Alat Peraga Kampanye Dibatasi – Timor Express

Timor Express

PILKADA

Alat Peraga Kampanye Dibatasi

Kampanye Dimulai 15 Februari

KUPANG, TIMEX–Kampanye menjadi salah satu tahapan penting dalam Pilkada. Untuk Pilgub 2018, alat peraga kampanye (APK) akan diadakan oleh KPU NTT.

Menurut Ketua KPU Provinsi NTT, Maryanti Luthurmas Adoe, saat ini proses pengadaan sudah berjalan. “Prosesnya sudah berjalan namun setelah penetapan calon baru kontrak,” katanya.

Menurutnya, untuk jumlah APK dibatasi, yakni baliho tiga buah per kabupaten untuk tiap calon. Begitu juga dengan spanduk berjumlah lima buah per kecamatan. Walau APK diadakan oleh KPU, namun para calon juga masih diberi ruang untuk pengadaan sendiri. Namun jumlahnya juga dibatasi.

Tahapan kampanye sendiri akan dimulai pada 15 Februari atau tiga hari pascapenetapan calon, yakni pada 12 Januari. Kampanye akan berlanjut hingga 23 Juni 2018.

Juru Bicara KPU NTT, Yosafat Koli sebelumnya mengatakan kampanye akan didahului dengan deklarasi kampanye damai. Selaku penyelenggara pemilu, kata dia, KPU NTT berharap agar kampanye berisi tentang visi, misi, dan program kerja para calon. Bukan kampanye hitam.

Selain itu, anggota KPU NTT, Thomas Dohu mengatakan dalam desain APK disesuaikan dengan format B yang menyertakan partai politik pengusung. Partai pengusung yang akan muncul dalam desain alat peraga kampanye baik itu baliho, spanduk, umbul-umbul maupun liflet. “Tidak ada lagi desain-desain alat peraga kampanye yang melanggar aturan,” kata Thomas.

Soal tim kampanye, Thomas menegaskan kepada tim pemenangan agar tim kampanye hanya dilakukan oleh nama-nama yang telah dimasukkan ke KPU NTT. Kampanye tidak bolah dilakukan orang lain, selain dari nama-nama tersebut. Dalam kampanye, dia mengingatkan agar partai politik pengusung dan tim pemenang pasangan calon untuk mengangkat visi, misi dan program kerja calon.

Terpisah, Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu NTT, Jemris Fointuna mengatakan Bawaslu baru mulai mengawasi pilkada setelah KPU menetapan pasangan calon pada 12 Januari nanti.

“Kami baru bisa mengambil tindakan dalam bentuk pengawasan, terutama terhadap para pasangan calon setelah adanya penetapan oleh KPU NTT,” kata Jemris.

Menurut dia, jika belum ada penetapan pasangan calon, maka Banwaslu belum bisa melakukan tindakan apa pun terhadap kegiatan pasangan calon, termasuk penertiban alat peraga kampanye (APK).

“Penempatan APK ini dilakukan oleh KPU NTT. Karena itu kita akan awasi apabila ada yang pasang di luar titik atau lokasi yang ditentukan KPU NTT,” katanya. (sam/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!