAKUASI. Korban terkaman buaya saat dievakuasi dari pantai Nino Kolam Tua Desa Oepuah Utara oleh anggota Basarnas dan Polsek, Kamis (25/1).

IST

 

Jadi Tontonan Warga dan Tim Penyelamat

KEFAMENANU, TIMEX-Nelayan asal pulau Alor, Abia Sala Dopong Abora, 26, yang dikabarkan hilang diterkam buaya di pantai Wini, akhirnya ditemukan. Ironisnya, jasad korban justru diantar oleh seekor buaya setelah dilakukan ritual adat oleh warga setempat.

Kamis (25/1) sekira pukul 07.00, warga Kolam Tua pantai Nino Desa Oepuah Utara Kecamatan Biboki Moenleu, kaget setelah melihat seekor buaya besar di bibir pantai. Setelah didekati ternyata di atas punggung buaya terdapat jasad korban. Tapi buaya itu justru menghindar lagi ke dalam laut sesekali mondar mandir bergeser ke bibir pantai.

Informasi itu cepat menyebar sehingga banyak warga berdatangan untuk melihat langsung aksi buaya besar yang sedang memboyong sosok manusia di atas pundaknya. Bahkan aksi buaya itu sempat direkam warga menggunakan telepon genggam.

Tak lama berselang, anggota Polsek Insana Utara, anggota Koramil dan Basarnas tiba di lokasi pantai Nino, untuk melakukan evakuasi. Sekira pukul 10.20, buaya itu bergeser ke bibir pantai meninggalkan korban dan perlahan masuk kembali ke dalam laut. Petugas langsung bergerak memindahkan korban di dalam kantong mayat dan dievakuasi menuju rumah keluarganya di Dusun Kiusnasa Desa Humusu Wini Kecamatan Insana Utara.

Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto saat dikonfirmasi melalui Kapolsek Insana Utara, Ipda Warsito menuturkan, setelah tim gabungan tiba di pantai Nino, masih sempat melihat langsung buaya sedang mondar-mandir memboyong korban hingga buaya melepas jasad korban dari atas punggungnya. Aksi itu menjadi tontonan menarik warga dan tim yang hadir di lokasi pantai.

Dikatakan Warsito, korban hanya mengenakan celana dalam dan sekujur tubuhnya utuh, tidak dimakan buaya. Hanya bahu kiri mengalami luka lecet. Setelah diidentifikasi jasad korban adalah Abia Sala Dopong Abora. Nelayan asal Pulau Alor yang dilaporkan hilang diterkam buaya saat mencari ikan di Pantai Wini, Minggu (21/1) lalu.

Menurutnya, bersama tim Basarnas langsung mengevakuasi korban ke rumah salah satu keluarganya di Wini untuk disemayamkan. Sambil menunggu kapal untuk diberangkatkan ke kampung halamannya di Alor. Terhadap peristiwa itu, keluarga korban iklas tidak menghendaki dilakukan otopsi karena korban saat awal hilang tidak sendirian tapi ditemani salah satu keluarga dekat korban saat mencari ikan di Pantai Wini.

“Keluarga korban menolak untuk otopsi sehingga tim medis hanya lakukan visum luar,” ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Humusu Wini, Alfridus Bana menuturkan, sehari sebelum jasad korban ditemukan sempat dilakukan ritual adat di jembatan Kolnai Wini. Seekor babi hitam dipersembahkan dalam ritual sebagai permohonan agar buaya bisa mengembalikan jasad korban.

Dikatakan, ritual adat yang dilakukan sudah menjadi tradisi dan kepercayaan masyarakat setempat untuk berkomunikasi dengan kekuatan alam. Seperti lazimnya ada korban tenggelam di laut ataupun seperti peristiwa buaya terkam manusia.
Menurut Alfridus, selama ini buaya jarang keluar dan tidak pernah memakan korban. Ini justru baru yang pertama terjadi buaya menerkam korban membawa ke laut dan ditemukan sudah meninggal.

Dua tahun sebelumnya buaya keluar dan menerkam salah seorang warga Temkuna. Saat itu pelajar sedang mandi tapi berhasil terlepas dari cengkaraman buaya.

“Korban saat itu sempat merontak sehingga terlepas kembali. Luka hanya di kaki dan tangan. Ini kali baru terulang lagi buaya berhasil menerkam dan membawa warga Alor ini,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Humusu Wini Kecamatan Insana Utara, kembali dihebohkan dengan hilangnya salah seorang nelayan karena diterkam buaya besar. Korban adalah Abia Sala Dopong Abora, 26, nelayan asal Kabupaten Alor. Peristiwa nahas itu terjadi Minggu (21/1) sekira pukul 22.30, korban yang baru seminggu tinggal di Wini, hendak mencari ikan di pantai Ban’uru. Kemudian bergeser di pantai belakang gudang bangunan KCS, lokasinya di sekitar area dermaga.

Saat itu korban ditemani Absalom Sengaji, menyelam menggunakan senter kepala untuk memanah ikan. Sekira setengah jam menyelam korban bersama rekannya sempat ke darat untuk istirahat. Tak punya firasat buruk, sebelum tiba di bibir pantai, muncul seekor buaya besar langsung menerkam tangan korban. Korban berteriak minta tolong, Absalom yang tidak jauh jaraknya, sempat memegang tangan korban tapi karena licin, sehingga tidak berhasil selamatkan rekannya dari terkaman buaya.

Rekannya hanya bisa pasrah saat melihat buaya besar panjangnya kurang lebih 5 meter, perlahan menggiring korban ke dalam laut. Informasi pun cepat menyebar sehingga warga bersama anggota Polsek Insana Utara tiba di lokasi melakukan pencarian tapi tidak berhasil. (mg24/ays/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!