Digugurkan di Oeba, Kubur di Fatululi – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Digugurkan di Oeba, Kubur di Fatululi

DIINTEROGASI. Kasat Reskrim AKP Pinten Satrianing Budi (kiri) dan Kanit Pidum Ipda Yance Kadiaman (kanan) sementara menginterogasi Adjusta Monis di RS Bhayangkara Titus Uly Kupang, Jumat (26/1).

GATRA BANUNAEK/TIMEX

Sepasang Kekasih Saling Bantu Gugurkan Janin

KUPANG, TIMEX-Kasus aborsi kembali terjadi di Kota Kupang. Kali ini pelakunya adalah sepasang kekasih yang diduga bekerja sama sejak janin yang dikandung digugurkan di Oeba hingga dikuburkan di Fatululi.

Kasus dugaan tindak pidana aborsi ini terungkap, Jumat (26/1) pukul 10.00 Wita. Ini setelah salah satu penghuni kos Ibu Mbau yang terletak di wilayah RT 30/RW 10, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Noni Banik melihat tumpukan batu dan tanah di samping sumur dekat kos itu.

Penasaran dengan tumpukan batu dan tanah tersebut, Noni Banik lalu meminta bantuan penghuni kos lainnya untuk menggali lubang tersebut guna memastikan apa yang ada di dalamnya.

Setelah gundukan tanah tersebut dibongkar, warga menemukan potongan kain. Setelah dibuka, ternyata isi di dalam potongan kain itu orok bayi berjenis kelamin laki-laki. Kondisinya sudah membiru dan terlilit plasenta.

“Tadi, beta keluar dari kamar, beta lihat ada tumpukan batu dan tanah di samping sumur. Beta kira itu ada orang kubur anjing atau kucing. Beta langsung panggil tetangga dong dan katong gali. Ternyata di dalam tumpukkan batu dan tanah itu ada kain. Setelah katong pastikan ternyata di dalam bungkusan kain itu ternyata orok bayi,” kata Noni dalam dialek Kupang.

Orok bayi itu dibungkus menggunakan dua potong baju dan dikuburkan dengan kedalaman lubang hanya sekira 10 cm dan diameter sekira 35 cm. Atas temuan itulah warga langsung mengerumuni lokasi itu. Sekira pukul 12.00 Wita, aparat Polsek Oebobo dan Polres Kupang Kota langsung menuju ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Termasuk mengevakuasi orok bayi berjenis kelamin laki-laki itu ke ruang IPJ RS Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Saat itu juga, aparat Polres Kupang Kota langsung membekuk Marselus Kehi, 21, oknum mahasiswa yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Sementara kekasih Marselus Kehi, Adjusta Monis, 23, yang baru saja diwisuda di salah satu universitas swasta di Kota Kupang dibekuk Tim Buru Sergap (Buser) Polres Kupang Kota di kos-kosan milik Lodya Here, 65, di wilayah RT 13/RW 04, Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

Di kamar kos yang ditempati Adjusta Monis, Tim Buser juga menemukan sejumlah barang bukti seperti pakaian yang terdapat bercak darah.

Usai diciduk, pasangan kekasih ini lalu digelandang ke Mapolres Kupang Kota untuk proses interogasi. Usai diiterogasi, Adjusta Monis kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk mendapatkan penanganan medis karena mengalami pendarahan.

Kepada Timor Express di RS Bhayangkara Titus Uly Kupang, Kasat Reskrim AKP Pinten Satrianing Budi didampingi Kanit Pidum Ipda Yance Kadiaman dan Kanit Buser Bripka Yance Sinlaeloe menegaskan, saat ini Adjusta Monis dan Marselus Kehi masih berstatus saksi. “Saat ini kita masih dalami keterangan dari para saksi terkait dengan kejadian yang kita tangani ini. Tapi yang jelas pelaku aborsi perempuan akan ditetapkan sebagai tersangka. Sementara peran laki-laki masih harus didalami lagi,” ujar Pinten.

Selain itu, tegas Kasat Reskrim, kedua saksi yang diamankan sudah mengaku bahwa merekalah yang melakukan tindak pidana aborsi tersebut. “Kita belum melakukan pemeriksaan untuk kedua saksi. Setelah kita lakukan pemeriksaan dan disesuaikan dengan barang bukti barulah kita tentukan tersangka,” ucapnya.

Sementara Adjusta Monis kepada Timor Express mengaku, sama sekali tidak melakukan aborsi. “Saya dengan dia sudah pacaran tiga tahun. Tadi malam (Kamis malam, Red), saya sakit demam sehingga saya panggil dia (Marselus Kehi) untuk datang ke kos. Tiba-tiba ketuban saya pecah dan janin langsung keluar. Saat janin keluar ternyata sudah meninggal. Karena itu maka dia (Marselus Kehi) yang bawa janin ke kos dia untuk kubur,” ucap warga Aihun, RT 02/RW 01, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu itu.

Sementara Marselus Kehi kepada Timor Express mengaku, ia dan Adjusta Monis sudah menjalin hubungan kekasih tiga tahun lamanya. “Saya bantu dia di kos (Oeba, Red) karena dia bilang ke saya kalau dia sakit panas tinggi. Setelah itu saya bawa orok ke kos saya (Fatululi, Red) untuk kubur,” ucap dia dengan wajah pucat. (gat/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!